GALAU, menjadi kata-kata terpopuler beberapa bulan belakangan. Di Koran, televisi, dan berbagai sosial media, bahkan mimbar khotbah para pemuka agama, ruang kelas di sekolah-sekolah hingga kamar tidur berbagai ragam status sosial rumah-tangga kini disaput kabut “Galau”.
Sebuah radio swasta di Jakarta menjadikan bulan November sebagai bulan GA to the LAU alias GALAU. Semua lagu dan topik bahasan merujuk ke dalam rangkaian 5 huruf sakti tersebut, dengan tag line “Anda galau kami risau”, hahahaa bisa saja
*****
*Seorang penyair yang amat peka meratapi berita tentang 17 dari 33 Gubernur menjadi tersangka, 147 dari 473 Bupati dan Walikota jadi tersangka,dan ketika 27 dari 50 anggota komisi Anggaran DPR ditahan. Siapa yang tak galau ?
*Orang tua melepas was-was anak-anaknya ketika pergi sekolah dan kuliah, di tengah kian meruyaknya kasus narkoba yang kini membelenggu 3,6 juta pecandu di Indonesia, dan setiap harinya jatuh korban tewas lebih dari 40 orang. Yang mengenaskan 32% dari total 3,2 juta pengguna narkoba dan obat terlarang secara nasional adalah pelajar dan mahasiswa. Siapa yang tak galau ?
*Seorang aktivis mahasiswa tersenyum kecut ketika disalami dan diberi ucapan selamat kawan-kawannya saat wisuda. Yang terbayang di pelupuk matanya adalah dirinya yang termasuk dalam antrian panjang angkatan kerja yang tahun ini naik 2,9 juta menjadi 119,4 juta orang dari angka 116,5 juta di tahun lalu. Artinya kini tanah air kita dikerubuti 8,12 juta pengangguran terbuka yang menganga, dan mereka terpaksa menjadi beban orang tua yang sudah renta. Siapa yang tak galau ?
*Ribuan anak muda cemerlang yang bertengger di karir hebat, dan siap menikah, kini menghadapi dilema. Akankah terus mengejar karir semata atau memberanikan diri masuk gerbang kehidupan rumah tangga yang penuh hal-hal yang tak terduga? Sementara angka perceraian meningkat 400% setiap tahunnya ? Siapa yang tak galau ?
*Para pelaku ekonomi di Amerika dan Eropa kini meresahkan adanya gerakan occupy Wall Street. Di Yunani mereka protes terhadap pemerintahnya, tapi di Amerika mereka protes terhadap Wall Street, yg notabene adalah otoritas keuangan bayangan yang mengatur perokonomian AS sesungguhnya selain THE FED si bank sentral AS. Ini hanya salah satu potret di tengah terjadinya pertarungan sengit antara ideologi liberal-kapitalis dan non liberal kapitalis, yang mengombang ambingkan ekonomi dunia. Banyak orang yang menjadi kaya mendadak, sebaliknya tak sedikit pula yang kere mendadak. Siapa yang tak galau ?
*Di berbagai pelosok dunia banyak orang berpatah hati meratapi nasib yang tak selalu berpihak pada yang benar, yang hebat, yang jujur, yang pintar, dan rendah hati. Setiap saat nasib diperjungkir balikkan. Yang dimuliakan hari ini, beberapa saat lagi bisa menjadi yang dihinakan. Begitu juga sebaliknya. Siapa yang tak galau ?
*****
Di tengah hiruk pikuk senandung galau yang memukau, tiga hari lalu umat Islam seluruh dunia merayakan Iedul Adha dengan merefleksi perjalanan hidup beserta kearifan keluarga nabi Ibrahim AS :
- Nabi Ibrahim yang menemukan Tauhid atas kegalauan mencarinya Tuhan dari begitu banyak tuhan-tuhan ‘rapuh’yang disembah manusia sekeliling dia.
- Nabi Ibrahim yang terpaksa hijrah meninggalkan Mesir menuju Palestine dengan membawa semua ternak dan harta niaganya. Dalam keadaan darurat, siapa yang tak galau ?
- Sarah dan Ibrahim yang belum juga memperoleh keturunan ketika Sarah berusia 90 tahun dan suaminya Nabi Ibrahim yang berusia 100 tahun.
- Sarah perempuan terpandang itu harus merelakan suaminya Ibrahim menikahi Hajar budak yang mereka bawa dalam pengungsian ke Palestine.
- Hajar yang sabar, bersama bayi yang tak berdaya ditinggalkan suami di tengah gurun pasir yang tak berpenghuni dan tak mungkin ada penghidupan.
- Ketika Nabi Ibrahim merelakan anak satu-satunya disembelih sebagai korban atas perintah Tuhan.
- Ketika Ismail kecil dengan tegar mendorong ayahnya merelakan dirinya jadi kurban, karena keyakinan.
Siapa yang bisa membantah bahwa semua liku perjalanan panjang keluarga nabi Ibrahim adalah meniti bilah-bilah galau dari masa ke masa ? Dan siapa pula yang tidak takjub melihat kepeloporan, kepemimpinan, keteguhan hati, dan kekuatan iman nabi Ibrahim, yang senantiasa konsisten untuk ‘berlari dan mendaki’ mengejar capaian dan kemuliaan keyakinan dengan penuh keringat, darah dan air mata ?
Tidakkah terlalu cengeng jika ada mahasiswa yang bersedih hanya karena orang tua sengaja memperlambat mengirim uang untuk menguji ketahanan diri anaknya?. Adakah lapar yang diderita manusia kota yang hidup dengan berlimpah kemudahan itu akan sama dengan lapar yang diderita Hajar yang sedang menyusui anaknya sebatang kara, yang terpaksa hidup di tengah padang pasir yang sunyi kerontang dan tak berpenghidupan itu ?
Tidakkah terlalu ‘lebay’ jika ada pemuda yang patah hati ditinggal kawin gadis pujaannya, setiap hari mengabarkan kedukacitaannya pada dunia lewat status-status di berbagai sosial media, dan melupakan segala tanggung jawab yang diamanahkan ?
Tidakkah ada rasa malu, ketika pemimpin yang digaji dengan pajak rakyat dan hidup serba berlimpahan, masih mengeluh kurangnya fasilitas dan minta kenaikan gaji yang tak sesuai dengan kinerja dan prestasi yang dipunya ?
Iedul Adha, ternyata bukan hanya melepas rasa bersalah terhadap tanggung jawab sosial yang harus kita tunaikan dengan menyembelih hewan kurban dari se’uprit’ harta kita.
Iedul Adha ternyata juga bukan cuma untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima di tanah Makkah yang mungkin juga hanya sekedar kepentingan me’rebranding’ status guna keelokkan citra kita di mata manusia.
Napak tilas dalam ritual ibadah haji, semoga dapat menebar kearifan, dari berbagai kisah ketangguhan dan ketegaran keluarga Nabi Ibrahim yang luar biasa. Semoga itu semua bisa menghalau kabut galau yang kini menyapu hati kita.
Mudah-mudahan kita semua menyadari dan memercayai, bahwa fajar selalu hadir setelah malam yang tergelap dilalui.
Galau pasti berlalu lah yau !
1-
Aveliansyah Bengkulu yg like pasti sedang galau semua (termasuk saya)
terimakasih utk notesnya bun
Yesterday at 09:15 · Unlike ·
1 -
Agung Budi SantosoSounds great, like this bunda..Yesterday at 09:22 · Unlike ·
1 -
Sulaiman Sujono bunda, sudi kiranya membaca sedikit tulisan yg saya buat ini http://sulaimansujono.wordpress.com/2011/11/08/kenyataan/nyambung soalnya..hehheheheYesterday at 09:26 · Unlike ·
1 · -
Sulaiman Sujononambah lagi ah, doa buat yg lagi galau
, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba- Mu, anak dari hamba-Mu, ubun-ubunku (nasib-ku) ada di tangan-Mu, telah lalu hukum-Mu atasku, adil ketetapan-Mu atasku, aku mohon kepada-Mu dengan perantara semua nama milik-Mu yang Engkau namakan sendiri, atau Engkau turunkan dalam kitab- Mu, atau Engkau ajarkan seseorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib disisi-Mu. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku dan pengusir keluh kesahku“.(HR Ahmad: 1/392,dishahihkan oleh Al-Albani)
Yesterday at 09:27 · Unlike ·
4 -
Fachrian Adiada yg bilang “what doesn’t kill me makes me stronger”. mudah2an kegalauannya bisa digunain buat jadi ajang latihan pembentukan karakter ketimbang jd bikin memble
Yesterday at 09:42 · Unlike ·
1 -
Bara Brelianyang terpenting, ketika galau, manusia sadar akan kegalauannya… nice notes bunda..20 hours ago · Unlike ·
1 -
Erwina Maya AstariYaa Muqollibal Qulub, tsabit qolbi ‘ala diinika. (Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)
smogaa kita smua dijauhkan dari kegalauan
say no to the ga-lau , bun.. kalo kata sm*sh mah
hhihii
16 hours ago · Like -
Naimah LutfiLebih baik galau mikirin apa amal kita cukup saat kembali kepada-Nya. Lebih baik galau lihat masih banyak orang yang tidak bisa makan sehari tiga kali, lebih baik galau liat anak kecil nonton TV sampai lupa makan, belajar, sholat. Lebih baik galau lihat banyak anak cerdas putus sekolah karena masalah ekonomi, daripada galau mikirin diri sendiri
15 hours ago · Like ·
1 -
Ryan Alfian NoorKewajiban kita untuk membangun bangsa lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Galau itu manusiawi, galau itu wajar, tp jgn sampai membuat kita tidak produktif. mari kita belajar, bekerja, dan berkarya. #semogatidaktermakanomongansendiri15 hours ago · Like ·
2 -
Dwi SatrioGALAU : God Always Listen And Understand..14 hours ago · Like -
galau merupakan bagian dari kekhawatiran yg terbelengu dari sebuah akar masalah yg melanda seseorang.sikap pasif,inspektif yg berlebihan yg mengendurkan semangat bertahan dlm hidup dan dlm berimaginasi untuk inovasi dlm berkreasi. solusinya adalah:membuka diri,instropeksi diri,dan mengkondisikan diri.jdkan semua masalah yurisprodensi akumulasi tangga menuju kebahagiaan hati yg perfect.
14 hours ago · Like -
Azmy Basyarahil”Don’t turn your head. Keep looking at the bandaged wound. That’s where the light enters you. And don’t believe for a moment that you’re healing yourself” -Jalaludin RumiKarena tidak ada upaya yang benar-benar menyentuh kenyataan, kecuali penguasaan diri utk mampu mengenali keadaan jiwa kita sendiri setiap saatnya.. Sangatlah penting, krn jiwa memiliki kemampuan untuk mengafirmasi keberadaan materi yg (di)tiada(kan) dalam interaksi simbolik (beragam makhluk dan ketetapan) di alam dunia. Dengan kemampuan mengenali jiwa, tidak ada lagi ruang bagi kita utk melemahkan diri sendiri dgn mengatasnamakan ke-galau-an. Manusia hanyalah bisa bergerak menyentuh harapan, tanpa adanya sedikitpun kemungkinan tersentuhnya sebuah kepastian. Lalu, mengapa harus terlalu lama berdiam (apalagi melemahkan sendiri jiwa kita) hanya karena kegagalan menyentuh satu dari sekian banyaknya jalan menuju kepastian? Sementara kita tidak pernah tahu, jalan manakah yg sesungguhnya menghadirkan kemenangan..Karena boleh jadi tertundanya pencapaian mimpi-mimpi kita, terhambatnya penggapaian harapan-harapan kita, terhentinya langkah-langkah kita, adalah karena kita seringkali tidak bersyukur atas nikmat yang telah Allah swt berikan pada kita hingga detik ini. Maka jika semua usaha telah kita lakukan dengan benar, yakinlah tangan-tangan Tuhan yg akan melapangkan jalan dan menunjukkan arah jalan terbaik untuk kita. Tidak ada ketetapan yg lebih baik dari ketetapan Tuhan untuk hambaNya…Makasih Bunda Tatty Elmiratas kiriman note-nya, mengajak kita utk terus meningkatkan kualitas kepahaman & fakultas kesadaran jiwa
14 hours ago · Like -
Vina Triana Sudarto Bunda Tatty Elmirbener, rasanya terlalu lemah jika hanya digalaukan oleh seseorang, dan meninggalkan kewajiban untuk mnjadikan bangsa lebih baik, memenuhi kwajiban pada orang tua, dan membuat orang2 di sekeliling ini tersenyum. Kegalauan yang dirasa belakangan ini, ternyata belum apa-apa dibandingkan dengan kegalauan orang-orang terdahulu. Makasih ya Bunda. Tapi, masih boleh galau kan ya tapi kewajiban gak ditinggalkan? #seolah menikmati kegalauan# karena Bun, kalo dalam galau, kadang kok malah lebih khusyuk ya utk ibadah. hehehe.. galau yang kata kak @naimah lutfi .14 hours ago · Like ·
1 -
Mast Tio dan sesuatu yang baik akan terus menjadi baik..
terimakasih Bund atas Notesnya yang mendewasakan kita semua.
tapi ttep Bund, Indonesia Harus GALAU!
sudah dibaca kahn Bund….http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150361719622144…
bahwa keGALAUan itu ada jua yang Positif..
Hidup GALAU! Ayo Indonesia Bisa! ^^Bismillah.., Guys dan Gels…Upu Kabar rek iki?? Semoga dalam keadaan baik dan sehat selalu. Walaupun banyak bencana di negeri kita tercinta ini, ingatlah bahwa Indonesia punya pemuda seperti kalian yang bisa membawa Indonesia keluar dari keterpurukan. …by: Mast Tio11 hours ago · Unlike ·
1 · -
Mierza Darsya Putraso we have to sustaining and minimising losses to our self,friends, family when we are hit by unexpected “galau” , then improve decisions and seizing opportinities
14 minutes ago · Like -
Write a comment…







Waah…subhanallah tante! tulisannya mengingatkan akan galau = kufur nikmat.. karena galau menutup segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, sehingga kita menjadi sempit, berpikir sempit, berhati sempit.. hehe..
By: pinturizky on January 1, 2012
at 2:37 pm