Posted by: tatty elmir | September 16, 2011

Fiksi : Single But Not Available

SINGLE BUT NOT AVAILABLE

Tak ada telaah matematika inderawi, tak juga tafsir versi mazhab psikodinamika ala Sigmund Freud, apalagi transfer nilai-nilai Tauhidiyah ala Islamiyah yang selama ini digandrunginya.  Alana terbangun  dan mendadak sontak melompat ke dunia nyata ketika mendengar suara berisik di tengah mimpi indahnya tentang ekspedisi ke berbagai goa terkeren di dunia.

Hari ini  7 purnama terlewati sudah, dari hari ulang tahunnya yang ke 19. Tapi mimpinya berpetualang Waitomo Glowworm di Selandia baru, Luray Cavern di Amerika, Eisriesenwelt di Austria, dan beberapa goa terkenal dunia lainnya belum satupun terwujud. Boro-boro menjelajah goa hantu Cueva de los Cristales di Meksiko atau Goa terluas dunia Majlis Al Jinn di Oman, mau jalan-jalan saja di kota tempatnya berkuliah kini harus minta ijin dulu sama Ayah Bundanya yang berpikir masih rada ‘kuno hariginikongono nano-nano’.

“Bukannya Bunda dan Ayah tidak percaya kau nak…. Tapi kami tak percaya pada dunia…di luar sana kejam sayang..kami hanya khawatir kalau membiarkan dirimu yang sok dewasa padahal masih seumur jagung, lugu walau suka belagu itu kalau dibiarkan berkeliaran di luar sana, tentu akan diincer garong kota. Apa mau diterkam singa gurun negeri antah berantah itu ?”.

“Hyaaaah” alana melenguh panjang. Mencoba menelusuri jalan pikir Ayah Bundanya yang lebih sering membuatnya bingung ketimbang paham. “Kalau memang Ayah Bunda belum rela melepas aku menjelajah, ngapain juga aku diijinkan kuliah jauh-jauh di rantau orang, sedikit-sedikit di telepon, sedikit-sedikit ditanya kemana aja, ngapain aja, dengan siapa ? kayak lirik lagu lebay itu”. Alana bersungut dalam hati sembari menutup jendela kamar asramanya rapat-rapat, di ujung musim gugur yang melankolis di areal kampus  nan rindang.

Hari itu Ayah kembali menelepon mengingatkan dirinya untuk dapat menjaga diri baik-baik, jangan terlalu terbuka pada semua orang. “Elok-elok manyubarang, jan sampai titian patah..elok-elok di rantau urang, jan sampai babuek salah”, begitu selalu nasehat yang dilagukan ayah dalam bahasa nenek moyangnya. Itu pun  belum selesai, masih lagi disertai  sederet panjang wejangan kuno lain. “Baik tidak berarti bisa ditipu” dan sebagainya.

I’m just your  little girl Dad, I’m just your little girl mom. Always….  see ? see ?”, tanya sendiri, jawab sendiri, begitu gaya Alana di depan kaca…. Jengah ! Sampai kapanpun ia tetap gadis kecil di mata Ayah Bunda, padahal ?

***

Petang ini, menjelang saatnya berbuka puasa, Alana mendadak kumat ‘sarap’ pingin kayang, split, nendang-nendang, roll depan, roll belakang… atau mengikuti gerakan liar sensual ‘edan-edanan’ ala penari Pesek orang Papua sana, mengikuti kegilaannya seperti yang sudah-sudah. Dia mendengar dengan jelas suara neneknya menanyakan sesuatu yang ‘gila’ kepada Papay cowok ganteng kerabat orang tuanya yang rupanya sedang datang bertamu.

“Ya ampuuun Paaay…sudah besar ya sekarang, mana guanteng pisaaan. Duuh tingginya kamu, dadamu bidang sekali, tuh rambut kerennya…eeeh kuliah di mana ? jurusan apa ? semester berapa ? Sstttt sudah punya pacar belon ?”. Urrrrghh Alana jadi bete ketika mendengar Papay ngegombal “Belum tuh nek, belum laku, emang nenek mau nyariin ya?. Iya deh nek, nenek aja yang nyariin ya.. Papay percaya selera nenek”.

“Sukanya yang kaya gimana Pay?”

“Yang orangnya riang, kulitnya terang, rambutnya hitam panjang, suka sama anak kecil, sayang sama nenek-nenek, trus pinter lah nek pasti’

“Rajin sholat, pakek jilbab  enggak?”

“Udah pasti sholehah juga lah nek”.

Alana tambah bete ketika neneknya dengan nada riang gembira menjawab;

“Yaaa sudaaah…kebetulan kalau begitu, tuh si Lana juga belum punya pacar. Kan kamu suka dia kan? Tapi sssttt katanya dia ga mau pacaran…takut dosa… jadi pacarannya entar aja kalau sudah nikah. Nahhh kamu masih naksir Alana kan ? makanya sekarang rajin-rajin aja belajar, cepat lulus…cepat kerja…nanti nenek bilang sama Ayahnya Lana untuk menjodohkanmu dengan dia. Hehehehe “, nenek dan Papay sama-sama terkekeh girang..membuat Alana menjerit dalam hati

“Jijaaaaay bajaaaaay”. Maka semakin bete dia !!

Alana mengeluh mengusap dada saban mendengar berita seperti ciloteh neneknya barusan. Dia pikir, dengan ikut pulang mudik ke kampung neneknya menjelang lebaran ini, dia akan selamat dari godaan orang tua, tetangga, kakak-kakak dan para iparnya yang terus-terusan mencecarnya soal jodoh jika mereka bercengkerama di rumah.

Alana menyesal telah mengumbar kepada orang serumahan tentang keinginannya untuk nikah muda, tentang indahnya pacaran setelah menikah, tentang obsesi-obsesinya untuk membangun ketahanan keluarga sebagai pijakan pertama untuk berkontribusi bagi pembangunan ketahanan bangsa. Ia ingin membuat counter culture atas ‘image pernikahan dini’ sebagai efek pergaulan bebas anak muda masa kini yang banyak menjadi tema sinetron dan  film-film kacangan. Dan yang paling penting..Alana ingin hati dan dirinya terjaga, terselamatkan.

Gara-gara salah ‘omong’ ini, ayah bundanya kini sibuk memasang mata, mencari… menelisik pribadi anak-anak kawan mereka yang berkualitas. Yang lebih gila, masing-masing saudaranya sudah punya ‘jagoan’ yang mereka usung. Bahkan abang iparnya yang mantan aktivis kampus tanpa sungkan-sungkan bilang,

“Alana…boleh ga Abang bawa kawan-kawan abang itu kemari untuk dikenalkan sama Ayah bunda. Ini nih lihat proposal mereka…very high quality jomblo kan semua?” Urrrggh Alana makin bete dan kian bete, apalagi mendengar kabar ayah bundanya terkadang menyambut baik dan melayani mereka yang datang dengan tangan terbuka ramah tamah. Alamaaak.

Alana kena batunya !!, Dia tak menyangka respon atas ‘statement iseng’nya disambut serius. Padahal awalnya ia hanya menguji hati Ayahnya yang dulu memegang teguh aturan, bahwa untuk menikah harus lulus S1 dulu, terus si calon harus benar-benar terseleksi, pejuang tangguh, tidak cengeng, bertanggung jawab, pokoknya berkarakter kuat, sholeh sudah pasti, tapi dia juga benar-benar harus berkualitas dalam qua intelektual, gigih teruji, ‘mature’ dan siap jadi imam yang akan membawanya ke surga dunia hingga akhirat. Alana ingin tahu apakah ayahnya kini sudah berubah dalam kerangka pikir beracuan rasionalitas manusia ataukah ketetapan ajaran Allah.

Alana benar-benar mati kutu kena batunya. Penyebabnya gara-gara hatinya diam-diam tercuri oleh Bestari, pemuda yang semula ia remehkan. Dulu Alana sering mengejek  menyampirkan gelar padanya “Si uda-uda narsis, sok cool, sok keren, sok ngetop, sok idola, sok paling hebat, padahal minderan, ketawa aja pake mikir, nyanyi pake otak kiri, ngomong terlalu diatur, tidak spontan..jaim banget….sekalinya ngelucu malah ketauan norak….garing abisss !!” dan sederet gelar sinis lain. Alana tak menyangka, kini kenapa Tuhan memberinya rasa suka sama orang itu? Mendengar namanya saja sudah suka. Membayangkan wajahnya saja sudah senang, apalagi mendengar suaranya, serasa dunia dipenuhi bunga-bunga.

“Duh.. Akankah itu rahmat ataukah kutukan?”, Alana sungguh tersiksa, kerap mengeluh sendiri karena tak kuasa mengenyahkan rasa yang berkuasa itu.

Yang bikin Alana tambah greget, Bestari kerap hadir dalam mimpinya. Kadang membuatnya bahagia senyum-senyum sendiri,  jika cerita di mimpi penuh suka cita. Tapi juga pernah  membuatnya menangis tersedu sampai matanya sembab  gara-gara cerita di mimpi si pangeran masa depannya  itu ternyata sudah punya istri yang cantiknya selangit hadeeeuh……

Alana tak habis pikir, lelaki kecil penantang hidup itu telah mengalahkan kagumnya pada cowok-cowok keren bintang kampus yang suka tebar pesona, dan macan aktivis ‘serba wah’ di organisasi. Kakak kelas orator hebat idola cewek se kampus yang dulu rajin mengajaknya bersepeda bareng kawan-kawan lain kini juga terlupakan sudah. Alana tak lagi terpikat message sok alim jaim “dek, jangan lupa habis pengajian kita sepedaan ya…salam gowes” dari dia, Alana tak lagi mencium bunga mawar yang sering dikirim si bule yang katanya pingin jadi juru dakwah budaya Islam itu. Alana juga tak lagi menghiraukan sapaan ‘Adek hebat kakak’ atau godaan jail sahabat lama yang terkadang mencuri kesempatan dalam kesopanan ;)

Again..and again Alana  kena batunya !! Dia yang cuma mewacanakan pingin menikah muda dengan catatan hanya dengan Bestari si pangeran masa depan’, ternyata isunya mengalir sampai jauuuuh…mengalahkan Bengawan Solo yang hanya sampai laut Jawa. Isu Alana yang pingin nikah muda juga merembes ke lintas benua. Kawan-kawan Ayah bundanya ikut-ikutan menjodoh-jodohkan dengan anak-anaknya yang terkeren ala mereka yang ada di belahan dunia berbeda.

Ujung-ujungnya ia kini jadi bulan-bulanan seluruh sanak saudara dan juga orang tua. Mereka semua tengah sibuk mencarikan jodoh yang layak buatnya. Rasa suka terhadap penjajah hatinya itu tak kunjung lekang, tak kunjung enyah, sementara Alana kian limbung, merasa sang ‘bintang pujaan’  leluasa tebar pesona ga habis-habis, bolak-balik kirim sinyal kidung smaradhana nan menggoda tak jelas yang tak berkesimpulan tegas.

“Makanya Lan…ngapain mikirin dia. Sudah..lupakan saja… Itu kan gaya khas Don Juan ala baheula sok alim sok jaim, tapi sebetulnya playboy cap dodol tak bertanggung jawab, tak mau berkomitmen, pengecut, raja tega mempermainkan banyak hati para wanita. Makanya sudah lah.. coba buka pintu hatimu pada si anu, jagoan kakak yang sudah teruji kesungguhannya mengejarmu dari dulu. Dia itu Gentleman tahu ? Sudah lama pula tamat, pekerjaanpun mantap”, rayu kakak pertamanya.

“Kemana-mana juga kerenan si ‘anu’ lagi. Multi talented, sensitif, caring, loving, dekat sama kita semua.  Baru pula dapat beasiswa ke Harvard, bukannya kamu juga pingin sekolah ke sana?… mana ortunya baeeeek banget”, bujuk kakak keduanya.

“Idiiih…jelas-jelas lebih berkelas si ‘ kak fulan’, sangat dewasa, sangat siap jadi imam, gak sok jaim, membuat kita semua nyaman, jago masak, jago musik, suaranya oke banget, philanthropist, siap support Yayasan keluarga,  kerjaannya oke, 15 kecerdasan dia punya, pengalaman menaklukkan 5 benua dia kuasai pula” sahut kakaknya yang lain tak mau kalah.

“Yaah kak, mending si kakak X saja, orangnya super duper oke, tajir, ga pelit, suka traktir”, adiknya yang masih ‘ngences’  ikut-ikutan memberi saran polos ala kanak-kanaknya.

“Te bete beteeee..ngapain sih topik obrolan di rumah ini itu-itu melulu..malesin !!”,  teriak Alana sebal seraya berlari ke piano dan menghentakkan  “Somebody to love” ala Brittany Murphy di film Happy Feet. Suaranya melengking  ingin meledakkan semua galau di hati.

“Each morning I get up I die a little 

Can barely stand on my feet

Take a look in the mirror and cry,

 Oh Lord what you’re doaing to me

 I Spend all my years in believing you.

Oooh somebody..can you find me….somebody to loveeeee”.

“Cieee yang minta dicari dan ditemukan”, goda kakak ke tujuhnya.

“Iyee…ane lagi main petak umpet Gan”, jawab Alana mencoba dalam gaya standar ‘tengil’nya menutup gejolak hati sembari meneruskan berteriak  ”Somebody to looooove….te bete beteeeeeeee. Manusia sedunia ini bikin beteeeee”.


“Idiiih…bukannya situ yang mulai melempar wacana pingin nikah muda” sergah si sulung menjulurkan lidah.

“Iyaaa…tapi bukan dengan cara mengobral adeknya ke mana-mana, tega bener kalian..nyebelin tauk”

“Diiih siapa yang ngobral adek? Kita semua tuh sayang kamu dek !! Ga kepingin kamu patah hati untuk seseorang yang siapa tahu ga berarti. Ga kepingin kamu sedih kalau ternyata dia tidak seperti  harapanmu” jelas si kakak yang kedua.

“Ya dek, coba pikir-pikir lagi deh…ngapain buang-buang energi…buang-buang umur jika itu sia-sia…makanyanya jangan sia-siakan diri. You are really worthed my dear Adek. Lagian kamu tuh turun level, ga kelasnya bersaing sama si ‘anu’   yang jelas-jelas seluruh dunia tahu, dia dengan norak ga punya harga diri mengejar-ngejar si Uda narsismu itu. Yang bikin mangkel, jagoanmu itu  belaga pilon, ga gerah ..ditaksir selera macam itu…malah terlihat melayani dan menikmati dikejar-kejar itu. Kali ngerasa dia tuh superstar ya?”

“Menggembok hati untuk orang yang ga jelas itu namanya mendzalimi diri sendiri tau?”. Ucapan sadis mengerikan sederet kakaknya yang berentet kayak sepur itu membuat Alana jatuh nelangsa memburai sukma. Berlari ia ke kamar bundanya meminta perlindungan seperti masa-masa kecil dulu.

“Bun…kalau ternyata dia tidak merasa seperti apa yang Lana rasakan ini ya sudahlah… Lupakan tentang nikah muda itu ya bun, Alana mau konsentrasi kuliah. Mendongkrak nilai, sambil tetap jadi corong rakyat yang berhendak ya Bun. Doakan Lana bisa menyelesaikan kuliah dengan cepat dengan hasil optimal.. S1..S2..S3 sampai Es krim, es teler, es tebak, es pudding caramel, es pisang hijau atau es apa lagi, Pokoknya Lana pingin jadi perempuan berdaya. Punya karir yang cemerlang, biar ga diremehkan laki-laki manapun. Menikahnya mah entar-entar aja.”

“Lho kok mencari ilmu niatnya biar ga diremehkan orang ? salah niat tuh”, koreksi Bunda.

“Jadiiiii slogan single but not available di statusmu itu bakal diremoved doooong”, tiba-tiba rombongan kakak tengil degil sang dara muncul di balik pintu menguping pembicaraan mereka, sembari genjrang genjreng gitaran dengan nyanyian menggoda.

“Yang itu tetap kak…InsyaAllah Lana tak akan membuka hati lagi kecuali untuk suami saja ketika masanya tiba nanti”, ucap Alana pelan sendu tak seperti biasa.

“Aw.. aw…ceritanya patah hati dong?”

“Kagak”

“Lha..Itu namanya apa?”

Saling serang ala sayang-sayangan keluarga Alana kembali mengoyak malam yang semakin kelam. Tiba-tiba bunda yang sedang mendekap gadis baru gedenya yang masih labil itu berbisik,

“Kalau kau menjaga hati dan diri hanya karena untuk sesosok manusia,,, maka engkau mungkin akan kecewa anakku. Karena manusia sudah biasa menguntai kecewa. Karena itu jagalah hati, diri dan rawatlah ‘rasa’ itu hanya karena Allah semata. Insya Allah…Dia akan memberimu semua. Mungkin cinta dia Pangeran masa depan yang kau sebut ‘Si uda narsis’ yang menyebelin tapi diam-diam kau rindu itu, dan yang paling utama cinta DIA Sang Maha Pecinta”.

“Hah betul itu Bun?”

“Lha iya…kan sudah janji Allah…kalau kita mengejar dunia, maka kita akan dapat dunia saja. Namun jika kita mengejar akhirat..maka kita akan mendapat akhirat dan dunia.

“Hidup high quality Sigle”, sela si kakak.

“Hidup ‘Single but not available’ huahaaa” sahut yang lain seruuu.

Malam itu Alana pulas meringkuk dalam pelukan sang bunda. Tak ada yang perlu dirisaukan. Rembulan bersinar dengan megahnya…satwa tertidur nyaman dalam hangatnya pelukan malam yang akan selalu dipertukarkan. Alana berdoa, semoga  inilah malam terakhir kegalauannya. Dia ingin kehidupan kembali berjalan normal, tersenyum dan tertawa meniti hari dengan riang gembira.

“Dunia akan selalu terhampar indah di mata orang-orang yang berjalan dalam aturanNYA,  dan mereka yang senantiasa berpikir dan bersyukur.”

 

Tatty Elmir@penghujung Agustus 2011.

 

 


Responses

  1. ahhaaa!!!
    Bunda bisa aja ni….
    buat cerita yang mungkin mengkonotasikan beberapa rakyat FIM kali ini.
    sip. salutt Bun dengan karya nyatanya! semoga bsia tertularkan dengan anak2 lain yang insyaALLAH bersedia untuk terus berkarya!

    sampai jumpa di JKT lagi Bund..^^

    • Lho kok dikait-kaitan dengan FIM, ini kan fiksi Yo. hahaaa ;)

  2. Huaa.. Bunda… Sambung bund.. Mau tau jalan crita slanjutnya..

    Skalian bund.. Makasih nama saia sudah dicatut difiksi ini..

    Te be tee beee teee.. Haha.. :p

    • Nih dibalas :)

      Sudah ada lanjutannya kok Fik. Mudah-mudahan ga bikin te bete :) )

  3. I will find my blossom Rose soon.

    • Olala Tsubasa…Where are you brooder ?

      Remember The Captain’s code of conduct ?

      * I’m sorry. Just realized yr comment :)

  4. bunda sambungan fiksinya mana?kok nggak ada bun,

    • Wuaahaha ternyata ada yang nagih.
      Heheeee sabar yaa..sedang memilah-milah bab mana saja yang bisa dipublish di sini. InsyaAllah SBNA akan jadi novel 2 dimensi. Mohon didoakan semoga bunda bisa menuntaskannya. Tks

      • aamiin :)
        bakal jadi novel bun ya?waaw …
        Ditunggu bun, keydo aja sudah membuat sensi terguga, apalagi ini bunda :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers