KISAH DI BALIK INSIDEN KELUARNYA DEWI MOTIK DAN DIUSIRNYA SAYA OLEH ANDY F NOYA DALAM KICK ANDY DI METRO TV
“Kami Tak Sudi Diperintah Untuk bertepuk Tangan Atas Bencana Yang Kami Tangisi”.
Malam ini, Rabu 19 Januari 2011 saya mendapat pembelajaran hidup yang luar biasa hebat. Peristiwa yang menjadi guru nan bijak bestari, dan tak mungkin akan terlupakan.
Sejak tadi SMS, dering telepon di HP dan rumah beberapa kali berbunyi menanyakan keadaan saya setelah diusir Andi F Noya dari Metro TV, dalam taping acara Kick Andy (KA) tadi.
Lalu terpikirlah kini, ketimbang saya harus menceritakan kejadian yang sama berulang-ulang, mending saya tulis saja mumpung peristiwanya masih segar dalam ingatan.
“Hah, mama diusir ? seriuuuuus ?” tanya anak-anak tak percaya.
“Hehehe ga apa-apa diusir, asal setelah itu orang-orang menyadari, dan menjadi lebih sensitif, mengapa kita mau diperintah, harus bertepuk tangan untuk bencana yang kita tangisi?”. Saya berusaha cengengesan.
Hmmm…Ceritanya berawal ketika hari minggu siang 16 Januari 2011, pejuang anak dan ketahanan keluarga psikolog Elly Risman, mengirim pesan singkat kepada Ibu Inke Maris (praktisi media, Ibu Wirianingsih (mantan ketua PP Salimah, Ibu Masnah Sari(Mantan Ketua KPAI, Shakina( Direktur Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia) dan saya sebagai pengurus ASA Indonesia, agar kami berkenan datang ke Metro TV, Rabu untuk mensupport Ibu Elly yang diundang sebagai nara sumber dalam acara “KA”. Pada awalnya saya sudah mengatakan tak bisa hadir karena sudah ada agenda rapat. Namun karena Bu Inke Maris tiba-tiba kecelakaan, maka bu Elly lagi-lagi meminta saya untuk berkenan hadir, paling tidak memperlihatkan kekompakan kita.
Waktu itu kami semua berfikir dan membayangkan Ibu Elly Risman pimpinan Yayasan Kita dan Buah Hati, sahabat seperjuangan kami dalam mendirikan organisasi perlindungan anak ASA INDONESIA, akan dihadirkan sebagai tokoh pejuang anak dan perempuan, yang menginspirasi banyak orang dan layak jadi teladan, sebagaimana “Pahlawan di jalan sunyi” lain yang sebelumnya kerap dihadirkan di KA.
Meski kami sudah mengusahakan hadir 30 menit sebelum taping jam 17.00 seperti yang dijadwalkan, ternyata acara molor 2 jam lebih, toh undangan berusaha ikhlas demi mensupport pejuang sekaliber Ibu Elly. Saya juga melihat begitu banyak petinggi dari berbagai organisasi termasuk institusi/lembaga negara seperti Depkes, Menkokesra, Menpora, dan lain-lain. (Semua tokoh yang saya tanyakan mengaku hadir untuk mensupport Ibu Elly, bukan atas undangan pihak Metro TV). Tentu mereka mengorban waktu mereka yang demikian berharga.
Sebelum acara dimulai, seperti biasa, floor manager ( tak taulah kalau di KA istilahnya apa) memberikan pengarahan yang antara lain, harus bertepuk tangan dengan antusias kalau dia mengaba-aba, mengawali tepuk tangan.
Sessi pertama Andi Noya menghadirkan seorang gadis remaja yang sejak usia 16 tahun sudah terbiasa melakukan seks bebas dan kini menjadi PSK. Kawan-kawan dari berbagai organisasi wanita di samping dan belakang saya mulai berbisik-bisik dan mengungkapkan kekecewaan, kenapa Andy justru mengeksplor masalah ke”terjerumusannya”, bukan alert tentang bahaya seks bebas dan pornografi. Banyak ungkapan-ungkapan miris si gadis justru ditanggapi dengan joke oleh Andi yang memberi kesan seolah membenarkan kebiasaan buruk si gadis. Misalnya Andy bertanya “Apakah bunga ( nama samaran si gadis) memilih-milih orang yang menerima jasanya(yang disebutnya sebagai klien). Lalu si gadis menggeleng. Terus Andy mencecar terus, jadi ga apa-apa kalau yang datang tipe begini, begitu…termasuk…”Jadi orang kribo juga boleh?”, tanyanya nakal sambil ngakak menunjukkan ke ‘kriboan’nya.(Meski hanya gurauan, tapi ga kebayang bagaimana perasaan anak , istri dan mertua Andy menonton acara ini )
Dan banyak lagi joke-joke yang sangat tidak pantas dilontarkan jika kita memang MEMPRIHATINKAN masalah tersebut.
Yang lebih mengecewakan, Ibu Elly Risman yang diundang sebagai nara sumber, ternyata hanya didudukkan di kursi audience, lalu ditanya singkat, tanpa mempertajam “MATERI”, yang menyangkut peringatan atas sesuatu yang selama ini selalu disebut bu Elly sebagai “Bencana Kemanusiaan” . Ibu Elly tak lebih hanya dijadikan sebagai “Asesoris” , pelengkap dan pemanis suatu acara…..dan sebagai alasan untuk suatu show yang seimbang karena menghadirkan pakar.
Sampai selesai wawancara dengan PSK remaja perempuan tadi, tak sekalipun Andy menanyakan dampak atau mudharat yang diterima si anak. Semua pertanyaan-pertanyaan hanya memancing jawaban yang seolah-olah memberikan pesan “Bahwa seks bebas adalah sesuatu yang lumrah bagi remaja, dan BETAPA MUDAHNYA MENCARI UANG DENGAN MENJUAL DIRI”. Yang lebih miris, Andy memancing apa benar si gadis juga dipakai pejabat penting ? Lalu tertawa-tawa ketika si gadis mengiyakan sembari menyebut-nyebut pelanggannya dari berbagai lembaga terhormat negara seperti DPR dan BIN. ( Kata-kata itu, lalu diulang-ulang dan diperdalam dalam canda tawa). Yang lebih konyol, ketika Andi memancing lagi, bagaimana bisa tahu bahwa mereka dari lembaga itu? Dan si”Bunga” menjawab “Dari kartu anggota “. (Pas bagian ini baru saya tertawa walau kecut, menertawakan diri sendiri, atas keluguan mencerna sesuatu yang mengabaikan akal sehat, duh apakah masuk akal, bila seseorang akan melakukan perbuatan maksiat lalu menyorongkan kartu identitas dulu? )
Babak demi babak berlalu tanpa ada penekanan bahwa ini adalah sesuatu yang harus diprihatinkan, maka diundang pula nara sumber kedua, seorang PSK laki-laki berusia 19 tahun. Andy kian berani dengan canda vulgarnya, dan berusaha terus mengilik si remaja untuk blak-blakan menceritakan kisahnya sebagai PSK laki-laki dan gigolo dengan pasar 40 % perempuan dan 60% laki-laki ( Tapi versi narator di film pendek yang diputar 70% pelanggannya adalah laki-laki). Andi dengan leluasa mengekspresikan ke’kagumannya’ atas “bualan” si anak yang katanya biasa dibayar sekian perorang(menyebutkan angka fantastis), dan sehari ia biasa melayani sekitar 3 orang. Tragisnya lagi, cerita MENGERIKAN yang diungkapkan si anak yang merupakan berita duka untuk bangsa ini, justru harus diberi applause saban si nara sumber selesai mengobral kisah yang itu kian seru dan kian seru. Andi tak malu-malu mengumbar canda bahwa ia ngiri dengan gigolo bau kencur ini, dan ini adalah sesuatu yang ia juga impikan di masa muda, di saat masuk dalam obrolan bagaimana mereka ‘main dalam mobil dengan beberapa orang gadis. Sungguh-sungguh ini lawakan yang menjijikkan, dan sangat melukai perasaan kita sebagai orang tua, dan tentunya melukai perasaan orang-orang beragama dan BERADAB.
Saya benar-benar gelisah di antara tawa gaduh ratusan mahasiswa dan anak muda yang diundang hadir, sembari sesekali menatap kawan-kawan, termasuk bu Elly yang juga tak dapat menyembunyikan kegelisahan beliau. Saat BREAK, ketua Kowani Ibu Dewi Motik mengingatkan Andy, bahwa sangat tak layak meminta orang bertepuk tangan untuk sesuatu yang memprihatinkan. Berulang-ulang beliau mengatakan merasa didzalimi. Saya juga meminta Andy untuk lebih memberi ruang kepada bu Elly sebagai peringatan kepada masyarakat, terutama anak-anak, agar tidak melakukan kesalahan yang sama. (Saya malahan berharap kehadiran kawan-kawan aktifis yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit kelamin dapat dijadikan sebagai info tambahan, bagaimana situasi dan data-data mengerikan di balik ruang prakteknya ).
Ekspektasi saya waktu itu, sebagai host yang bijak, Andy akan meminta masukan dari para pakar yang banyak hadir, bagaimana baiknya ending acara ini agar tidak disalah pahami, dan pesan yang disampaikan membawa manfaat untuk masyarakat, terutama anak mudanya agar jangan sekali-sekali meniru dan mengulangi kesalahan yang sama.
Duh….Alih-alih meminta saran, rasanya sungguh tak percaya, Andy terkenal dengan citranya yang ‘baik’ malah mengusir saya dari ruangan. Waktu Ibu Dewi Motik meninggalkan ruangan sembari mengucapkan kata-kata yang kurang lebih seperti ini…. “Maaf Andy, saya terpaksa meninggalkan ruangan ini, karena saya dizalimi. Saya pikir yang jadi nara sumber Ibu Elly, tapi ternyata anda memaksa kami untuk bertepuk tangan di tengah cerita yang menyedihkan dari anak-anak PSK ini “. Saya lihat Andy Noya dengan wajah tegang mempersilakan bu Dewi Motik yang memang sudah berjalan pergi, untuk meninggalkan ruangan. Lalu sutradara mengingatkan “Lihatlah acara ini dengan utuh”. Ibu Elly Risman juga berusaha menenangkan dengan mengatakan bahwa nanti di babak akhir acara beliau akan mengingatkan masyarakat.
Biar ruangan tidak semakin gaduh, saya mencoba menyabarkan diri dengan bilang “Ya sudah kalau begitu, saya tetap akan di sini, dan berharap semoga acara berjalan seperti yang dijanjikan”
Tak dinyana tak diduga, eh Andy dengan kasar justru berulang-ulang bilang “Ibu juga ….Ibu harus pergi dari sini, kan ibu sudah tak tahan kan…ibu harus pergi…Ibu harus pergi !!”
Otomatis sayapun mengikuti langkah Dewi Motik, disusul 2 orang petinggi Kowani lainnya, setelah memohon pamit kepada Ibu Elly Risman dan mensupport agar beliau tidak lupa menyampai pesan, betapa bahayanya pornografi dan seks bebas.(Jujur saat itu saya menangis dalam hati, memohon ampun sama Allah jika saya pernah melakukan kedzaliman kepada orang lain…dan beginilah rasanya menjadi pecundang hina dina)
Di perjalanan pulang, kami berempat tak henti-hentinya beristighfar dan bersyukur kepada Allah, atas kekuatan yang diberikanNYA untuk menyampaikan kebenaran ini. Kami tahu, sebagai host acara yang cukup bagus, Andy F Noya senantiasa dihujani puja puji dan tepuk tangan. Karena memang selama ini Andy begitu dikagumi lantaran program Kick Andynya dianggap telah banyak menginspirasi orang. Mungkin karena kehebatan itu. selama ini tak pernah ada yang berani mengingatkan jika suatu ketika Andy salah. Jadi wajar Andy sangat marah ketika kami ingatkan bahwa tak selayaknya “KISAH HOROR” PSK remaja dieksploitir. Hmmm tepuk tangan memang menikam rupanya.
Buat Andy F Noya, terimakasih telah mengusir saya dengan begitu “SANTUN”. Namun maaf sekali, saya tidak merasa lebih terhina. Saya justru bersyukur, karena setelah itu saya dapat kabar, anda memberi ruang untuk Ibu Elly bicara lebih banyak, ketimbang sebelumnya. Saya sangat menyayangkan, show anda yang dikagumi selama ini sebagai suatu tayangan yang “Mendidik”, di antara tayangan sampah, ternyata juga “mengikuti selera rendah pasar” dan eksploitatif. Bahkan hingga di akhir acarapun saya mendapat laporan dari kawan-kawan yang masih berada di dalam, bahwa tak satu patah katapun keluar nasehat untuk anak muda yang bejubel hadir, bahwa ini sesuatu keprihatinan bersama, bahaya besar buat bangsa ini, dan jangan sampai ada yang meniru, atau nasehat apalah yang mendidik.
Anda keliru jika merasa hebat telah melecehkan orang lain. Percayalah, kehormatan dimata manusia tak ada artinya, jika kita tak punya kehormatan di mata Sang Maha Kuasa. Kemuliaan seseorang tak terusik dengan sangkaan manusia manapun. Lagi pula menghina dan melecehkan orang lain, sesungguhnya kita justru tengah menghinakan dan melecehkan diri sendiri.
Karena itu saya juga telah memaafkan anda tanpa diminta. Bagi saya kejadian ini hanya teguran dan pembelajaran dari Allah buat saya, agar kita jangan terlena jika sudah merasa berbuat baik, lalu merasa paling benar dan paling hebat. Ya Allah ampuni hamba.
Oya, satu lagi kekecewaan yang ingin saya sampaikan anda dan crew Metro TV, tak sedikitpun melindungi identitas si nara sumber (PSK remaja perempuan), begitu ia keluar studio rekaman. Saya dan Ibu Dewi Motik langsung dapat mengenalinya dan sempat memeluk serta menasehatinya. Pakaian yang ia kenakan dan atribut yang menyertai masih sama dengan apa yang ia pakai sewaktu dipanggung menjadi nara sumber yang bermandikan cahaya dan sorot kamera. Padahal jika memang benar ia PSK remaja, yang mau bertobat (seperti katanya) tentu ia masih punya harapan untuk hidup baik, bukan malah dieksploitasi dan dipromosikannya sebagai pelacur !!! Pernahkah anda membayangkan, bagaimana perasaan anda jika nasib itu menimpa anak anda sendiri ?
Ketika saya hendak menutup “Cerita menjelang tidur ini”, saya dapat SMS dari Ibu Elly Risman yang bertuliskan “Kau benar adikku. Kakak Kecewa sampai tak tahu harus jawab apa. Tapi mudah-mudahan pesan yang yang sedikit itu sampai. Kita Tidak dilibatkan membuat programnya. Terimakasih ya sayang, telah bersikap”.
Ya Rabbana, berilah kami selalu kekuatan untuk menyatakan kebenaran jika itu benar, dan melawan segenap kemungkaran, meski hal itu harus melukai diri sendiri.
Amin ya Rabbal Alamin.
(Tatty Elmir 19 Januari 2011)
Sedikit sedih juga sih membaca cerita bunda…
Ditengah bertebarannya program – program sampah di tv kita, acara ini jadi salah satu alternatif jika “terpaksa”-nya kita ingin menonton tv. Sangat disayangkan ternyata kejadian seperti ini terjadi.
Namun sepengetahuan saya metode penyampaian dalam acara tersebut memang seperti itu, yang lebih banyak dieksplor adalah SUBJEK dari masalah yang diangkat. Mungkin saja agar lebih mengimbangi jika tema yang diangkat sudah sering/pernah di-”ACARA”-kan [seminar, talkshow, dsb] yang lebih banyak memberi ruang untuk narasumber berbicara.
Saya cuma bisa berharap mudah mudahan kejadian ini [bunda berdua dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan] yang terakhir kalinya terjadi.
By: Gilang on January 20, 2011
at 9:41 am
Terimakasih nak.
Masalah besarnya bukan karena kami diusir itu.
Tapi kami sungguh tak dapat menerima, bagaimana seorang remaja yang terlanjur salah jalan dipertontonkan dengan nyata (bahkan seluruh penonton di studio tahu siapa nama sebenarnya). Lalu sengaja atau tidak tayangan yang dikonsumsi publik tanpa batasan usia ini, dapat meng’encourage’ remaja lainnya untuk melakukan kesalahan yang sama.
Ini eksploitasi yang luar biasa jahat. Kita tidak boleh membiarkan, apapun alasannya.
Ingan pesan the Manic “If You Tolerate This Your Children Will Be Next”.
By: tatty elmir on January 20, 2011
at 10:31 pm
Biasanya sih emang ada pesan di belakang acara. Tapi pemahaman saya, ini eksploitasinya berlebihan. Pesan negatif pula. Beberapa waktu lalu, ada stasiun tv yg mengundang sheila marcia – anji drive sebagai bintang tamu. Sebenarnya apa yg mereka lakukan kan negatif. Kalau kelakuan mereka di-explore gitu, pemahaman masyarakat jadinya ya gapapa nge-seks di luar nikah. Efeknya terutama untuk remaja-remaja.
Mudah-mudahan KickAndy bisa mengambil pelajaran dari apa yang terjadi tadi. Salut buat bunda untuk komitmennya. Salam
By: Alisyah on January 21, 2011
at 12:45 am
Terimakasih Alisyah. Ini bukan hanya pembelajaran buat Andy, tapi juga buat narasumber, saya dan siapapun, agar lebih hati-hati datang ke suatu acara. Dan perlu menanyakan TOR dan goal yang ingin disampaikan.
By: tatty elmir on January 21, 2011
at 5:43 am
sedih banget bacanya,,,plus kecewa
jadi pengen lihat tayangan versi tvnya kapan diputar yah
By: Fitra on January 20, 2011
at 12:50 pm
mungkin minggu depan… yang jumat ini masih yang TKI-TKW
By: Gilang on January 20, 2011
at 8:09 pm
mau nyari twitternya kickandy atau andy noya ah. ngasi linknya…
By: ujangfahmee on January 20, 2011
at 11:05 pm
ini bang,
@KickAndyShow
By: Nur Hidayat on January 20, 2011
at 11:53 pm
kalau membaca notes bunda, saya malah berharap edisi KA tersebut tidak ditayangkan. atau kalupun memang terpaksa tetap tayang, banyak bagian yg harus mejadi editing ekstra. kalau masih “nakal” juga perlu dilaporkan ke KPI biar mendapat teguran. bisa jadi ganti judul program “Bukan Kick Andy”
By: Nur Hidayat on January 20, 2011
at 11:17 pm
dari cerita bunda tatty di atas, kelihatan sekali kalau popularitas tidak selalu sejalan dengan nurani, ya. sebagai seorang host, di samping berupaya menggugah inspirasi, andy juga tentu harus bisa menghibur pemirsanya. boleh jadi memang cara bercanda andy adalah sesuatu yang disukai pemirsa. sayangnya, konteksnya tidak tepat untuk kisah ini
saya agak sedih dan sekaligus salut sama bunda yang berani menunjukkan sikap. tidak banyak orang yang bisa melakukannya secara spontan seperti yang bunda dan ibu dewi tunjukkan.
kita doakan saja semoga andy berani mengakui kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi
By: Julian on January 20, 2011
at 11:19 pm
Ya nak. Kita sepakat, suatu tontonan yang memikat, tentu harus ada bumbu joke.
Tapi tentu tak perlu keahlian untuk menilai, bahwa tanpa kata-katapun, raut wajah sudah mengekspresikan ribuan kata-kata.
Lihatlah host ternama seperti Oprah. Jika narasumber memaparkan tentang sesuatu keprihatinan, takkan pernah Oprah menanggapi dengan cengengesan, apalagi tertawa-tawa di tengah berita bencana.
By: tatty elmir on January 20, 2011
at 11:32 pm
antara sedih, marah, dan juga bangga pada bunda yang berani bersikap. yang terus ada di pikiran saya “kok bisa gitu ya???sayang banget”.
Kalo liat di twiter-nya kickandy sih, acara itu bakal ttp ditayangkan dgn tema “seks bebas di kalangan remaja”, besok jam 21.30 … Coba liat besok deh., jd penasaran juga neeh…
langsung ksh comment2 gitu ke @kickAndyShow hehe
Trmakasih ya bun, sdh berbagi kisah ini,,
By: shinta on January 21, 2011
at 12:26 am
Mudah-mudahan dalam tayangannya nanti, sudah banyak editan, bahkan jika perlu taping ulang. Sehingga masyarakat dapat tercerahkan, bukan malah terinspirasi melakukan kesalahan yang sama.
By: tatty elmir on January 21, 2011
at 5:40 am
Membaca sharing bu Tatty, saya jadi teringat pesan salah seorang sahabat di akhir masa studi saya dulu, yang hingga kini masih terus terngiang jelas dalam benak saya. Ketika itu beliau pesan, “Jangan lupa untuk mengosongkan kembali gelasnya.. agar siap untuk diisi kembali”.
Saat itu saya tidak sepenuhnya sadar, apa sebenarnya maksud beliau. Tapi belakangan saya baru menyadari, bahwa inilah prinsip para pembelajar sejati. Tatkala kita sudah merasa besar, sudah merasa “cukup pintar”, maka sirnalah kesempatan kita untuk belajar menjadi seorang yang lebih baik. Karena “gelas yang penuh” sudah tidak lagi mampu menampung air yang dituangkan padanya.
hmm.. saya turut berempati atas kejadian tsb, bu. mudah2an pihak manajemen Kick Andy bersedia mendengar, dan berbenah atas apa yg telah terjadi.
terima kasih bu, telah berkenan utk berbagi..
By: Reza on January 21, 2011
at 12:54 am
Terimakasih Reza sudah mengingatkan.
By: tatty elmir on January 21, 2011
at 6:07 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb. Ibu Tatty Elmir.
Saya Agus Saputro, mahasiswa di UGM. Saya mendukung sikap dari Ibu dan setuju terhadap apa yang tengah Ibu dan sahabat ibu perjuangkan. Saya juga merasa ingin terlibat dalam perjuangan yang Ibu lakukan. Terima kasih atas ulasan yang Ibu berikan, semoga bermanfaat untuk yang telah membaca tulisan Ibu dan memberikan semangat untuk bisa ikut berjuang bersama-sama. Amien.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
By: Agus Saputro on January 21, 2011
at 3:58 am
Wa’alaikumsalam WW.
Terimakasih Agus. Justru saya selama ini banyak terinspirasi dan disupport oleh mahasiswa dan anak muda lainnya. Jika berminat, Agus bisa gabung dengan ASA Muda.
Salam semangat
By: tatty elmir on January 21, 2011
at 6:06 am
Tante… bangga padamu.
Semoga sikap tegas tante dan bu Dewi Motik dapat menyadarkan Tim Kick Andy atas kekeliruannya. Semoga mata dunia semakin terbuka bahwa Sex Bebas, Pornografi dan kawan2nya ini adalah bencana dahsyat yang akan merusak generasi ke depan.
By: Molly anakmu on January 21, 2011
at 6:56 am
salut tante…
Sedih, kesel, marah..
Lagipula kok KA pilih tema yang salah?
Apa ga ada tema lain yang bisa diangkat?
Masih berharap tim KA metro punya nurani, bisa berfikir lebih baik, dan tidak menayangkan acara itu.
By: Gita Rose on January 21, 2011
at 8:04 am
coba lihat dari 2 sisi, tabayun agar bisa lebih objectif dan bersikap naif… ini mungkin dari sisi ibu tatty, bagaimana dari sisi andy f noya??? jika sudah membaca atau mengexplore keduanya..baru kita boleh bersikap/comment dsb..
By: imam sobari on January 25, 2011
at 1:34 am
Assalamu’alaykum Bu Tatty, bolehkah saya minta izin menyebarkan tulisan ini? terimakasih bu…
By: Rona Khatulistiwa on January 21, 2011
at 8:59 am
saya juga izin shar ya bu
By: bangdha on January 21, 2011
at 7:43 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
sungguh pembelajaran yang sangat bermakna … terima kasih kepada ibu yang sudah mau membagi cerita ini kepada kita semua. dengan membaca cerita ini saya dan mungkin rekan lainnya akan lebih sensitiv lagi terhadap acara – acara talk show yang seperti itu karna tanpa kita sadari banyak sekali acara talk show yang memberikan contoh atau memberikan pembelajaran yang tidak baik tapi malah kita mengikuti nya bahkan membenarkan nya dikarnakan acara tersebut di bilang acara mendidik (terlaris) dan mungkin faktor host yang sudah terkenal padahal melihat cerita ibu di atas saya jadi sadar bahwa tidak semua hal yang di kemas dengan sesuatu yang baik akan memberikan hasil baik juga. sekali lagi terima kasih kepada ibu Tatty Elmir yang sudah membagikan ilmu yang berharga bagi kita semua. Wassalamu’alaikum Wr.Wb
By: alan septiawan on January 21, 2011
at 9:24 am
assalamualaikum..
speechless..:(
ASA muda untuk usia berapa bu? saya ingin gabung…(apa kalo udah jadi ibu2 gabungnya kemana ya bu?buka cabang di Bandung?)
*selalu sedih mendengar berita yang menyangkut bencana kemanusiaan karena belum bisa berbuat apa2 atas hal2 tersebut ->seks di luar nikah (>50% dilakukan remaja jakarta), media pornografi, pornoaksi di kendaraan umum..
By: muthi hael on January 21, 2011
at 11:29 am
salut untuk ibu2 asa indonesia. sebagai ibu saya miris. lihatlah terdakwa kasus video asusila yang dipuji2, seolah dia sebagai ‘orang yang tegar’. naudzubillah
By: bunda on January 21, 2011
at 11:35 am
Sepakat, pelaku video asusila, berungkali ditayangkan di TV, demi rating acara….
By: Agus Wandy on January 21, 2011
at 8:58 pm
ijin share ya bunda …
By: bunda naja on January 21, 2011
at 12:52 pm
bunda, saya izin sharing artikel ini ke blog saya…
nice sharing, smoga karena masi ada bunda dkk, Allah tidak memperparah kondisi bangsa qta terkait kasus pornoaksi dan pornografi
By: chie135 on January 21, 2011
at 12:53 pm
Bunda… ĂЌů terharu membaca nya… Terus berjuang demi menyelamatkan anak2 bangsa ýααҺ bunda… Pekerjaan mulia Чαπƍ tanpa pamrih.
By: wiwiet s. on January 21, 2011
at 1:29 pm
Assalamu’alaikum Bunda, kagum dengan sikap yang ditunjukkan oleh Bunda. Setahu saya, setiap akhir acara Kick Andy selalu memberikan nilai-nilai edukasi bagi pemirsanya. Saya dulu pernah juga melihat soal liputan tentang Waria, pasti ditampilkan narasumber/pakar yang bisa memberikan masukan/koreksi positif bagi kita semua. Mungkin waktu itu Bunda Dewi sudah tidak tahan ya, sehingga langsung bicara dengan Andy Noya nya langsung? Semoga sih tayangannya sudah diedit, narasumbernya diblur wajahnya, juga suaranya diubah.
Sabar ya Bunda, sukses selalu… Wassalam
By: tati on January 21, 2011
at 1:36 pm
Ibuu tatty, merinding baca tulisannya..
setuju banget dengan yg Ibu bilang itu.. itu bencana bangsa ini..
dan saya juga agak kaget dengan apa yang Ibu bilang ttg bang Andy..
saya boleh memperluas perspektif tulisan ibu ya, buat pembaca lainnya juga?
sepengetahuan saya, posisi Bang Andy F. Noya itu kan udah di depan layar. sebelumnya ada tim belakang layarnya yang mempersiapkan hal-hal yang ditampilkan di depan layar itu.. jangan semua ditimpakan ke bang Andy, karena orang2 belakang layarlah (tim produser, tim kreatif, dsb) yg mendesain apa yang ditampilkan oleh Bang Andy di depan layar..
jadi buat temen2 yg baca, jangan langsung menghakimi Andy F. Noya begini atau begitu ya.. karena bukan dia sendirian yang bikin acara Kick Andy itu..
By: ilmanakbar on January 21, 2011
at 2:00 pm
Memang Andi F. Noya itu hanyalah seorang eksekutor dari apa yang telah dikerjakan timnya.. Tapi kalau Andi masih punya hati, tentunya tidak akan menanggapi permasalahan ini dengan tertawa-tawa bukan?
‘
Dan dari apa yang telah dituturkan Bunda Tatty, jelas yang mengusir Andi bukan? bukan timnya? dan Andi menanggapi permasalahan tersebut dengan candaan-candaan yang melebihi batas.
Andi sudah punya nama dan telah menjadi contoh masyarakat, seharusnya dia tahu dong bagaimana caranya bersikap yang benar walaupun timnya tidak mendukung. Kalau macam-macam ya tinggal berhentikan saja tim kreatifnya dan produsernya, masih banyak kok orang-orang yang bisa dipekerjakan.
Ya mau dikatakan langsung menghakimi atau tidak, pasti orang sudah memiliki pandangan negatif terhadap Andi, mas Ilman.
Wong membahas masalah PSK aja pakai tertawa-tawa.
By: turut prihatin on January 21, 2011
at 5:10 pm
Tapi sebagai host yang berpengalaman, dengan jam terbang yang boleh dikata sudah mumpuni, Andy F Noya pasti punya insting dan bisa menilai kalo hal ini kurang pantas diekspose dan bisa saja “merubah” setting dengan improvisasi yang biasa dia lakukan….
By: Agus Wandy on January 21, 2011
at 8:56 pm
Sepengetahuan saya ide dan gagasan Kick Andy banyak dari Andy Noya. Tanpa bermaksud menyalahkan dan membela siapapun. Pembelajarn bagi semua khususnya bag pers di Indoesia yang berlabel tugas jurnalistik yang di lindungi Undang Undang kadang tidak mampu menempatkan diri dan memberikan pembelajaran bagi masyarakat. Santun dalam informasi perlu dijaga, kebebasan pers bukan berarti tanpa payung yang membatasi.
By: rowidyatmoko on January 22, 2011
at 12:17 am
sama seperti ibu, kemarin2 saya menganggap acara itu penuh inspirasi. tak disangka ada kejadian seperti ini….
prasangka baiknya: ybs sedang khilaf… semoga cukup sekali ini saja…
By: Andy MSE on January 21, 2011
at 2:07 pm
Acara Kick Andy yang memang biasa dikemas dengan santai kali ini kebablasan. Turut prihatin.
By: za on January 21, 2011
at 2:08 pm
menyedihkan….
sama saya juga berharap taping acara itu jangan sampe ditayangkanlah…gila apa anak ABG yg kena musibah jual diri malah dijadiin becandaan….menyedihkan …menyedihkan….
By: Reza on January 21, 2011
at 2:21 pm
turut berdukacita atas kemerosotan kualitas tayangan kick andy, walaupun saya sudah lama tidak menontonnya lagi.
tetap semangat, mbak.
By: xvader on January 21, 2011
at 2:44 pm
Dear Ibu Tatty,
Saya seorang mahasiswi S2 jurusan konseling di Jakarta. Saya sudah menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang masih kecil. Saya jujur saja membaca tulisan ini secara tidak sengaja….dan tertarik karena judulnya. Saya menyetujui tulisan Bu Tatty tentang posisi Metro TV dengan pemerintah dan olehkarenanya terkadang jadi tidak peka terhadap lingkungan sekitar karena ingin mencapai goal tertentu, dalam hal ini menguak “kesalahan lain” dari badan pemerintah. Bahkan di FB saya beberapa hari lalu saya sempat menulis demikian “Many times…as we try to reach our ambition…accomplish our goals…Sebaik, sesuci dan semulia apapun ambisi itu (seperti menangkap ‘bad guy’ atau mewujudkan your late wife’s wishes to have a house on a hill…..atau menyelesaikan thesis ^_^….atau menjadi orang yang lebih “suci”)….bisa tanpa sadar membuat kita neglect n mengorbankan kebutuhan orang2 sekitar kita….. (insipired dari film UP dan The Tourist)”. Yah mungkin metro TV di dalam mencapai ambisinya untuk menjadi oposisi juga bisa tanpa disadari atau dengan disadari neglect pain dari orang2 di sekitarnya. Selain itu, seringkali kita tidak tahu harus menanggapi apa terhadap hal-hal yang painful dan sebenarnya miris seperti ini, sehingga kadang “saking” tidak nyamannya dengan emosi dan pengalaman negatif itu, kita berusaha membuatnya lebih ringan dengan bercanda. sebenarnya itu lebih untuk mengurangi kecemasan si host ketimbang mengurangi kecemasan si interviewee. Yah, kita tidak terbiasa tolerate negatif emotion dan berempati mungkin.. Tapi sebenarnya sebagai penonton di studio, apalagi Ibu yang punya keterlibatan di dalam hal ini, saya rasa yang paling sulit adalah untuk menjaga respons tetap tenang dan sopan…. dan kalau membaca dari tulisan Ibu, saya rasa Ibu-ibu berhasil melakukannya. Instead of marah-marah, Ibu sudah berusaha mengungkapkan secara asertif…..meskipun end up dengan diusir. Saya bisa membayangkan kalau saya yang berada di posisi Ibu, belum tentu saya dapat menguasai diri sebaik itu. So, banyak yang mendukung perjuangan ibu-ibu sekalian, tetap semangat.
By: Ayuthia Wijaya on January 21, 2011
at 2:52 pm
Bunda, sangat menginspirasi,
kadang setelah lama berada di langit, orang akan lupa untuk me-meletuskan balon udaranya, sehingga ia semakin tinggi, semakin banyak helium yang disuntikkan ke balonnya, ia makin tak mendengar rengekan manusia yang menjejak bumi, semoga langkah kaki bunda dan teman-teman menjadi jarum yang me-meletuskan balon heliumnya sehingga perlahan ia akan mendengar “kita” yang ada di jejak tanah.
keep sporti!
By: Septian Suhandono on January 21, 2011
at 3:05 pm
Mba Tati. . . saya kagum sekali dengan langkah Mba, semoga ini juga menjadi pembelajaran Bagi Andy F. Noya dan Metro untuk lebih baik lagi ke depannya dalam mengkaji sesuatu.
By: cicih suhaeri on January 21, 2011
at 3:12 pm
Bunda, ijin men-share dan copy ke blog saya, boleh?
saya rasa kebenaran ini harus di sebarluaskan?
mohon responnya
By: seorangayah on January 21, 2011
at 3:14 pm
wakowkaokwaok mau ikut2 terkenal samapi2 di copy di blog anda wakokwoakoakoa
dasar ampas2 indonesia
By: cilox on January 21, 2011
at 10:28 pm
saya tertegun membacanya bu..
By: dani on January 21, 2011
at 3:15 pm
sangat disayangkan sikap tdk profesinal dari Andy F noya…
By: kasjim on January 21, 2011
at 6:10 pm
terima kasih telah memberikan informasi ini mbak, semoga ke depannya Andy tidak begini lagi…
By: rohani syawaliah on January 21, 2011
at 3:37 pm
Tulisan ibu sangat menyentuh. Sependapat dgn rekan2…..salut buat Bu Tatty…Bu Dewi serta rekan2 ibu di organisasi…., semoga Allah SWT melindungi ibu2 yang berhati mulia ini. Dimata saya pak Andi adalah manusia biasa yang bisa salah seperti kita semoga beliau segera menyadarinya…..
By: aldimulya on January 21, 2011
at 3:39 pm
Kagum dan salut atas keberaniannya dalam bersikap..
By: omeoo on January 21, 2011
at 3:40 pm
saya sangat setuju dengan bunda, betapa sedihnya aib saudara kita dijadikan bahan guyonan dan bahkan aib itu disebarluaskan tanpa ada maksud dan tujuannya.
menutupi aib saudara kita adalah hal yg hrs kita pegang.
Saya harap semua pihak dapat mengambil hikmah dari acara ini.
bunda,,,semangat ya!! ^^
By: chiba_kumi on January 21, 2011
at 4:14 pm
ternyata andy itu parah juga ya……. ga sebaik yang selama ini terlihat di kamera…ckckckkckck
By: junisalman on January 21, 2011
at 4:14 pm
Memang tidak pantas rasanya, seperti memberi motivasi pada para remaja untuk berbuat seperti itu.
Saya punya usul, agar kita bersama2 memberi comment pada linknya andy, agar mereka juga tahu, hingga bisa jadi bahan evaluasi. Semoga Allah lindungi remaja2 kita dari hal yg negatif dan menghancurkan peradaban.
By: rika on January 21, 2011
at 4:21 pm
terus terang saya kaget dan hampir gak percaya andy bisa berlaku seperti itu..saat membaca salah satu thread di kaskus.
Mudah2an beliau cepat menyadari kekhilafannya dan meminta maaf kepada ibu dan rekan2.. Dan saya harap acara waktu itu tidak di tayangkan.
Tetap berjuang bu,!
By: XaDaL on January 21, 2011
at 4:32 pm
Ibu tidak pernah berharap siapapun meminta maaf. Manusia memang tempatnya salah bukan ?
Jika Allah saja Maha Pemaaf, masa kita insan yang hina dina ini tidak.
Goal dari sharing ini hanya sekedar mengingatkan, bahwa kita harus lebih lebih sensitif terhadap NILAI-NILAI. Dan semoga ke depan tak ada lagi tayangan TV yang eksploitatif dan menginspirasi orang (terutama anak-anak) untuk melakukan tindakan yang menghancurkan dirinya sendiri.
Terimakasih semangatnya sayang
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 3:11 am
terima kasih bunda,
setelah membaca tulisan ini saya sebagai remaja harus hait_hati menjaga pergaulan saya!
apalagi di saat ini masih rentan untuk melakukan suatu hal yang memang belum pantas utnuk di lakukan!!! k’lo bisa terus kirim nasihat” ya memotivasi saya sebagai remaja untuk terus menjadi lebih baik!!!
syukron ya bun
By: rachman yulianto on January 21, 2011
at 4:32 pm
Saran ibu, isilah hari-harimu dengan produktif, kritis terhadap media dan bergaulah dengan orang sholeh. Karena itu akan ikut menyelamatkan kita nak sayang. Terimakasih atas kepeduliannya.
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 9:06 am
salut buat ibu tatty,. temen-temen di kaskus sudah membuat thread tentang ini,. semoga ibu di berikan kesabaran dan kekuatan..
amin…
By: fikri on January 21, 2011
at 4:35 pm
itulah sebabnya saya jarang sekali menonton acara televisi lokal, bukannya sombong atau apa, tapi itulah indonesia, semua tayangan bersifat sampah… Kick Andy yang saya suka hanya ketika acara sewaktu menampilkan pendiri yayasan ‘Lash Wishes’ saja, yang meingispirasi saya untuk mau menonton Kick Andy. Selain itu juga tulisan Andy F Noya yang pernah saya baca ketika ia membayari orang di belakangnya di jalan tol, atau ketika dia menulis kebiasaan dia membersihkan meja ketika makan di salah satu restoran Fast Food. Sebenarnya hal ini adalah hal biasa yang juga saya lakukan loh, dan saya pernah melihat kebiasaan orang barat itu juga ketika makan di McD. Tapi oh ternyata, di belakangnya seperti itu ???
By: mirianto on January 21, 2011
at 4:38 pm
Salut untuk Ibu Tatty dan teman2 dari ASA… saya pernah skali btemu dgn Saudara Andy F.Noya di bandara, saat itu KA masih tergolong baru.. beliau santun menurut saya.. namun spt yg bnyk tmn2 katakan, bahwa tkadang manusia suka lupa jika sdh berada diatas… mgkn itulah kata-kata yang tepat.
Saya tkadang berpikir bahwa para “pelaku” dibalik layar televisi memiliki banyak topeng yang mereka miliki. mreka bisa menggunakan topeng untuk menarik simpatik pemirsa, pdhl tidak jarang topeng itu mreka lepaskan saat di khalayak ramai. dan tentunya membuat kt justru antipati…
Terima kasih krn sdh berbagi Ibu, cerita ini menjadi pelajaran penting dalam hidup saya
By: Ayu on January 21, 2011
at 4:39 pm
ternyata begitu sifat aslinya andy
aku baru tau bunda
terimakasih atas blognya
By: spiderio on January 21, 2011
at 4:51 pm
lagi stress andi nya kayaknya hahaha :ngakak
By: Ngakak on January 21, 2011
at 4:56 pm
saya sangat setuju banget dengan apa yg di lakukan oleh ibu….
terus berjuang bu……
terlalu banyak orang yg mendukung ibu di luar sana…..
semangat……….
By: davit on January 21, 2011
at 5:07 pm
Asslamualaikum wr.wb
salam kenal bunda…
speachless baca tulisan bunda..gak nyangka banget dengan kelakuan andy F.noya…
semoga bisa dijadikan pelajaran yang berharga buat andy dan metro tv..
By: adeaja on January 21, 2011
at 5:12 pm
ass.wr.wb. Salut atas keberanian ibu untuk mengatakan salah klo memang tak layak untuk di benarkan, semoga apa yang dilakukan ibu bisa menjadi pelajaran buat andi f nova
By: adib on January 21, 2011
at 5:15 pm
saia terharu bgt membaca tulisan ibu,, awalnya saia tau dari kaskus,,ada threat yg bahas masalh ini,, [meminta pendapat kkaskuser lainnya] dulunya saia suka bgt sama acara KA di kaskus juga jadi acara TV favorit,, tapi setelah baca tulisan ini,, saia dapat pelajaran penting akan arti ketulusan perjuangan,,,
satu kalimat buat KA sombong dan angkuh itu hanya milik Allah SWT,, seperti yg saia dengar di khutbah Jum’at tadi,, dan doa org yg di dzalimi cepat dikabulkan oleh Allah SWT,,
terimakasih,
By: putra on January 21, 2011
at 5:23 pm
sy baru baca pengalaman ibu. terus terang, sy kaget dg reaksi yg ditunjukkan para pelaksana acara ‘ka’ tersebut. sy tidak menyangka bahwa yg lebih disorot itu adl sisi kontroversi dr permasalahan tsb yg mungkin dipandang lebih ‘menjual’ ketimbang berfokus pd hal2 yg berbau nasehat, kata2 bijak, dll. padahal kan yg diceritakan itu adl fakta, pengalaman yg seharusnya ga dialami oleh remaja kita, biarpun hanya 1 org. tp sy tetap mendukung komitmen ibu & rekan2 dlm usaha utk memerangi kondisi spt ini dg jalan yg penuh kasih.
tp di satu sisi, perlu dicermati jg, apakah yg terlontar dr host merupakan murni kata2 dia sendiri ataukah sudah ada draft pertanyaan dr pihak2 lain di acara tersebut.
semangat, bu, Tuhan memberkati…
By: Erick on January 21, 2011
at 5:33 pm
ijin share ya Bu’… semoga lebih banyak orang yang bijak seperti Ibu…
By: masakiueda on January 21, 2011
at 5:35 pm
Bunda,
saya ibu dari seorang batita (insya Allah akan hadir lg amanah baru).
apa yg ibu tuliskan mnjadi sharing berguna u/ saya, bahwa “ancaman” pengaruh2 buruk thd anak2 saya kelak sudah ada sejak saat ini, jujur sy “parno” jg dan trs berharap masih bnyk orang2 spt bunda yg trs berjuang u/ menjaga moral anak2 cucu kita, krn langkah2 saya blm spt bunda dkk.
Ijin sharing tulisannya ya, bunda
By: Ria on January 21, 2011
at 5:38 pm
semua acara TV hanya mengejar rating, meskipun selalu tampak baik dan menyajikan ketulusan.
sedih dan gemas membacanya.
By: andi on January 21, 2011
at 5:41 pm
Terima kasih Bunda Tatty…
Kadangkala ketika sudah di atas, kepedulian dan kepekaan menjadi berkurang. Semoga apa yang bunda lakukan dicatat sebagai tambahan amal kebaikan…
By: ibnu rusli on January 21, 2011
at 5:48 pm
Tidak ada kata2 yang lain selain KAGUM
salam :blogwalking …
By: ferie on January 21, 2011
at 5:58 pm
Dahsyat Bunda!
By: deatantyo on January 21, 2011
at 6:06 pm
astaghfirullahal’adzim…
saya sangat sedih mengetahui ada siaran semacam ini.. tak pernah saya sangka Kick Andy lah yg menyiarkan acara seperti itu.. sungguh menyedihkan..
bahkan Kick Andy pada jam tsb, lebih buruk dibandingkan sinetron picisan manapun
By: suararaa on January 21, 2011
at 6:09 pm
biasanya sih setiap acara tapping pasti akan banyak sekali edit” di sana dan disini
By: Alfi on January 21, 2011
at 6:09 pm
Astagfirulloh,
Saya dapet informasi pertama dari kaskus.
Sedih bacanya, walau saya yakin Ibu dkk hatinya tegar, ga kebayang rasanya bagian dari perjuangan dijadikan olok2.
Semoga Alloh memberikan yang terbaik, akhirnya kita serahkan segala urusan kepada-Nya. Amin ya rabb
By: dedy on January 21, 2011
at 6:20 pm
gak disangka kick andy seperti itu… terimkasih atas infonya bunda…pembelajaran buat sy…
sy jg ingin ujin share tulisan ini ke blog sy sbgai ungkpan keprihatinan…
By: nizar kamal on January 21, 2011
at 6:32 pm
Terus terang saya tidak sempat nonton tayangan Kick Andy tersebut tetapi mendengar cerita Ibu, yg saya dapat sampaikan: Bravo!!!
Kita sangat butuh figur seperti Ibu-Ibu yang berdiri membela kebenaran dan tidak terdikte oleh komersialisasi media.
Terima kasih Bu.
Salam.
By: felicia on January 21, 2011
at 6:34 pm
tak bisa komentar, membaca postingan ibu dan komentar-komentar di sini membuat saya membuka mata, semoga saja pihak Kick Andy bisa instropeksi setelah kejadian ini, agar tidak terulang lagi kejadian “miris” seperti ini.
By: awym on January 21, 2011
at 6:40 pm
Terimakasih telah berbagi,bunda.. semoga bunda dan teman-teman tetap semangat. ibu saya pernah ikut acara seminar dengan ibu Elly Risman, dan beliau sharing hasil seminarnya dengan saya.. saya ikut prihatin dan miris dengan nasib anak-anak Indonesia sekarang dan ke depannya..
Semoga Allah selalu menyertai langkah ibu, dan perjuangan ibu dan teman-teman dihitung sebagai amal soleh.. =)
By: tazkia on January 21, 2011
at 6:41 pm
Terima kasih Bu sudah berbagi dengan kami. Semoga Allah selalu merahmati Ibu dan keluarga.
Saya juga sebelumnya adalah penyuka acara Kick Andy, semoga kejadian ini hanyalah kekhilafan yg sewajarnya dibuat oleh manusia. Tapi saya sungguh menyesalkan adanya kejadian dan acara yang sedemikian. Saya dukung sikap Ibu dan rekan-rekan Ibu. Saya jadi ingin melihat acaranya jadi seperti apa?
By: Faisal on January 21, 2011
at 6:52 pm
Subhanallah. . .
tetep semangat yaa Bunda, slalu Istiqomah, moga Allah slalu melindungi bunda. . .
terbukti bunda, bahwa setiap orang yg pintar blom tentu cerdas, apalagi memiliki “adab”, manusia dengn ilmu sbyk apapun tpi tdak “beradab” tak lebih baik dari . “maaf”, s*mp*h”. . .
saya sgt kagum dgn keberanian bunda dalm menegaskan kebenaran, itu adalh hal bijaksana yag tdk dpt dilakukuan sembrng org, bunda yakin bahwa Allah akn melindungi kebenaran, tak peduli siapapun yg perlu di tegur. . .
semoga si Andy, mmbca tulisan bunda dan mempelajarinya bagaimna cara jadi org “pintar”. . .Barakallah ^_^
By: Fizh-Hahn on January 21, 2011
at 6:59 pm
Assalaamu’alaikum,,
maaf bunda, saya pake nama screen sebelumnya, udah jadi kebiasaan…
Memang, namanya juga manusia, pasti ada “begitu” nya lah…saya juga ragu orang2 yang sering masuk tv ini apakah memang sebaik seperti pada saat acaranya atau tidak. Semua punya kekurangan, oleh karena itu yang pantas untuk dijadikan tuntunan hanyalah Rasul SAW. Menghadapi acara2 TV, tidak semua buruk, di sekian banyak yang “sampah” pun kadang ada pelajaran yang bisa diambil. Sebaliknya juga, diantara yang katanya “inspiring” atau “motivating” pun kadang ada yang keluar jalur. Ya itulah manusia…
Maaf bunda sebelumnya, cuma opini yang numpang lewat. Alhamdulillah Bunda udah sabar, semoga bisa jadi cermin buat yang lain dan tidak ada masalah macam2 kedepannya.
Wass
By: eyeshield30 on January 21, 2011
at 6:59 pm
wah begitu rupanya
By: MKJ on January 21, 2011
at 7:06 pm
semoga Bung Andy tersadarkan akan hal ini. semangat terus Bunda.
By: benny nafariza on January 21, 2011
at 7:12 pm
adalah hal yang sering kita tidak tahu….
dibalik sebuah kesuksesan sebuah tayangan….
ada hal yang justru menjadi titik balik kehancuran…
tanpa disadari mungkin…tapi mungkin juga menghalalkan segala cara…
kebenaran hanya ada di nurani….bukan dipernyataan…
By: laras on January 21, 2011
at 7:15 pm
terima kasih bu…
ini memberi kita perspektif baru, bahwa apa yg tampak didepan mata biasanya tdk selalu seperti kejadian sebenarnya…
makasih ibu telah berani bersikap..
makssih ibu telah berani mengungkap.. meski tulisan ini lebih bersifat opini dan tdk both side, tapi paling tidak kami punya bahan untuk menilai sendiri serta memilah mana yg harus disanjung dan mana yg harus dikritisi..
salam buat teman2 ibu dan bu ely risman… tetap semangat…
By: anto on January 21, 2011
at 7:37 pm
MasyaALLAH, kita kadang memang terlena dengan pembentukan opini oleh media
Terima kasih sudah berbagi….
mohon ijin untuk dibagikan ke saudara-saudara lainnya…
Semoga ALLAH Azza wa Jalla selalu melindungi kita semua amien….
By: indra on January 21, 2011
at 7:37 pm
kisah sudah masuk ke kaskus bu, sumbunya sudah terpercik, tunggulah ledakanya. Semoga mereka lebih punya empati terhadap ‘harga diri’.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6735568
By: dany wicaksono on January 21, 2011
at 7:40 pm
Ananda Dany.
Ibu tidak ingin membuat keruh. Bangsa kita masih banyak PR yang harus dikerjakan. Namun demikian tetaplah kita saling mengingatkan untuk perbaikan ke depan. Bukan untuk saling menghancurkan. Salam semangat
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 3:18 am
Semoga Ibu dan teman-teman selalu diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan Ibu. Amin.
By: Nad on January 21, 2011
at 7:40 pm
assalamu’alaikum bunda..
Subhanallah..ternyata bnyak skali hikmah di balik suatu kejadian..smoga kita yg lebih peduli dengan realita yg ada mampu memberikan yg terbaik dan bermanfaat..sangat terkesima,dan tidak menyangka..tapi ini nyata..semoga kita smua di tuntun olehNya slalu…
By: fajarembun on January 21, 2011
at 7:47 pm
Secara pribadi saya salut dan bangga sekali pada para ibu dan kaum wanita Indonesia yang berani bersikap ditengah-tengah tertindasnya kaum wanita baik secara tradisi maupun pendidikan.Semoga sikap berani para perempuan ini tertular kepada kaum wanita lainnya. Juga, semoga tindakan ini berdampak positif, jangan sampai hanya berahir sebagai aksi sesaat yang tidak membangun. Sebab kita sangat membutuhkan acara-acara televisi yang berkualitas, ditengah2 acara2 sinetron yg ga ada habisnya.
By: Al Rasyid on January 21, 2011
at 8:01 pm
saya mendukung sikap ibu. mudah-mudahan Andi F Noya tercerahkan. Arogansi tidak memajukan apapun.
By: lukman on January 21, 2011
at 8:20 pm
heemm… *menghelanafaspanjang*
walo pahit, tp saya bersyukur ada yg bercerita, krn saya salah satu penggemar acara tsb (walo ga selalu nonton). terimaka kasih bu, sdh berbagi…
By: sisil on January 21, 2011
at 8:38 pm
Bu Tatty,, apa yg anda rasakan benar adanya.
Saya pernah blg sm istri sy pd saat mnyaksikan tayangan KA,
“Aneh,penderitaan org kok mlh dikasih applause?”
Sejak saat itu saya sdh mls ntn KA lg.sy mbandingkan dg Oprah,
Bila ulasannya ttg penderitaan org,saat break iklan pasti mreka
Tdk ada yg tpk tgn.. Smuanya hening..
Masalah prostitusi bwh umur di *ID* emg udh pd thp gawat..
By: Bimo Prabowo on January 21, 2011
at 8:41 pm
Allahu Akbar!!! Basmi kemungkaran dan kemaksiatan di muka bumi ini bunda!!!
By: andi on January 21, 2011
at 8:43 pm
Terima kasih Bu, Karena Ibu telah melaksanakan sesuai dngn Hati nurani dan Kebenaran, Salut dan kagum ku buat Ibu dan Teman-teman.
By: saidi on January 21, 2011
at 8:49 pm
andy perlu di Kick….
By: Agus Wandy on January 21, 2011
at 8:51 pm
Dear Bunda,
Inilah yang saya fikir adalah budaya bangsa kita. Saya melihat sifat yang sangat indonesia pada diri Bunda Tatty Elmir.
Budaya bisa mengatakan dan bersikap tetapi tetap rendah hati dan Santun dalam bertutur kata.
Saya tahu Bunda tersakiti perasaannya. Tapi Bunda tetap bisa santun dalam menulis cerita ini.
Terimakasih Bunda. Sudah menjadi salah satu cermin u kami.
U Bunda Dewi Motik, kami juga berterimakasih u kekuatan Ibu sebagai seorang wanita Indonesia bersam Bunda Tatty Elmir.
Mudah2an Kita semua, termasuk bpk AN, juga dirahmati Allah swt. Dan generasi penerus kita terjaga dari kesengsaraan akibat kesalahan ‘kita’ dalam mengelola persoalan pornografi.
Salam Hangat u semua..
By: abdul mukti syarif on January 21, 2011
at 8:55 pm
sangat di sayangkan tapi mungkin itulah jika seseorang tengah di atas. semoga dia menjadi ingat kembali
By: andi sakab on January 21, 2011
at 8:55 pm
Semoga bunda sehat selalu dan tetep berjuang walo semakin tinggi gunung menghadang….. insya Allah segala daya upaya bunda akan menuai hasil…. saya juga ada kok beberapa video berkaitan tentang upaya penanggulangan Narkoba untuk Kalsel… mungkin bunda berkenan silahkan contact email saya…. tx selalu berjuang untuk kemaslahatan generasi kita yang sehat
By: agus syaiful on January 21, 2011
at 9:06 pm
Terimakasih nak. Semoga Allah senantiasa menuntun kita di jalan yang diridhoi, bukan di jalan yang dimurkai.
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 9:15 am
Dear para pejuang kebenaran,,,
Meskipun nyawa taruhannya,, jika itu benar maka katakan BENAR dan jika itu salah katakan itu SALAH…
Demi ALLAH,,, kebenaran adalah dipihak ALLAH yg maha kuasa….
Mdh2an yg khilaf dapat mengintropeksikan diri’y…… Amiinn
By: irvan mada on January 21, 2011
at 9:17 pm
Bagi saya, innaalillaahi, keinginan untuk nonton program KA turun 70 %
By: kemash on January 21, 2011
at 9:24 pm
salam bunda, ijin share dan copas ke link kick andy langsung ..
saya bener2 kecewa bacanya ini.. bolehkah???
By: muhammad on January 21, 2011
at 9:35 pm
Merinding banget membaca tulisan ibu, slama ini saya demikian menyukai acara KA, saya sangat setuju bahwa ini adalah sebuah bencana, bagaimana mungkin kita “tertawa ataupun bertepuk tangan” pada penderitaan anak bangsa, yang jika saja mereka bisa membalikkan waktu, takkan mungkin mereka memilih profesi yang demikian itu.
Sebagai ibu, dari anak2 yang masih kecil, saya berharap kalau pun acara itu tetap disiarkan, mudah2an telah melalui serangkaian editing, hingga bisa menyisakan pembelajaran yg positiff bagi kita
Salut untuk ibu…
By: yanti73 on January 21, 2011
at 9:48 pm
luar biasa sikap ibu, satu kesalahan bukan berarti kehormatan telah hancur
By: Syah Ali on January 21, 2011
at 9:51 pm
Sabar bun.. Suatu saat kebenaran akan terungkap.. Hitam adalah hitam,putih adalah putih..
-Pejuang dari negeri 1000 menara-
By: Hary on January 21, 2011
at 9:56 pm
Wah ternyata KA cuma pake topeng selama ini, ternyata sama saja dg yang lain……
Sabar aja Bu……semua itu ada balasannya kok………
By: sofian on January 21, 2011
at 9:56 pm
Mohon ijin untuk meng-copy tulisan ini dan menyebarkannya. Terima kasih sebelumnya….
By: misma idris on January 21, 2011
at 9:56 pm
Ah lebay doang ni perempuan..
By: greenwar on January 21, 2011
at 9:56 pm
Wah, pemuja Andy Noya ya? Gak bisa terima kenyataan kalo idolanya bisa kepeleset en sekali2 perlu di-kick juga? He3…
By: Idrus on January 22, 2011
at 7:07 am
bu,,, saya turut prihatin
izin share ya,,,,,,bolehkah?? saya mau share di FB saya…
By: armelzahfauzi on January 21, 2011
at 10:07 pm
hmmm…..ikut prihatin dengan berita yang seperti ini..semoga kita semua tetap dibawah lindungannya….
By: wahyu on January 21, 2011
at 10:10 pm
Salam kenal, Ibu Tatty,
saya tertegun membaca tulisan Ibu ini… semoga saja acara tersebut tidak ditayangkan. miris rasanya membayangkan joke-joke yang tidak sepantasnya dilontarkan atas tragedi yang menimpa remaja PSK itu ditayangkan ke seluruh pemirsa Indonesia.
Saya salut pada Ibu Tatty dan Ibu Dewi Motik yang berani tegas bersikap. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi Metro TV dan Andy (dan host-host lainnya), untuk cerdas menyikapi segala kondisi yang memprihatinkan.
Salam hangat saya, Ibu…
By: nanaharmanto on January 21, 2011
at 10:15 pm
Saya bangga terhadap Bunda dan teman2, yg terus memegang prinsip. Alangkah mulianya hati bunda dan teman2 semua yg begitu perduli diantara ketidakperdulian.
Ini sungguh pembelajaran yg berharga.
Ps, Bun, bagaimana caranya kalau saya ingin ikut membantu Bunda? Saya jg seorang ibu yang punya anak. Alangkah Takutnya saya akan bagaimana anak saya menghadapi dunianya nanti yg sepertinya semakin jauh dari ImAn?
By: lies on January 21, 2011
at 10:20 pm
saya kecewa bu sekali membacanya…..
ibu sudah bertindak benar….tetap semangat bu….
By: Prahasti on January 21, 2011
at 10:21 pm
pemikiran pendek dan tidak mau memikirkan orang lain…kenpa???
1. bila emng itu acara diluar jalur menurut ibu kenapa harus pergi begitu saja???
apakah anda tidak memikirkan mahasiswa dan orang2 disana yang menurut ibu itu berpikir anak kecil yang sama 1 pemahaman ibu dengan anda???klo gw sebagai mahasiswa yang kuliah perguruan negri tinggi di bandung mengikuti acara itu disana tidak akan sama dengan pemikiran anda..justru kita mengetahui selukbeluk lingkaran pekerjaan mereka dan tidak menerima ke otak gw dengan mentah2 dan kata crew jg diakhir2 acara akan ada pembahasan negatifnya dll.
2. bila anda orang pintar dan berpindidikan ada bisa kan tunggu sampai beres dan acara sudah beres anda bisa berbicara kepada mereka bila acara ini bla…bla…bla…dan itu buat pembelajaran untuk acara KA.
3. klo gw jd masahasiwa yang datang kesana saya lebih kecewa melihat pakar di lingkaran itu malah pergi…malah saya berpikir pakar di lingkaran itu mental tempe!!!gmn mau jd pakar segitu aja udah lembek…dari pada gitu mendingan ibu ngaji dirumah dan doakan anak muda di indonesia menjadi orang2 yang benar
klo kata gw ibu pengen bikin sensasi aja x..sampai2 segininya…
klo mau bikin sensasi beljar dl dong ke sinta dan jojo
bukan seperti ini??karena anda manusia dewasa dan berpendidikan….
By: cilox on January 21, 2011
at 10:26 pm
Ananda Cilox yang baik, Ibu tidak pergi begitu saja. Tapi disuruh pergi. Terimakasih ya nasehat bijaknya.
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 2:43 am
assalamualaikum
Ibu Tatty anda betul2 orang yg berjiwa besar dan ksatria, kisah ibu berdasarkan fakta dan realita, dan sy bangga masih ada orang yg betul2 berjuang dan bernurani, sy justru melihat anda yg kuat dan benar, bagi sy tidak peduli siapa yg jadi hostnya, yg jelas tindakannya yg mengusir tamu yg justru ingin menasehati dan mengarahkan serta mengingatkan si empunya acara agar berada di jalur yg beretika, mendidik bagi kami yg rentan terjerumus terhadap hal2 yg ‘negatif’ itu, dan juga agar meninggalkan kesan dan pesan yg bisa diambil sebagai pelajaran untuk penonton tapi ternyata host tersebut justru menanggapinya dengan cara yg diluar dugaan, ‘karena selama ini kesan yg sudah terbentuk kepadanya adalah sangat positif’, sy pikir ibu dan teman2 ibu yg lain jauh lebih dewasa dalam bersikap, dan sy miris dgn kelakuan orang yg menyoraki dan bertepuk tangan diatas panderitaan subjek wawancara yg justru menjadi lebih tereksploitasi.
kemudian sy ingin menanggapi tulisan “cilox” diatas, CILOX sebagai orang yg merasa lebih pintar dan berpendidikan dan dengan bangganya mengaku ‘klo gw sebagai mahasiswa yang kuliah perguruan negri tinggi di bandung ‘ (di poin 1) dan menyebut atw meragukan ibu dan teman2 sebagai orang yg pintar dan berpendidikan ( di poin 2) dan bahkan merendahkan ibu dan teman yg lain dengan menyebut ‘…malah saya berpikir pakar di lingkaran itu mental tempe!!!gmn mau jd pakar segitu aja udah lembek…’ (di poin 3) dan di akhir menyebut ibu dengan kasarnya hanya ingin mencari sensasi, maaf yah bu, orang2 sok mahasiswa yg kayak cilox inilah yg pastinya akan bersorak paling heboh dan antusias bila dia hadir disana karna dia merasa paling pintar, paling mahasiswa, paling suci, paling berpendidikan, paling idealis, padahal dia sebenarnya menikmati dan suka bila mendengar joke2 yg merendahkan orang. dia terlalu pintar dan bangga diri sampai2 tidak sadar bahwa pemikirannya justru dangkal dan tak berhati nurani apalagi empati kepada subjek yg sebenarnya adalah korban. orang2 macam cilox inilah orang yg tak pernah berkaca diri, merasa berpendidikan tapi tutur kata dan bahasanya sama sekali tidak mencerminkan etika, sy merasa lebih nyaman bicara dgn tukang becak yg santun di sekitar rumah saya dibandingkan dgn membaca tulisan ‘mahasiswa yang kuliah perguruan negri tinggi di bandung’ ini.
dan sy salut dengan tanggapan dan jawaban ibu Tatty kepada cilox, anda betul2 memperlihatkan ketinggian budi ibu dgn jawaban anda,
sebagai tambahan lagi bu, cilox ini kayaknya menanggapi tulisan ibu hanya dengan kedangkalannya, kalo tidak mau menyebut kebodohannya, tanpa membaca dgn teliti. jelas2 ibu menulis ibu ‘diusir’, bahkan ditekankan sampai 3 kali tapi cilox menanyakan kepada ibu “kenapa harus pergi begitu saja?”. dan juga dia menyuruh ibu mengaji saja dirumah dan mendoakan anak muda indonesia menjadi orang2 yg benar, seolah2 dia sudah menjadi orang yg benar, naudzubillah min dzalik ternyata di dunia ini ada ya orang kayak cilox ini.
coba liat juga judul tulisannya ‘pemikiran pendek dan tidak mau memikirkan orang lain…kenpa???’
hehhehehe sebenarnya justru dia yg seperti itu kayaknya, pemikiran pendek dan tak mau memikrkan orang lain
wassalamualaikum
By: hide on January 22, 2011
at 8:02 am
Saya salut dengan sikap Ibu, mohon terus berjuang ya bu….., semoga Ibu dan rekan seperjuangan Ibu selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam beraktivitas, amin
By: Renny on January 21, 2011
at 10:29 pm
Ibu Tatty Elmir yang baik yang telah share ni berita, terima kasih sebelumnya karena ane bisa kritis ma acara Kick Andy.
Tidak ada salahnya ketika ane yang sedari dulu nge-fans berat ama Kick Andy (Program acaranya, termasuk hostnya) jadi agak sedikit bertanya yang kemudian cenderung kritis setelah membanca tulisan ibu Tatty Elmir.
Namun, secara pribadi ane menganggap apa yang diceritakan ibu Tatty Elmir sebagai curhat (untuk sementara waktu) dan belum berani mengambil kesimpulan terlebih dahulu sebelum ane tahu secara detil dari kisah semua ini.
Meskipun ane bukan orang yang tahu detil tentang program acara TV, baik proses produksinya sampai dengan penayangannya, namun tidak ada salahnya juga sebagai seorang penikmat acara Kick Andy ane bertanya beberapa hal kepada bu Tatty Elmir.
Yang pertama, apakah bu Tatty Elmir tahu bagaimana proses sebuah acara TV diproduksi sampai dengan kemasan secara utuh sebuah acara TV disajikan hingga dapat dinikmati oleh penonton di depan layar kaca? Jangan-jangan bu Tatty Elmir hanya melihat sepotong-sepotong kemudian mengambil kesimpulan sehingga mengambil sikap untuk keluar dari studio?
Jika boleh ane flash back, dulu Kick Andi pernah menayangkan dalam satu episode tentang kesalahan-kesalahan Andy F Noya dalam take wawancaranya. Bahkan ditayangkan pula seorang Raja yang membikin gaduh acara (pada saat pengambilan gambar) karena membawa gangguan mistis yang mengakibatkan acara tidak berjalan sebagai mana mestinya. Akibatnya wawancara dengan Raja tersebut tidak ditayangkan.
Yang Kedua, apakah (mungkin) bu Tatty Elmir kecewa dengan Andy F Noya tidak mewawancara Elly Risman sebagai narasumber utama yang duduk di sofa di atas panggung karena bu Tatty Elmir merasa ibu Elly Risman sebagai pejuang hebat? Jika demikian, bu Tatty Elmir mungkin agak sedikit berlebihan. Karena Andy F Noya hanya menjalankan apa yang diperintahkan seorang director.
Yang Ketiga, sebegitu emosionalkah bu Tatty Elmir hingga ibu kemudian secara subjektif menganggap bahwa acara Kick Andy tidak layak lagi untuk ditonton oleh masyarakat Indonesia yang telah muak dengan acara-acara TV laen yang ga bermutu?
Maaf ya kalo ane kasih komeng yang mungkin ga sebagaimana yang diharapkan. Tapi menurut ane nih, jangan mengambil kesimpulan final terlebih dulu. Butuh berita yang lebih objektif agar semua ini fair, tidak berat sebelah.
By: suwoko on January 21, 2011
at 10:30 pm
51% remaja perempuan SMP/SMA di Jabodetabek sudah tidak perawan lagi, berarti kasarnya 1 dari 2 orang anak perempuan SMP/SMA sudah pernah melakukan hubungan seks dengan pacarnya, tanpa sepengetahuan orangtuanya. Perempuan memang tidak bisa sepenuhnya disalahkan, dan kesalahan juga ada dipihak laki-laki. Itu baru remaja, saya yakin kalau sudah Kuliah atau Kerja presentase-nya jauh lebih tinggi. Keadaan kota-kota besar lainnya di Indonesia juga sama parahnya. Wajar kalau seharusnya topik ini membuat orangtua PRIHATIN bukan dibuat canda.
Agak OOT tapi ini contoh lain betapa rusaknya generasi muda Indonesia: CLICK HERE FOR ADULT ONLY (anggotanya sudah lebih dari 15.000 remaja, dan masih ada buanyaaaak lagi grup-grup serupa di Facebook, silahkan search sendiri) SIAPA TAHU ADA PUTRA-PUTRI ANDA DISANA. Dan siapa tahu putri-putri anda termasuk dalam 51% tadi juga. Jadi memang seharusnya para orangtua khawatir dan prihatin, bukan malah dibikin canda. SAYA MENDUKUNG IBU.
By: Youfan on January 21, 2011
at 10:31 pm
*** Mohon lihat dulu tayangannya… apa yang terjadi saat proses rekaman masih sangat mentah. Yang disiarkan sudah alami proses SENSORSHIP..
By: M Alfatih on January 21, 2011
at 10:32 pm
Setuju mas Fatih yang baik, saya sangat berharap, editor bekerja keras menyensor banyak hal. Semoga jangan sampai ada anak-anak kita justru terinspirasi meniru yang tak baik. Terimakasih ya.
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 2:13 am
Salut buat perjuangan ibu.
Semua yang ibu lawan dalam kampanye mulia ibu bersumber dari media. Kalau pornografi sudah jelas… yang harus diwaspadai juga yang terselubung seperti film atau musik yang dalam cerita dan liriknya (atau video klipnya) bisa mempengaruhi nilai2 remaja kita.
Karena tuntutan industri media berlomba-lomba untuk mencari sensasi dengan kemasan yang bombastis. Mereka ingin “lain daripada yang lain” kemudian mengekspose nilai2 diluar nilai2 yang ada.
Coba cermati film2 hollywood dan musik mereka. Lihat bagaimana lirik sebuah lagu dan video klipnya yang mengumbar sensualitas banyak bertebaran (dan laku! lihat bagaimana melejitnya Britney Spears ato Christina Aguilera yang menjual sensualitas remaja atau “black music” yang tidak bosan-bosan menceritakan “party2″ mereka). Tengok film-film hollywood yang “mencuci otak” dengan menanamkan nilai-nilai yang mereka samarkan dengan nilai “cinta”, “kemanusiaan” dll tapi sebenarnya menjerumuskan!. Mereka mengaburkan batas antara benar dan salah, baik dan buruk, patut dan tidak. Sedihnya ini juga mulai ditiru oleh film dan musik dalam negeri. Dan inilah yang dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak kita apalagi zaman sekarang dengan teknologi yang sedemikian maju alangkah mudah mengakses itu semua.
Sesuatu yang diulang-ulang walaupun itu kebohongan tentu akan tertanam dalam otak. Teorinya begitu. Hyper Semiotic. Kebohongan yang di blow up, disebarkan. Akibatnya kita mengalami hyper realitas, sudah tidak tahu mana yang benar dan yang salah.
Pakar di barat pun mengingatkan bahaya media karena banyak kasus dimana seseorang menganggap apa yang dia lihat dan dengar di media itu realita dan wajar lantas menjadikan itu nilai dirinya. Contohnya ada seorang remaja putri di Inggris yang punya cita2 untuk tidur dengan 1000 pria karena dia kagum dengan salah satu tokoh dalam film “Sex and The City”. Diceritakan karakter tokoh tersebut sangat nyaman dalam kehidupan percintaannya yang bebas. Kemudian apa yang terjadi? Akhirnya keinginannya terpenuhi, tidur dengan 1000 pria tapi dia kemudian menyesal dan merasa apa yang dilakukannya salah. Ini belum hancurnya reputasi dia dimata teman2nya atau keluarganya yang terlanjur menganggapnya seperti pelacur.
Menurut saya apa yang ibu lakukan sangat benar. Saya dukung 1000%! Kalau tayangan yang dianggap berkualitas saja sudah ikut-ikutan menyebarkan nilai-nilai yang salah dan menyesatkan masyarakat, bagaimana yang lain ? Tidak boleh dibiarkan. Fight !!! Untuk anak2 kita, remaja2 kita, masyarakat kita, untuk bangsa kita….
By: Fajar on January 21, 2011
at 10:33 pm
bunda . saya turut prihatin dgn kejadian ini bun .
dr sudut pandang saya , acara pertelevisian skrg ini hanya mengejar rating . lbh banyak mengeksploitasi suatu masalah agar2 benar2 menarik untuk ditonton . padahal seharusnya ada yang lbh penting dr sekedar “menarik” . bagaimana membangun dan membuat penonton menjadi lbh baik setelah menonton sebuah tayangan.
keep spirit bunda
btw saya pngn gabung nh di ASA muda . gmana caranya ya bun ?
By: fahmi yusuf on January 21, 2011
at 10:37 pm
ternyata….
By: Trigonal on January 21, 2011
at 10:38 pm
Alhamdulillah ternyata masih ada orang yang berani mengungkapkan kebenaran, meskipun itu pahit. dan kejadian itu sangat memberi pelajaran berharga buat saya khususnya.
salam,
By: yazid on January 21, 2011
at 10:38 pm
Assallamu’alaikum bu Tatty, saya kebetulan membaca tulisan ibu sempat kaget. Ternyata kok seperti itu ya Andy F Noya. Selama ini saya juga menganggap acara tersebut paling berkualitas di antara acara yang tidak berkualitas lain. Tapi setelah membaca tulisan Ibu, saya jadi semakin pesimis dengan konten dan kualitas Media terutama acara televisi yang ada.
Mohon Ijin share tulisan ini di Blog saya, bolehkah?
By: Muhammad Ainur Rofiq on January 21, 2011
at 10:48 pm
Salut buat ibu….
Keberanian ibu dan bu dewi motik dpt menjadi inspirasi buat msyarakat kita utk berani mengoreksi sesuatu yg menyimpang dan merugikan meski itu dilakukan oleh org hebat….
Andy F Noya mmg org hebat bu, sepertinya dia terlalu merasa dan mengganggap dirinya hebat,pintar dan sukses…itulah kelemahannya saat ini…sukses selalu buat ibu.
By: muhammad bustomy on January 21, 2011
at 10:49 pm
Salam, Bunda…
Saya turut prihatin dgn kejadian yg Bunda alami.
Media memang kadang kebablasan… Banyak contoh yg buruk yg sengaja atau tidak sengaja di ekspos oleh mereka, lewat infotainment maupun program lain..
- Sheila Marcia & Anji Drive
- Andi Soraya & Steve Immanuel
- Luna Maya & Ariel Peterpan
Seks bebas seakan bukan perbuatan dosa.
Terus berjuang Ibu…
Semoga Allah SWT melindungi kita dan anak-anak kita dari dosa besar itu.
By: agha on January 21, 2011
at 10:51 pm
tetap semangat ya bunda! terus berjuang untuk mengingatkan masyarakat ttg bahaya sex bebas, prostisusi remaja, dan pornografi thdp anak.
By: ajeng on January 21, 2011
at 10:53 pm
memang sering kita tertawa d atas penderitaan orang lain!!!! dan saat tertawa kita sering lupa bgmn perasaan yg di tertawai itu!!!! salute bu..mmg kdang acranya begitu joke2nya sering kelewat….!!!! tulisan yg meinspirasi untuk bisa tetap berpikir jernih d dlm situasi apapun …
By: oopsawi on January 21, 2011
at 10:57 pm
Wah.. Tertawa di saat yg tidaj tepat..
Yang bikin miris adalah tayangan ini akan ditonton oleh masyarakat indonesia.
Bagaimana tontonan yg selama ini lekat dgn label ‘cerdas’ bersikap akan menjadikan panutan dan panduan bagaimana ‘cerdas’ itu.
Ketakutan saya bila menertawakan dipandang untuk hal ini dianggap lazim dan lumrah hingga kemudian dicontoh.
Tapi saya yakin sodara sodara dapat memilah mana yg baik dan tidak.
Saya berkali2 menyelanggarakan kegiatan berkaitan dgn isu hiv aids, kespro, pergaulan remaja, semenjak sma hingga skg hampir selesai kuliah, saya selalu tekankan kepada tim untuk jangan lupa berkonsultasi dgn sodara2 di ASA jateng maupun dgn kawan2 lsm. Harapannya agar tidak salah persepsi dan dapat lebih bersinergi dalam memberikan perubahan positif dlm masyarakat.
Berkali kali dalam tulisan ini bu tatty ucapkan ucapkan bahwa bukan hanya bung andy yg belajar, tapi kita semua.
Semoga bisa menjadi introspeksi, dan menjadikan kita lebih baik.
Insya Allah, amin.
By: radit on January 21, 2011
at 10:58 pm
Ts mohon d simpan d page one sebagai klarifikasi nya.
Secara garis besar Andy F. Noya sudah menjawabnya via kick andy on radio di deltafm per malam ini. Secara detail akan d jelaskan pada acara kick andy jum’at depan. Adapun ringkasan dari acara jum’at ini adalah sebagai berikut :
sesuai rangkuman dari twitternya @melekmedia
1. Andy: Dewi Motik dkk bukan undangan Kick Andi,
melainkan undangan narasumber
2.Pada saat taping, banyak joke yg dianggap tdk
layak tayang disensor sblm
tayang.
3. Andy: Tulisan di blog hanya berdasarkan
pengamatan di dua segmen awal
taping.
4.Andy: Penulis di blog tdk mengikuti taping hingga
akhir sehingga kemungkinan
besar salah paham mengenai inti
diskusi.
Itulah beberapa ringkasan dr kickandy on radio.
Untuk jawaban lebih detail lg dapat d lihat di :
Andy F Noya akan menjawab insiden saat
taping 19 jan di Andys Corner hari
Minggu. Check it out di
kickandy.com
By: Aditia nugraha on January 21, 2011
at 11:00 pm
Mas Aditia yang baik, terimakasih infonya.
1. Betul sekali, kami memang bukan undangan Metro TV, tapi justru karena undangan Ibu Elly itulah kami rela datang.
2. Terimakasih jika semua joke yang kami prihatinkan akan disensor. Tapi ingat, tapingnya di depan khalayak ramai lho, dan sebagian besar di antaranya adalah anak muda.
3. Benar saya tak ikut acara sampai habis, karena disuruh ke luar di tengah jalan. Namun menurut cerita kawan-kawan yang mengikuti sampai selesai, ternyata tak sepatah katapun keluar nasehat untuk begitu banyak anak muda yang hadir. Awareness hanya diberikan untuk orang tua. Betulkah begitu ?
Sekali lagi terimakasih infonya. Salam semangat untuk kawan-kawan di tim KA. Semoga ke depan lebih baik
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 2:36 am
ass.memang kadang2 orang suka lupa akan asli jati diri mereka berasal.turut prihatin atas kejadian yang ibu alami walau aku jauh lebih prihatin akan nasib bangsa ini yang setiap harinya “melacur” dan tidak jelas arah tobatnya.sementara yang lain “bertepuk tangan” senang akan penderitaan saudara2nya yang sedang tertindas kemiskinan dan kebodohan dilain sisi yang bodoh bertepuk tangan tanpa tahu ari dari tepuk tangannya sendiri akibat kemiskinannya.satu pesan saya buat ibu dan lainnya………walau berat,inilah kita jangan sampai kita jadi manusia yang mudah putus asa dan janganlah membuat bangsa ini makin asa buat di tempati kita dan anak turunan kita nantinya.wassallam wr.wb
By: iwan on January 21, 2011
at 11:13 pm
Ass,Wr.Wb
Bunda, saya dukung bunda sebagai pemerhati akan pergaulan muda – mudi jaman sekarang yg kian lama makin mengkhawatirkan,.. manusia pasti tidak luput dari kesalahan… mudah2an acara KA tsb jika ditayangkan tidak memberikan kesan negatif bagi masyarakat luas
bravo bunda yg tegar
By: kusut on January 21, 2011
at 11:25 pm
tak perlu takut tuk mengungkapkan kebenaran bunda… salut..
By: dean on January 21, 2011
at 11:26 pm
Kalau benar adanya, saya ikut prihatin…
Saya izin share ya bu…
By: dedet on January 21, 2011
at 11:31 pm
Banyak hikmah yang diambil dari tulisan ibu, moga menjadi pelajaran yg berharga untuk kita semua, khususnya host Andy F Noya agar lebih bijak seperti saran pak Reza ““Jangan lupa untuk mengosongkan kembali gelasnya.. agar siap untuk diisi kembali”.
By: Achmad taher on January 21, 2011
at 11:41 pm
Saya lama tertegun membaca kejadian ini. Jika benar, sungguh sangat disayangkan tokoh sekelas Andy Noya berprilaku seperti itu. Sekali lagi, jika benar, Bung Andy mestinya menyadari, anda mempertaruhkan reputasi sendiri dengan melakukan itu. Sungguh, Sangat disayangkan. Dan kepada Ibu Dewi Motik dan Bu Tatty, saya support anda tegar menghadapi situasi ini
By: Firdaus Masrun Muaraenim on January 21, 2011
at 11:44 pm
turut prihatin….terus berjuang bun..
By: susi on January 21, 2011
at 11:56 pm
acara hari inipun saya kecewa, memang baik KA menampilkan TKI yg berhasil tapi menjadi pembenaran pemerintah sehingga mereka lalai lagi. Mencari nafkah dimanapun adalah hak asasi setiap orang, tapi perlindungan terhadap TKI juga hak asasi mereka. Harusnya narasumber yg datang seimbang.
Apakah KA sudah kebablasan dan kehilangan nurani sehingga sekarang “bergaya seperti infotainment”& mengeksploitasi anak2 kecil yg harusnya dilindungi ?
Semoga KA sadar atau ditinggalkan pemirsa !
By: Maria on January 22, 2011
at 12:05 am
ibu .. saya jadi tergugah menulis komen .. saya rasa, benear kata ibu .. memang masalah yang ‘sensitif” bila tidak ‘ditayangkan’ dengan “attitude’ yang benar, akan menimbulkan “persepsi” yang sebaliknya. alih2 ingin menekankan bahayanya, malah ditiru .. sangat menyayangkan mas A yang mengusir ibu dkk .. aduh … anggap saja khilaf .. dan berharap tivi tersebut koreksi diri ..
ga kebayang lho rasanya kedua psk anak2 itu perasaannya gimana ya ditayangkan sedemikian “vulgar”nya .. apa udah mati rasa?? berdoa buat kita semua .. smp ga bisa ngomong lagi nih ..
semangat ya bu
salam sayang dari lucy
By: lucy on January 22, 2011
at 12:29 am
Terima Kasih bunda atas tulisannya, saat ini saya tinggal di USA, mengikuti suami yang bertugas. Anak-anak saya sekolah di sekolah swasta karena ingin mendapatkan pendidikan dan pergaulan yang pantas. Para ibu2 Amerika disini sangat berhati-hati menjaga putra-putrinya agar tidak terjebak ke kehidupan seperti diatas, bahkan Oprah tidak bosan2 menayangkan acara tersebut dengan WARNING agar tidak terjadi lagi dikemudian hari. Mengapa, justru Kick Andy membuat lelucon atas hal ini, sungguh tidak LUCU kalau sampai anak2 kita (bayangkan kalau ini adalah anak anda) melakukuan hal tersebut, apakah anda akan tertawa ? Kita seharusnya Prihatin dan memberikan pengarahan para ahli bahwa hal itu tidak benar dan tidak baik. Semoga anda sadar.. saya kagum dengan Oprah, semua acaranya mendidik, dan benar2 ingin membuat hidup pemirsanya baik.
By: Dila on January 22, 2011
at 12:36 am
Ijin menshare,Bu. Semoga semakin menjadi pelajaran bagi kit
By: Neo Mujahid on January 22, 2011
at 12:45 am
Selamat Ibu, semoga tetap amanah. Aamiin.
By: Ida Lumintu on January 22, 2011
at 12:47 am
Ceritanya membuka mata saya. Terima kasih sudah menuliskannya kisah ini. Semoga bisa menjadi pelajaran berharga bagi Kick Andy agar tetap berada dalam koridor yang benar untuk memberikan tayangan berkualitas dan inspiratif. Saya juga berharap, rekaman versi PSK ini batal ditayangkan, mudharatnya lebih banyak.
By: astari yanuarti on January 22, 2011
at 12:50 am
ijin copas ya bunda
)
trima kasih sebelumnya
By: bom on January 22, 2011
at 12:52 am
minta ijin share ama copy bu ya… thx b4
By: Ibnu Syukur on January 22, 2011
at 12:54 am
astaga…ternyata di balik wajah santunx ada “sosok monster” didalamx…. ga nyangka bgt….
sya setuju bgt…dgn perkataan bunda ttg :
“Agaknya memang dalam segala situasi dan program, sudah menjadi rahasia umum, Metro TV senantiasa teramat BERSEMANGAT, mencoreng wibawa pemerintah. Dan kebencian kepada pemerintah itu rupanya harus dipupuk dan diekspresikan di setiap tayangan “….
emang terlihat bgt….sgt jelas…. Metro TV kelihatan bgt terlalu membesar2kan kesalahan pemerintah…n terlihat bgt klo dia “TV POLITIK”…..
By: A 51 AH on January 22, 2011
at 12:56 am
Subhanallah Ummi, ana samapi mencucurkan air mata melihat kedzaliman ini… Semoga Allah membalas atas sikap dan perbuatan mereka…
Na’udzubillahimindzalik
By: Eva Ps El Hidayah on January 22, 2011
at 1:09 am
ijin share n copy di FB
By: budhiardjo on January 22, 2011
at 1:23 am
Saya malah sudah tidak suka dengan sikap Andy F. Noya dari dulu yang sangat sombong dan (menurut saya) sangat tidak sopan dengan tamu yang diundangnya. Saya sempat lihat tayangan KA yang temanya tentang orang2 yang bertubuh besar (komunitas X Large)..disana sudah jelas2 narasumber mengatakan ”kami menmbentuk komunitas ini, semata-mata tidak ingin diejek sebagai manusia berbadan besar dll dll”…ehh tiba2 saja Andy si Kribo justru membuat banyolan yang justru mengolok2 mereka…sepertinya sudah tida pantas acara KA ditayangkan lagi..kalaupun masih pantas, cari host yang lebih sopan daripada si KRIBO ANDY !!!!!!!
By: Adi on January 22, 2011
at 1:31 am
aswb.
waaahh,,sewaktu baca judulnya saya pikir bencana apa,,ternyata bencana yang dashyat ya,,bencana moral. Speechless bun,,karena kagum dengan sikap bunda,,Ibu dewi Motik, Bunda Elly dan rekan2 seperjuangan Bunda Elly.. Huffhh,,,rasanya semakin gerah untuk menonton siaran televisi di Indonesia… Semakin tidak sehat dan saya kasihan dengan orang-orang yang terpaksa harus menonton tayangan-tayangan di televisi yang gak ada bagus2nya..makin lama makin gak bermakna,,berita dilebih2kan,,sinetrooon trus,,reality show,,kuis2 gak jelas,,jadinya layar televisi sebagai pengganti NARKOBA dalam bentuk yang canggih,,melenakan dan merusak mental.. Sampai2 pelakunya ikut “rusak” juga..Alhamdulillah wa syukurilah bagi orang2 yang masih dilindungi Alloh dari berbuat kemaksiatan dan kemungkaran,, serta yang diberi kekuatan oleh Alloh sehingga hati nuraninya tetap peka dan kuat untuk tegas,melawan,dan berjuang..
Allohu akbar!! Ngeri,,sepertinya semakin dekat dan banyak azab yang akan terus didatangkan oleh Alloh….
By: Dini Janiariska on January 22, 2011
at 1:51 am
Bunda Tatty,
Terimakasih untuk nurani yang masih terjaga keemasanya,dan untuk keberanian menampar kepongahan media yang slalu berlindung dibalik Ikon presenter dan skrip program.
MEngerikan sekali membaca cerita ibu diatas, kaliber oprah pun mampu menampilkan empati ke narasumber yang kurang beruntung. Tapi gaya KA sepertinya juga Bentukan..
Ibu..semoga dengan rekan dapat terus menyelamatkan dan mengembalikan anak bangsa yang terjerumuskan.Eksploitasi dan Traffickng anak2 memang terjadi dan Telah menjadi kebutuhan pasar bagi dampak metropolitanisme negeri ini.
Salam hangat
By: Rendra on January 22, 2011
at 1:54 am
sesuai judul Andy F.Noya sudah minta di kick rupanya…
By: saka on January 22, 2011
at 2:18 am
Wah jangan lah, saya masih berharap acara yang menginspirasi tetap ada. Sharing ini tidak bermaksud mematikan sesuatu yang cukup bagus di antara yang jelek. Namun tentu harus ada evaluasi jika pernah ada kekhilafan
.
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 2:22 am
sepakat Bu. Semoga bang Andi dibukakan mata hatinya
By: Andi on January 22, 2011
at 2:43 am
Saya jadi semakin merasa kacau di dunia yang semakin aneh…
Sayapun tak sengaja membaca tulisan ini…
apakah negeri ini sudah “sangat nyaman” untuk hanya berdiam diri?
Semoga Kesadaran yang masih ada tak sirna begitu saja…
By: Taxido02 on January 22, 2011
at 2:23 am
Sungguh meneteskan air mata apabila kita melihat jalan remaja yg mau menjerumuskan diri ke dalam dunia hitam itu, tp mengapa kita harus tertawa dan bertepuk tangan melihat sandiwara nyata di atas panggung itu. saya bayangkan seandainya itu saya, betapa malu, sedih, sungkan, dan gelisah.
Mudah2 an kita semua selalu mendapat petunjuk dan ridho dari ALLAH swt ya buk…
Tak di sangka, di balik acara yg menjadi jempolan banyak org terdapat kekurangan yg menggelengkan kepala…
By: ABDUL MULKI on January 22, 2011
at 2:31 am
Ibu yang baik,
Senang sekali menemukan masih banyak “penyeimbang” dalam kehidupan ini. Ibu dan kawan-kawan yang membuat kehidupan bangsa Indonesia masih berjalan mesti dengan kondisi compang camping. Terima kasih banyak Ibu atas kesediaannya menjadi “penyeimbang”. Mudah-mudahan Ibu dan kawan-kawan tetap ajeg untuk berjuang di jalan itu. Kasihan bung Andi, yang selama ini disanjung akhirnya juga mengikuti arus rutinitas pasar, keduniawian atau apalah namanya. Kalau bung Andi memang tidak menyadarinya, mari kita doakan agar bung Andi menyadari posisinya penting untuk kelangsungan bangsa ini dan tetap memberikan vibrasi positif.
By: Wira on January 22, 2011
at 2:57 am
Baiknya lakukan gugatan aja tuh bu Tatty! via LBH?
By: adit on January 22, 2011
at 3:10 am
waduuuh bener2.. apa apaan sih andy tuh ?
ko ga bisa menerima kritikan membangun seperti itu ?
dari pertama saya nonton acara di kick andy saya sudah ga suka dengan bawaan dia membawa suatu acara..
terlalu menyeleneh,, terlalu mengejek ?
pengen seperti oprah show mungkin? ga mungkin.. dan terlalu so soan ..
tidak kualitas dan intensitas bobot nya kurang..
jangan hanya melihat pangsa pasar utk meramaikan saja..
tapi harus ada yg berbeda terutama di sektor pendidikan dan mendidik itu harus ada, bukan meramaikan dengan mencela dan mengejek..
aduuh parah bener.. bunda tatty bener bgt.. harus adanya ambil sikap utk adakan perubahan lebih baik..
By: Febhi Lee on January 22, 2011
at 3:14 am
tau acara opera kan??udah penah pembawa acaranya opera ribut sama narasumbernya??klo anda tau apa maslaahnya…
sebelum biacara liat dl konsep acara KA ni de..
untuk perubahan lebih baik pantaskah melakukan seperti ni??
ga sekalian aja ibu curet2 atap gedung metro supaya lebih tersohor lg….
By: cilox on January 22, 2011
at 4:17 am
assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh
ana sangat sedih dan miris membaca tulisan ini Bunda, mungkin karna ana adalah seorang remaja. tapi ana salut dengan ketegasan Bunda serta teman – teman menanggapi kedhaliman ini dan Bunda telah berusaha mencegahnya sebisa Bunda.
tetap semangat bunda!!! tebarkan rahmat untuk sesama,,,,
jangan pernah putus asa,,, karna sedikit apapun kebaikan yang kita salurkan karna ALLAH itu tidak akan pernah sia – sia,,,
takdzim dari ana Bunda,,, Rabbuna yubaarik fiikunna,,,
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
By: isra on January 22, 2011
at 3:49 am
inilah ketakutan saya, terlena menikmati tayangan di televisi…!!!
Eksploitasi berlebih yg ditonjolkan pada setiap tayangan dapat merubah sikap tidak realistis pada saya dan saudara” saya…
mohon ijin tuk share notes’a di FB saya yak bunda…!!
*terimakasih bunda, smoga sang pengadil mendengar rintihan setiap doa bunda dan memberikan kekuatan disetiap perjuangan bunda melawan kedzaliman…
By: sabamjunto on January 22, 2011
at 4:18 am
inspiratif! Mohon izin sy share ya Bu.
By: pambudi utomo on January 22, 2011
at 5:26 am
ijin share bunda
By: Andi on January 22, 2011
at 5:35 am
Saya salut untuk reaksi Ibu dangan santun meninggalkan show tersebut, andaikan saya yang hadir pun mkn takkan ada tepuk tangan sekalipun dibayar ….
Kadang seseorang bisa menjadi lalai dan khilaf jika sudah mencapai puncak kesuksesannya, dan merasa yang terbaik dengan merenddahkan orang lain..
salam untuk smua yang peduli dengan akhlakul karimah
By: eko wongpati on January 22, 2011
at 5:37 am
assalaamu’alaaikum warah matullahi wabarakatuh..
izin share ya,,
By: Akhi Suki on January 22, 2011
at 5:55 am
ijin share ya bun
By: Andi on January 22, 2011
at 5:58 am
Salut untuk ibu Tatty Elmir.
Kebenaran harus ditegakkan, dan menjadi kiblat kita dalam bertindak.
(ini ibu Elmir yg anak-anaknya pernah sekolah di labschool?)
salam
Omjay
By: wijaya kusumah on January 22, 2011
at 5:59 am
Hallo Oom Jay, tak sengaja bersilaturahim di sini. Terimakasih dukungannya atas luka yang harus kita obati bersama.
Terimakasih sudah turut mendidik anak-anak saya dengan kasih sayang. Salam cinta dan hormat buat semua guru-guru di labschool.
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 8:52 am
***Memperihatinkan***
acara KA adalah acara Inspiratif, semoga acara yang dimaksud, tidak mengInspirasi generasi muda kita untuk melakukan apa yang telah dilakukan para Nara Sumber.
Buat Ibu Tatty yang sabar dan tetap semangat Bu.. semoga ada Hikmah dibalik ini. amin.
By: suriansyah on January 22, 2011
at 6:15 am
Kadang kalau berhadapan dengan masalah seks , tampaknya orang bingung mau mengambil sikap gimana. seringkali orang tidak nyaman bicara seks dan akibatnya malah jadi tidak sensitif dengan bercanda.
saya pikir mungkin ini yang jadi masalah dengan kasus di atas.
di awal-awal tayangan kick andy, saya tdk mau menontonnya. saya pernah liat wawancara andy noya dengan istri korban kdrt dan pertanyaan2nya sangat tidak empati. mungkin memang pertanyaan yang datang dari rasa penasaran dan ingin tahu tapi apa ga bisa dibungkus lebih rapih? (coba bandingkan dengan cara oprah bertanya kalau masalah sensitif).
tampaknya dia memang agak sulit kalau harus angkat topik seperti ini.
By: sidharta on January 22, 2011
at 6:46 am
sungguh prihatin buk saya mendengarnya, mungkin kali ini beliau sangat kilaf.., mari kita ambil aja acara2 sbelumnya yg bagus2
By: ritno on January 22, 2011
at 7:04 am
Semalam mendengar penjelasan dari Andi Noya di Delta FM (Kick Andy on Radio) tentang insiden ini. Akhirnya mendapatkan perspektif dari kedua sisi.
Ternyata cara berkomunikasi dan tabayyun sangat diperlukan oleh kedua pihak.
Peace !!.
By: Aris Sunaryo on January 22, 2011
at 7:46 am
hmmm..bukankah kelakuan Andy *kalau memang benar begitu runut perkaranya* sama saja dengan kelakuan Anda mempublish cerita ini ke khalayak banyak? Saya bukan membela siapa-siapa..tapi ada seorang yang sya kagumi mengatakan “jangan pernah Anda mengatakan apa pun atau menulis apa pun saat Anda dalam keadaan marah, dan mempublishnya ke khalayak ramai. Tulisan atau perkataan itu akan menjadi pembenaran Anda kepada diri sendiri. Dan Karna kemarahan itu akan berujung malu dan juga tidak baik mengumbar aib orang di depan orang banyak..”
Bukan menggurui, tapi saya pernah mengalaminya.. Mengalami yg namanya malu karena kemarahan sendiri dituangkan dalam bentuk tulisan di jejaring sosial. Dan ketika saya membaca kembali tulisan tersebut, saya berpikir “wah, kok kaya anak sd ya kl sy marah. Tukang racau apa pun yg sy rasa. Tidak berpikir jernih, langsung memaki orang yg saya anggap salah. Padahal saya hanya memandang dari perspektif ‘kemarahan saya’, tidak memandang dari berbagai perspektif”
semoga ibu yg terhormat, tidk menyesali kemarahaan sesaat tersebut..
karna selalu ada dua sisi dari sebuah cerita bukan…
By: rani on January 22, 2011
at 7:55 am
Rani yang baik, terimakasih nasehat bijaknya.
Saya men’sharing’ tulisan ini agar kita semua bisa menyadari betapa budaya permisif telah melunturkan nilai-nilai luhur bangsa kita.
Dan itu adalah bencana serius untuk bangsa ini. Karena itulah kita harus benahi bersama. Bukan untuk menjatuhkan seseorang. Saya hanya ibu rumah tangga biasa yang tak punya kemampuan menjatuhkan siapa-siapa dan memang tak punya niat untuk itu. Insya Allah.
Untuk peduli, tak perlu menunggu anak atau saudara sendiri menjadi korban bukan ?
Salam hormat
By: tatty elmir on January 22, 2011
at 9:25 am
Betul bu, saya sependapat dengan ibu. saya sebagai seorang pendidik pun merasa sangat prihatin dengan moral generasi muda saat ini yang sangat permisif terhadap fenomena-fenomena buruk yang muncul di lingkungan kita. Generasi muda saat ini lebih banyak yang memilih cara-cara instan untuk mencapai keinginannya walaupun itu harus melanggar aturan-aturan hukum, agama maupun sosial. Saya rasakan dalam pekerjaan saya sehari-hari upaya untuk mendidik moral generasi muda saat ini sangat sulit dan jauh lebih sulit dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka cenderung ingin cari mudahnya saja, merasa bangga apabila mampu melanggar aturan dan menilai bahwa pemikiran mereka jauh lebih baik dan lebih modern dibandingkan generasi tua. Ini sangat-sangat memprihatinkan saya.
By: wildan on January 26, 2011
at 9:15 am
izin share ya bu…
By: Mang Dedi on January 22, 2011
at 7:55 am
salut untuk ibu dewi motik dan ibu yang sudah bersikap tegas. tidak seharusnya Host sekelaf Andy F. Noya, berkata “sekasar” itu. Semoga si host segera memberikan statement dan konfirmasi untuk meminta maaf kepada ibu dan ibu dewi motik. Walaupun jauh tanpa diminta ibu sudah memaafkan dan membuang jauh2 rasa dendam yang ada.
terlepas dari itu semua saya salut dengan perjuangan ibu, dan saya sangat mendukung ibu dalam ASA nya…tertarik rasa nya ingin tergabung dalam kegiatan tersebut. apa daya posisi saya yang nun jauh disini
By: Anugrha13 on January 22, 2011
at 8:06 am
sejuta jempol buat bunda …. jadi tau sapa andy sebenarnya …. emang udah curiga lama ama ni orang …..
By: junityawarman on January 22, 2011
at 8:12 am
Bunda…
Saya sangat terharu dengan sikap Bunda dan miris membacanya. Mungkin goal acara itu adalah asal acara rame, dapet applaus banyak dari audience. Tapi tepuk tangan itu untuk sesuatu kebobrokan. Astaghfirullah…..
By: Yuni on January 22, 2011
at 8:24 am
Tak dinafikan tv mrpkn media yg py pengaruh kuat dlm mewarnai wajah masy, krn itu kita hrs py hasrat besar untuk mampu turut serta “memanage”nya. Jangan sampai kaum kapitalis atau politis (yg membngun diri seakan2humanis) bgt lapang meramu agenda2nya dg tolok ukur kepentingan2nya sendiri. Gerakan tegas, intelek & berintegritas (spt yg dilakukan Ibu dkk) hrs terus digencarkan. Ini adl bentuk penguatan civil society yg jelas akan sngt menentukan hidup generasi nanti….Tentu, dg ukuran getaran suara hati nurani & logika sehat, siapapun akan mendukung apa yang dilakukan Ibu…..Bangsa ini blm terjaga u bangun dr nina boboknya yg bgt nyaman, pdhal bgt byk masalah besar dihadapi!!!!
Dan sy yakin, jk orang, siapapun, memang py integritas diri untuk turut bertanggungjwb membantu mewujudkan perubahan terhadap generasi pemangku negeri ini scr lebih baik, maka ia dengan sangat terbuka akan menerima masukan, apapun bentuknya, termasuk kritikan2….., karena ini salah satu dari ciri2 orang yg berjiwa besar & berintegritas !!! Mari kita tautkan tangan, tautkan semangat, tautkan batin, tautkan hati dalam menjayakan negeri ini !!
By: bundaamee on January 22, 2011
at 8:31 am
Aslmw, salam kenal bunda, saya hanya ingin bilang, sulit sekali ketika harus mempertahankan kebenaran dalam sebuah keadaan yang sudah menjadi kebiasaan, tetapi yang namanya kebenaran harus selalu diperjuangkan, salut bunda!! terima kasih atas pembelajaran yang bijak bestari ini:)
By: randit on January 22, 2011
at 8:41 am
Assalamu ‘alikum wrwb,……Aduh mendengarnya mengiriskan dari cerita ibu baru tahu..talkshow cukup aku menyukainya dan aku MENYANGKA bisa MENCERAHKAN tapi…berprilaku tak layak…preseden jelek untuk seorang andy…aku kecewa sekali jadi semuanya hanya…kepura-puraan saja dengan joke-joke..saya ikut mendukung perjuangan ummi Emir…syukron atas ceritanya..membuka hati akan kejelekan media lain, coba kalau kita punya media yang bisa mencerahkan..
By: ahmad kurnia on January 22, 2011
at 8:46 am
Sungguh cerita fakta yg sangat menarik… Semoga acara Kick Andi berubah menjadi Bukan Kick Andy … Ckckckck ternyata Andy yg begitu hebat bisa melakukan hal2 yg sangat menyakitkan seperti itu… Saya sangat kecewa
By: welly Madiarta on January 22, 2011
at 9:16 am
Semoga Allah SWT menyertai semua orang yg berjuang walau hanya dengan 1 kata untuk sebuah penghargaan kepada perempuan agar terbebas dari segala bentuk pelecehan. Baiklah, sy bisa bayangkan angle yg belum saya tonton ini persis sebagaimana polisi sedang mewawancara perempuan remaja korban pelecehan, dimana terjadi di seluruh dunia terutama di negara@ dunia ke-3, baik yang mengatasnamakan agama, karena kultur maupun karena rendahnya kemampuan perempuan.
Teruskan perjuangan ini Ibu, saya bangga atas keteguhan prinsip Ibu, saya bersama Ibu dengan doa dan perjuangan kecil di lingkungan saya berada.
By: nuke on January 23, 2011
at 10:57 am
mudah-mudahan mereka (yang bertepuk tangan tanpa tahu apa-apa) mendapat ampunan, amin….
semangat bund
By: zholieh on January 23, 2011
at 11:01 am
Sedih juga bacanya…sekarang ini acara TV tidak punya etika kesopanan yang dikejar hanya rating. siapa yang lebih unggul maka iklan akan semakin banyak masuk ke kantong mereka…membuat acara tanpa melihat dampak yang dihadapi oleh sumber(pelaku yang melakukan), padahal mereka melakukan juga terpaksa dan ada niatan untuk bertobat mengapa kita tidak coba bantu??? minimal menjauhkan mereka dari hal2 yang tidak baik tsb…cobalah jika membuat acara yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat tidak hanya mengejar keuntungan semata…
By: Witri Anggraini on January 23, 2011
at 11:18 am
Bunda, acara Talk Show KA malam itu sendiri bertajuk “Ancaman Seks Bebas di Kalangan Remaja”, dan konon tajuk itu sendiri adalah usulan dari Bunda Elly Risman, di tengah kacaunya pola seks bebas di kalangan remaja.
Mungkin Andy F Noya yg salah dalam mengemas, sehingga terkesan “memuji” para pelacur (yg katanya sdh tobat).
Semoga semua dpt mengambil hikmah dari kasus ini.
Salam,
By: Mufti Aziz Ahmad on January 23, 2011
at 11:34 am
Saya baru mendengar berita ini hari ini. Dan mungkin agak telat bagi sebagian orang. Tapi coba lah untuk semua komentar, liat masalah dari 2 sisi. Saya tidak membela siapapun. Semoga kita semua menjadi lebih dewasa.
By: Andi on January 24, 2011
at 7:31 pm
Ibu, terima kasih sekali atas sharing pengalaman pribadinya. Saya dosen komunikasi dari universitas brawijaya, dan saya akan menggunakan pengalaman ibu sebagai contoh-contoh kasus di kelas tentang bagaimana media merekonstruksi realita dari sudut pandang tertentu dalam hal ini yang sangat ditunggangi komersialisasi dapat menyebabkan degradasi moral bangsa. Apalagi untuk acara sekaliber kick andy, yang banyak ditonton oleh pemirsa yang haus tayangan bermutu, ini amat sangat menyedihkan.
By: Desi on January 24, 2011
at 7:45 pm
ya itulah kelemahan program/acara tv yang tidak live…..
banyak editing…..
jadi kita tidak tahu, mana yang benar mana yang salah dalam berargument….
masing2 pihak menganggap dialah yang benar……
semua acara di tv memang sampah ketika membahas ketertindasan rakyat…..
mereka (tv) menjual penderitaan rakyat dikemas untuk memikat para sponsor……
apakah objek/narasumber tersebut berubah menjadi baik…..??
nyatanya, mereka masih tertindas……
yang memperoleh keuntungan, tetap pihak tv saja…..
By: wong deso on January 25, 2011
at 12:08 am
Bu Tatty, saya prihatin juga dengan eksploitasi remaja dalam acara tersebut. Padahal kan bisa direkam aja testimoninya di lain tempat, ditutup matanya atau dikaburin bagian kepalanya dengan kamera.
Itulah bisnis tontonan kita. Kadangkala tak menghiraukan hal-hal yang demikian. Lebih mementingkan rating dan current issuenya. Bak kata pepatah, jauh panggang dari api.
Thanks
Ruslan
By: ruslan on January 25, 2011
at 10:08 am
Assalamu’alaikum bu Tatty.. terus terang saya miris membaca tulisan ibu karena saya termasuk penggemar Kick Andy show, salah satu tayangan yang menurut saya memberi nuansa baru di tengah gejolak masyarakat yang terbiasa menonton tayangan2 tak mendidik dan berbau gossip.
Apa yang ibu lakukan menurut saya adalah tindakan yang benar. Kita harus saling mengingatkan untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih bermoral dan beradab. Semoga yang ibu tuliskan ini membuka ruang berfikir dan memberikan pencerahan bagi masyarakat bahwa tidak semua tayangan yg kita anggap baik harus kita telan bulat-bulat begitu saja, ada baiknya kita telaah dan cerna untuk tetap mengambil hikmahnya. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan manajemen Kick Andy show untuk semakin berpacu memperbaiki kualitas dan materi tayangan2nya.
Sekalian, sy idzin share ya bu.. trims..
By: Fithri Ariani on January 25, 2011
at 10:15 am
Ibu Tatty,
Saya ikut bersimpati atas pengalaman buruk Ibu. Saya setuju kalo tepuk tangan itu kelewatan. Misalnya kita liat masalah simple saja di pertandingan tenis kita tidak seyogianya bertepuk saat pemain membuat kesalahan walaupun pemain yg kita jagokan meraih poin dari kesalahan itu. Atau bertepuk tangan saat konser musik klasik di tengah2 pertunjukkan walaupun permainan begitu bagus.
Saya baru baca ini balasan dari Andy lewat link teman.
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/01/23/40383/Tanggapan-ANDY-F.NOYA-atas-PENGUSIRAN-Penonton-di-KICK-ANDY-Bagian-1-
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/01/23/40384/Tanggapan-ANDY-F.NOYA-atas-PENGUSIRAN-Penonton-di-KICK-ANDY-Bagian-2-
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/01/23/40385/Tanggapan-ANDY-F.NOYA-atas-PENGUSIRAN-Penonton-di-KICK-ANDY-Bagian-3-
Karena saya ga pernah nonton acara Kick Andy, jd saya ga tahu persis gimananya. Syukur sih saya baca dua cerita dari kedua pihak jd bisa mengerti dikit2 situasi sebenarnya.
Mudah2an isu pelacuran dan seks bebas bisa ditanggulangi dan polemik ini jangan jd pusat pengalih perhatian dari masalah utama tersebut.
salam
By: Aki on January 25, 2011
at 5:34 pm
asslmkm wr wb
mohon maaf sebelumnya. setelah saya baca posting ibu dan penjelasan bung andy saya berkesimpulan bahwa anda berdua sebenarnya sama saja. sama-sama orang baik yang sedang melakukan kesalahan. tidak perlu saling menyalahkan karena memang sama-sama salah.
LEBIH BAIK SALING MEMBANTU DAN MENDUKUNG DALAM KEBAIKAN.
oia, lebih baik hapus saja postingan ibu ini karena sadar atau tidak hanya akan menimbulkan sentimen yang tidak perlu terhadap salah satu pihak karena hanya melihat dari satu sudut pandang. ada baiknya agar pembaca dapat lebih moderat dalam menyikapi masalah ini, ibu tampilkan juga penjelasan bung andy.
jika ibu kesulitan mencarinya, silakan kunjungi laman berikut :
Tanggapan ANDY F.NOYA atas “PENGUSIRAN” Penonton di KICK ANDY >>
http://www.lintasberita.com//go/1641757
SUNGGUH SANGAT DISAYANGKAN JIKA DUA ORANG BAIK SALING BERSETERU.
(jika berkenan taruh di halaman pertama bu. satu lagi jika ibu sudah berkomunikasi langsung dengan bung andy/tim KA untuk BENAR2 menyelasaikan masalah ini mohon diupload sebagai tindak lanjut)
terimakasih dan wassalam.
By: sambas on January 26, 2011
at 2:40 am
Assalamualaikum…Wr..Wb
Selamat Pagi Bunda
Pagi ini saya tertarik untuk membaca Blog Bunda dan membaca mengenai insiden pada acara “KA”
Bunda..terimakasih banyak telah men-share berita ini. Sehingga kita semua dapat melihat dengan lebih jernih dari yang sesungguhnya terjadi di acara “KA” tersebut.
Terlepas dari benar atau salah program acara tsb, ditayangkan di televisi publik dan komentar masyarakat mengenai acara itu, saya hanya ingin menyampaikan
Mungkin masyarakat kita sekarang ini sepertinya sudah LUPA AKAN TUHAN.
Orang sudah tidak takut lagi akan apa yang namanya DOSA
Orang sudah lupa untuk senantiasa berbuat kebaikan, menjaga kebaikan dan setia kepada yang benar
Orang sudah tidak tahu lagi mana yang benar, mana yang salah. Mana yang baik, mana yang buruk. Karena orang tidak memiliki acuan tentang hal tsb dan juga karena tidak ada figur / seseorang yang benar2 bisa dicontoh sebagai “figur kebaikan dan kebenaran”
Apa yang kita lihat, apa yang kita baca, apa yang kita tonton disaat sekarang ini adalah hal2 yang jauh dari kebaikan, berbuat baik dan kebenaran
Contohnya : Dari 13 Station TV di Indonesia ( RCTI..TRANS…TV7…dlsb ) menurut saya, cuma hanya ada satu station yang isinya senantiasa mengingatkan kita senantiasa tentang nilai2 kebaikan,kebijakan,kejujuran dan kelurusan…. Yaitu DAAI TV.
Terlepas dari siapa dan apa dibelakang Station TV tersebut, kita dapat melihat bahwasanya nilai2 kebaikan, kebenaran, kejujuran, kelurusan adalah universal adanya dan itu berlaku sama bagi setiap manusia.
Lalu mengapa hal2 yang baik seperti itu jarang adanya ? ( Spt contoh diatas, dari 13 Station TV, cuma hanya ada satu yang menyiarkan tentang kebaikan. Dan minim iklan pula. Kalaupun ada iklan itupun dari internal station tv itu sendiri )
Itu karena Kebaikan, Kebenaran, Kejujuran, Ketulusan adalah hal yang “tidak menjual”….tidak komersil….tidak membawa keuntungan….tidak menaikkan rating… dan seribu alasan lainnya…
Tetapi, bila ada seribu alasan untuk tidak berbuat baik.. maka ada sejuta alasan untuk kita senantiasa berbuat baik.
Bunda, apa yang bunda lakukan adalah sesuatu hal yang baik adanya.
Salam
..Bila diantara kalian ada yang melihat kejahatan, kedzaliman…
..Bila kau mampu, maka rubahlah dengan tanganmu….
..Bila hal itu tak mampu kau lakukan, maka rubahlah dengan lidahmu ( dengan kata2 )
… Dan bila dengan kata2 pun tak mampu kau lakukan, maka panjatkanlah doa….
By: Pangestu Pangudi Luhur on January 26, 2011
at 8:28 am
Itulah wajah pertelevisian kita. Dengan alasan meningkatkan rating, segala upaya dihalalkan. Jangankan nilai pendidikan. Adat, budaya, etika sopan santun dan bahkan nilai-nilai nasionalisme pun dikorban demi peningkatan target komersil. Sesuatu yang amat sangat memprihatinkan. Saya berharap, bu Tatty dan para sahabat yang telah “didzolimi” agar bersiap bangkit melawan “kebejatan moral” oknum pertelivisian yang tidak bertanggung jawab. Kami siap di belakang ibu.
By: Yuddy TH Achsan on January 26, 2011
at 9:42 am
Assalamualaikum Wr.Wb.
yang terhormat Ibu Tatty, saya pegawai swasta, 41 tahun, ibu mengingatkan saya pada ibu kandung saya, seorang wanita karir dan aktif berorganisasi. itu adalah typikal ibu yang selalu lurus, tabu terhadap segala sesuatu hal yang menyimpang, walaupun ada, mungkin cenderung konservatif kali ya. tapi model inilah yang sebenarnya dibutuhkan dalam kehidupan keluarga.
dalam perkara ini, saya terus terang menjadi sangat penasaran dan ingin berkomentar, yang jelas, waktu dan tempat kejadian ini sangat tidak pas. Bang Andy memang salah dalam cara sikapnya, tapi menurut saya mestinya ibu juga tidak perlu mengikuti segmen yang memang tidak nyaman menurut pandangan ibu… eh gak bisa ya Bu.. terpaksa ikuti semuanya ya..
Entahlah, sebaiknya sih semua harus dimusyawarahkan, semua pihak bisa saling mengerti, memahami, tidak ada pembelaan ataupun sanggahan sendiri-sendiri, kita sudah muak dengan model bantah membantah seperti yang ada di kondisi politik negara ini.
Terima Kasih, Wassalamualaikum Wr.Wb
By: Adji Dwipawarman on January 26, 2011
at 10:45 am
jawaban dari Andy F. Noya. bisa dilihat disini
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2011/01/23/197888/92/14/Penjelasan_Andy_F_Noya_soal_Pengusiran_Penonton_Kick_Andy
By: irma on January 26, 2011
at 5:34 pm
ummi, memang benar semua dari kita hanyalah manusia biasa, bahkan untuk seorang jurnalis senior dan presenter kondang indonesia sekelas Andy F. Noya pun pasti punya salah dan khilaf.. tapi untuk mengimbangkan berbagai opini dan membuat kedua belah pihak, antara ummi dgn bung Andy lebih nyaman, ada baiknya ummi baca ini, tolong dibaca seutuhnya yaa –> http://kickandy.com/corner/5/21/2021/read/Tanggapan-ANDY-F.NOYA-atas-PENGUSIRAN-Penonton-di-KICK-AND
trimss
By: firdza on January 26, 2011
at 11:35 pm
Apa yang dilakukan ketua Kowani Ibu Dewi Motik dkk adalah simbol perlawanan masyarakat terhadap kehegemonian dan kecongkakan media sebagai pengatur image dan perilaku masyarakat.
Klarifikasi ANF lebih kepada upaya menggiring opini dari substansi ke isu sensasi.
Dengan membandingkan tulisan seorang ibu yang penuh emosi dengan suatu tim komunikasi yg sangat sadar pencitraan, kiranya masyarakat dapat menilai, mana yang benar-benar berjuang karena nurani.
Semoga masyarakat lebih kritis dan cerdas, sadar akan hak-haknya yang dilindungi undang-undang. Semoga setelah ini para insan media dpt merenung, dan belajar lagi untuk taat menenuhi hak rakyat yang diamanatkan dalam undang-undang penyiaran,pers, , P3- SPS, dan regulasi lain, terutama dasar negara kita Pancasila.
Kasus yang seharusnya membuat media sadar utk mengevaluasi diri, bahwa masyarakat sudah muak dengan pembodohan2 selama ini.
Peristiwa yang membangkitkan kekuatan civil society.
By: Rudy Satrianegara on January 28, 2011
at 2:53 pm
semoga semua yang terjadi, membuat kita semakin cerdas…semakin sensitif…
By: uyi on January 29, 2011
at 10:45 am
Assalammualaikum Wr.Wb
Apapun yang tengah terjadi di sekitar kita dan anak2 kita, adalah tanggung jawab kita bersama, melihat tulisan Mbak Tatty saya percaya tidak karena ingin menyudutkan salah satu pihak, atau bentuk kekecewaan yang berlebihan, tapi sebagai cara untuk mengingatkan…mungkin ia begitu (karena tak banyak data yg diperoleh, atau cukup puas dg sodoran pihak kreatif yg masih muda2 atau dia ‘laki-laki’ yang mungkin tak sehalus wanita se’kelas Oprah yang juga punya pengalaman ‘menyakitkan’ ttg masa remajanya..mungkin lagi ada masalah ‘minta kenaikan gaji’…kita nggak tahu ya mbak….
Yang terpenting bagi saya adalah apa yang disampaikan pada tulisan ini poin goal yang ingin disampaikan ada disini, dan perjuangan para pahlawan pendidikan…saya doakan diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus memberikan ‘hembusan ilmu’ terutama saya orang tua yang harus terus belajar agar diberi kekuatan untuk putra-i…dan saya sedang mengikuti terus ‘sepekan tayangan SINDO’…memang hanya sebentar dan dibumbui gambar tak perlu, tapi paling tidak saya akan terus belajar berikhtiar….terima kasih ya mbak Tatty….
doa untuk bangsa ini
^Wida^
By: Rahayu Widayanti on February 2, 2011
at 1:27 pm
saya sudah membaca tanggapan dari Pak Andy F Noya, sebagai penyeimbang dari isi blog ini (http://kickandy.com/corner/5/21/2021/read/Tanggapan-ANDY-F.NOYA-atas-PENGUSIRAN-Penonton-di-KICK-ANDY/10)
dan saya juga sudah menonton acaranya malam ini. Bagus kok sangat inspiratif. Malah anak saya yg sudah mulai pacaran kami (saya & istri) ingatkan jgn sampai terjerumus seperti wanita yg jadi narasumber di acara malam ini.
By: A Rahman on February 5, 2011
at 12:47 am
Saya tadi melihat Dan mengikuti acr kick andy dariawal hingga akhir, saya menilai subyektifitas ibu cukup berlebihan Dan terlalu cepat mengambil kesimpulan krn tidak dpt melihat secara utuh. Saya Kira pesan moralnya cukup proporsinal Dan tidak vulgar…
By: Dharma on February 5, 2011
at 1:00 am
Terimakasih mas Dharma yang baik,
Anda benar, namun mohon tidak juga melupakan, bahwa semua setelah melalui proses yang keras dan pressure yang luar biasa dari masyarakat.
Oya, apakah yang namanya ruang publik itu hanya layar kaca?
Bagaimana dengan show gegap gempita yang menghadirkan ratusan org(konon sampai 500 mahasiswa dan undangan lain)yang kemudian direkam atau populer dengan nama TAPING ?
Pengakuan bahwa ini adalah ‘adult content’ dengan statement bahwa “Pada rekaman malam itu, pengamanan bahkan lebih diperketat dengan membatasi hanya mahasiswa dan orang dewasa yang boleh hadir di studio. Remaja SMA ke bawah dilarang. Komitmen tersebut dijalankan dengan baik malam itu.”
Pertanyaan saya, bagaimana menyakini komitmen tersebut ? tanpa melihat identitas resmi seperti KTP dan sebagainya yang menegaskan umur seseorang sesungguhnya ?
Setahu saya anak-anak dalam UU no 23 tahun 2002, adalah setiap orang yang berusia 18 tahun ke bawah. Tak ada pengecualian dalam hal ini, apakah ia masih SD, ataukah ia sudah mahasiswa mapun profesor sekalipun. Padahal anak-anak jaman sekarang, usia 17 tahun sudah menjadi mahasiswa, bahkan ada yang kurang dari itu.
Jika benar ini adult content, bagaimana dengan jam tayang ulang yang siang hari, yang nota bene jamnya anak-anak menonton TV ?
Mungkin ini juga menjadi PR bersama yang kita juga harus pikirkan.
Semoga kita juga bisa lebih adil jika tak ingin melihat fakta sepotong-sepotong, dengan tidak hanya melihat produk akhir, namun juga proses.
Terimakasih atas kepeduliannya ya mas Dharma. Salam semangat.
By: tatty elmir on February 8, 2011
at 3:08 pm
Saya pnh ikut acara Kick Andy bbrpa kali,u/ mewakli falkutas sy..
Hari ini sy mnonton acara trsebut,dan acaranya sgt bgus..
Bnr kata pak Andi,mgkin ibu bru prtma kali mnonton Kick Andi di studio,terlihat dr tulisan ibu yang mengkomplain waktu dan jalannya acara..
Mungkin ibu yg telah dan mmpunyai pikiran smpit dgn lgsg mnjudge bhwa “u/ apa ssuatu yg mnyedihkan/aib diberi tepuk tgn?”
Duhh bu..
Yg di beri tepuk tgn itu setiap x bila akhirnya ada makna positive..
Dan ibu “katanya” seorang jurnalistik,seharusnya ibu bs mrahasiakan ke 2 organisasi yg disebut Bunga donk..
Ckckckkk…
Jurnalistik gadungan kah ibu?
Nara sumber tdk hrs duduk di depan bu..
Ibu dtg mau bikin rame?atau u/ mngikuti acara itu?kl cm ikut rame krna tmn msk tivi ya bginilah jadinya..
By: sheila on February 5, 2011
at 1:29 am
Ananda Sheila, dan saudaraku penyinggah blog terkasih,
Anda benar, setelah menyaksikan tayangan KA semalam, saya bersyukur kepada Allah SWT, dan berterimakasih atas segenap upaya dan kerja keras kawan-kawan di tim KA untuk mengedit dan memoles bahan baku sehingga bisa menghadirkan tontonan yang sarat pesan.
Saya menyadari, jika hanya menilai dari kepentingan perlindungan anak semata, tentu tayangan KA semalam belum 100% memuaskan, namun sebagai tontonan biasa, saya sangat bisa memaklumi, bahkan justru mengapresiasi semua upaya yang tidak ringan itu, mulai dari mengedit ketat, membuat film/dokumentasi, story board baru, narasi baru, dan mengimprovisasi alur, poles sana sini, dan upaya serius lain. Sekali lagi, selamat dan SALUT !
Saya juga mengucapkan terimakasih atas segala perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan pengunjung blog ini, bapak, ibu, saudara yang saya hormati, anak-anakku generasi muda yang saya cintai, terutama yang sudah menyumbang pemikiran, saran, kritik, dukungan dan segala kasih yang ditunjukkan.
Saya tak pernah menduga, ‘goa’ sederhana saya ini bisa dikunjungi puluhan ribu orang setiap hari. Mohon maaf jika saya belum sempat juga untuk membaca ribuan komen yang masih tersimpan, apalagi meng’approve’nya.
Jika itu ada komen anda, mohon maafkan ya.
Yang tak kalah penting, adalah peranan Ibu Elly dan kawan-kawan di YKBH yang dengan bijak, gigih, penuh tanggung jawab, berusaha mendekati tim KA, agar berkenan mengedit ketat dan memberi masukan, bagian-bagian mana yang HARUS dihilangkan.
Lepas dari itu semua, ini juga berkat komitmen dan keberanian Ibu Dewi Motik, yang hadir selaku ketua Kowani, (organisasi wanita pertama dan terbesar di negeri ini), yang dengan tegas tapi santun, telah menyadarkan kita semua. Terimakasih juga atas kepekaan kawan yang lain, karena setelah saya keluar, ternyata juga masih ada yang berupaya mengkritisi show, salah seorang di antaranya adalah Ibu Masnah Sari SH, mantan ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI.
Perlu saya jelaskan, saya tidak punya masalah pribadi, apalagi agenda tertentu untuk menjatuhkan seseorang. Karena sebelum ‘kecelakaan’ di Metro TV Rabu 19 Januari 2011 itu, saya tidak/belum pernah kenal dan bertemu dengan Saudaraku yang bernama Andy F Noya itu (Semoga kali ini tidak salah tulis lagi…. hehehee).
Saya juga tidak perlu merasa menyesal telah datang ke taping KA, menulis peristiwa nyata yang saya alami di blog ini, lalu memancing reaksi yang sangat tak terduga. Mungkin ini adalah skenario terbaik Allah, agar saya dan kawan-kawan, juga siapapun bisa menjadi lebih baik lagi dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.
Saya juga tak merasa perlu balas membalas klarifikasi, karena siapapun berhak membela diri ( Lagi pula bukan tujuan saya untuk menang-menangan), melainkan hanya sekedar MENGINGATKAN. Yang penting masyarakat, terutama anak muda, tidak teracuni dengan tontonan yang tak layak. Namun perlu saya tegaskan, bahwa apa yang saya tulis semua adalah KEBENARAN atas kejadian yang sebenarnya ! Sekali lagi, saya sangat YAKIN, bahwa kemuliaan seseorang tidak tergantung dari sangkaan atau citra yang dibuat manusia.
Saya sedang mencoba belajar memaknai, bahwa sesungguhnya fitnah, cacian, hinaan, maupun sanjungan puja puji, hanyalah sekedar dinamika dan resiko sebuah ikhtiar, terutama penguji keikhlasan hati, dalam meniti jalan juang yang kita pilih, dan kita yakini.
Semoga Allah kian menguatkan keyakinan itu Amin ya Rabbal Alamin.
Jika dalam perjalanan saya mengungkap kebenaran yang saya yakini, tak sengaja sudah menyinggung, melukai, merugikan siapapun, maka saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Semoga kejadian ini dapat berkontribusi bagi pemenuhan hak anak, mempertinggi kepedulian terhadap tontonan yang sehat, bergizi, untuk Indonesia esok yang lebih baik.
Salam damai, dan hormat saya.
By: tatty elmir on February 5, 2011
at 11:14 am
hmm…mungkin org2 yg membaca tulisan ini akan muncul kesimpulan yg berbeda2…dari kesimpulan yg mengatakan “loh, ternyata andy begitu”, “ah, andy hanya khilaf bu”, “buat semuanya, jgn liat dari satu sisi doang dong, liat jg sisi andynya gimana, baru kasih komentar”, “ternyata tayangannya sama aja ky yg lainnya, sm2 sampah”, “ah, ne si lebay, cari sensasi doang”, “wah, ibu hebat, semangat ya bu”, ataupun “salut buat ibu, saya sgt terharu”….
apapun itu, memang semuanya mempunyai pemikiran yg berbeda2, begitupula untuk menarik suatu kesimpulan dan memandang suatu tulisan..
tp buat saya, ketika saya membaca ini, pemikiran saya yg pertama adalah “alhamdulillah, ternyata tdk hanya saya yg berfikiran demikian, berfikiran soal “mengapa saya harus bertepuk tangan untuk berita yg kami tangisi”, dimanapun kadang2 saya masih melihat hal ini, melakukan joke terhadap objek di depan org byk (saya berfikir apa dia tdk bertambah malu), bertepuk tangan tidak pada tempatnya, menanyakan hal yg memalukan dan sensitif dgn gaya joke atau tdk ada empati sama sekali…saya kira ini bukan suatu kekhilafan semata, dan saya sgt bangga masih ada org yg berani mengatakan kpd yg bersangkutan..(saya tau bagaimana rasanya “kegelisahan itu”, ketika kita hanya bisa menonton)…
saya tau tanyangan kick andy punya visi misi yg baik, tp tentu isi di dalamnya jg perlu diperhatikan, walaupun segala di dunia ini tdk ada yg sempurna, tdk ada salahnya, belajar dan berusaha menjadi lebih baik, apalagi bila ada yg memberikan masukan dan saran… saya jg merasa publikasi ini menjadi penting, bukan untuk menjatuhkan kick andy, bukan untuk buat sensasi dan terkenal si penulis, tapi untuk pelajaran bagi qt semua, untuk menyadarkan qt semua bahwa terkadang kita terlena, terbawa, atas nama bercanda, lelucon, ataupun hiburan, untuk kick andy menjadi lebih baik, untuk masyarakat indonesia yg lebih baik dan bermoral..
dan inipun hanyalah suatu pemikiran saya…
salam indonesia yg lebih baik…
By: gracia on February 5, 2011
at 8:47 am
Demi kepopularitasan sampai-sampai orang berani mempertaruhkan akibat2 dari sebuah tayangan. Saya menonton acara ini dan benar komentar diatas buat apa kita bertepuk tangan dari sebuah keprihatinan. Seharusnya kita menangis melihat tayangan ini, saya lebih merasa bahwa tayangan ini adalah “live show” tanpa memperlihatkan efek nya. Saya merasa miris perasaan saya .. bagaimana kalau yg perempuan dan laki2 bertopeng itu adalah anggota keluarga kita …. akankah kita bertepuk tangan ?
By: Iwannugraha on February 22, 2011
at 1:19 pm
PERATURAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA no 03/P/KPI/12/2009
tentang
STANDAR PROGRAM SIARAN.
Pasal 18 ayat 1 :
Program siaran DILARANG memuat pembenaran hubungan seks di luar nikah.
Pasal 20 ayat 3 :
Program siaran bermuatan dialog seks, DILARANG menjadi ajang pembicaraan mesum, cabul dan/atau ajang bertukar pengalaman seks.
Pasal 22 :
Pemberitaan yang membahas atau mengandung muatan cerita tentang pekerja seks komersial harus memperhatikan ketentuan sbb :
1. Tidak mempromosikan dan mendorong agar pelacuran dapat diterima oleh agama dan masyarakat, dan
2. Dalam program faktual wajah dan identitas pekerja seks komersial WAJIB disamarkan.
By: tatty elmir on June 27, 2011
at 3:09 pm