Posted by: tatty elmir | May 17, 2017

Selamat Hari Buku Nasional.

Di hari buku nasional ini, ijinkan kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pembaca buku. Khususnya buku baru kami “Never Ending Hijrah”.

Karena buku tanpa pembaca tidak bermakna dan tidak dapat memberi manfaat apa-apa.

Terimakasih pula atas semangat para pembaca menghadiri setiap bedah bukunya.

Yang menginginkan kami hadir dalam bedah buku di kota masing-masing bisa hubungi kami di 0812.817.7951.

Jika waktunya pas InsyaAllah kami juga akan hadir di kota kawan-kawan semua. Agar kebermanfaatannya lebih menyebar terasa.

Salam Hijrah.

Tatty Elmir, Kurniawan Gunadi dkk

IMG_20170517_20bedah1219_925

Bedah buku Never Ending Hijrah di hotel Grand Shanti Denpasar Bali.

Posted by: tatty elmir | May 4, 2017

Yuk Dataaang

IMG_20170502_061006_479.jpg

 

Assalammualaykum Bp/Ibu/Sahabat yang indah budi

Akan sangat berati jika Bpk/Ibu sekeluarga berkenan hadir dalam launching buku baru kami “Never Ending Hijrah”
Kamis 4 Mei jam 12.30-14.00 di panggung utama Islamic Book Fair -JCC.

Buku ini bukan hanya mengulik perjuangan sepasang suami istri WNI menjadi petani/peternak sukses di New Zealand, tapi juga tentang kegigihan mereka mensyiarkan Islam di daratan paling selatan dunia itu.
Terimakasih dan salam hijrah

Tatty Elmir dkk.

http://m.republika.co.id/berita/gaya-hidup/trend/17/04/16/ooi08f374-buku-never-ending-hijrah-akan-dibedah-di-ibf-2017

Posted by: tatty elmir | April 3, 2017

Menghimpun Berkah Dari Hijrah Ke Hijrah 2.

20161123_071332

Tak henti berhijrah. Ya… Itulah filosofi hidup yang melekat pada diri Ibu muda dengan 5 orang anak tersebut. Mulai dari perilaku, kebiasaan, hingga benar-benar hijrah fisik. Sejak usia setahun, Silvi sudah diboyong ke dua orangtuanya merantau ke Holland.

Setelah empat tahun di negeri kincir angin tersebut Silvi kembali ke Jakarta, dan  lalu meneruskan pendidikan ke rantau yang lain, yakni Nigeria di tahun 1985. Disana Silvia bersekolah di ANDRAO International School. Lalu pada tahun 1988 hingga 1989 Silvi bersaudara sempat ‘ngekos’  waktu belajar di Sekolah Indonesia SIC di Kairo, Mesir.

Setelah sempat balik ke Indonesia selama 4 tahun, Silvi lalu pindah lagi mengikuti tugas orang tua di KBRI New Zealand di kota Wellington.Dari kebiaasaan hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain itulah akhirnya Silvi benar-benar belajar banyak tentang nilai-nilai   kehidupan. Utamanya tentang kemandirian, keuletan, ketangguhan, toleransi, konsistensi untuk terus belajar, dan tentu saja harus adaptif.

Terutama saat tinggal di Kairo ketika masih berusia 11 tahun jauh dari orang tua. Hanya mereka beradik kakak di sana. Ceritanya saat itu orang tua Silvia dipindah tugaskan dari Nigeria di Afrika untuk kembali ke Jakarta. Nah untuk masa transisi, kedua orang tuanya memutuskan untuk ‘menitipkan’ anak-anaknya kepada sahabat keluarga yang dipercaya untuk bersekolah di sekolah Indonesia di Kairo.

Kemandirian itu pula yang membuat Silvi hingga kini tak gamang jika harus melakukan pekerjaan apapun yang selama ini kerap diidentikkan dengan pekerjaan laki-laki. Seperti berburu, mengoperasikan mesin-mesin pertanian,  dan berbagai pekerjaan peternakan yang sangat ‘macho’.

20161116_121914.jpg

Silvi juga tak canggung ketika harus ke kota membawa kendaraan operasional farmnya yang lagi rusak. Atau saat terpaksa bepergian seorang diri ke luar kota dengan menyetir sendiri mobil besarnya, hingga mengurus tetek bengek rumah tangga dengan 5 anak tanpa pembantu yang mengasisteni.

“Kalau buat saya hijrah itu membangun karakter… it’s a beautiful thing, masa-masa yang membentuk kita menjadi seseorang.  Tanpa berhijrah, kita akan terus di bubble kita, mungkin gak bakal empati terhadap orang lain, mungkin gak bakal empati terhadap binatang. Hijrah membuat saya lebih dewasa dan lebih mendekatkan diri  pada Allah Subhanahu Wataala…..InshaAllah”, ucap Silvi.

Kisah serupa, suaminya DR Reza Abdul Jabbar juga merupakan perantau ulet yang digodok keadaan sejak muda. Belum lagi berusia 15 tahun, dia telah memilih langkahnya sendiri untuk merantau ke Singapura. Waktu itu Reza baru tamat SMP Negeri 3 Pontianak dan ingin mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya.

“Setelah tamat SMP,  Ayah saya menanyakan ingin sekolah apa. Lalu terjadi diskusi yang mengeksplor keinginan saya untuk masuk sekolah pertanian atau peternakan. Nah jadi diputuskan akan sekolah kemana ni, klo memang pengennya sekolah di peternakan. Jadi kami berpikir kalau gak Australia ya New Zealand atau Canada”, jelas Reza.

Setelah setahun di Singapura belajar berbagai macam dan merasa cukup bekal bahasa Inggrisnya, Reza memutuskan untuk kembali pulang ke tanah air,  dan masuk SMA Negeri 3 Jakarta.

“Di SMA Jakarta, saya mulai kelas 1 lagi. Tapi gak papa. Saya anggap 1 tahun di Singapura mencari pengalaman merantau. Biasanya orang-orang kan cari pengalaman begitu setamat SMA kan? Kalau untuk saya terjadinya itu setelah SMP. Tapi semua tetap mengacu kepada poin ingin kuliah di New Zealand”, Reza berkisah.

Biasanya anak-anak yang menamatkan SMA  di Indonesia, jika meneruskan ke NZ  harus masuk dulu sekolah transisi yang disebut Foundation year selama 1 tahun. Karena  SMA Indonesia tidak diakui jika ingin ke perguruan tinggi di  New Zealand. Atas dasar itulah Reza menutuskan untuk sekalian pindah sekolah saat masih duduk di bangku SMA agar tidak membuang-buang waktu. Belum lagi persoalan tahun ajaran baru di Indonesia yang baru mulai Juli, sedang di New Zealand Januari.

Semua menjadi perhitungan yang matang dalam diskusi antara Reza dengan Ayahnya. Mereka tidak mau ada waktu menunggu yang sia-sia. Karena itu atas nasehat Ayahnya yang terbiasa berhitung dengan cakap itu, Reza memutuskan untuk berangkat ke New Zealand saat masih semester pertama di kelas 2 SMA.

Saat itu Ayahanda Reza, Abdul Jabbar menantang anaknya untuk selalu juara, dan harus bisa langsung duduk ke kelas 3 di Lynfield College Auckland. Dan tantangan itu berhasil. Perjuangan Reza sukses untuk langsung duduk di kelas tiga, dengan bonus ranking pertama pula. Aduhai senangnya hati Haji Abdul Jabbar Ayahandanya Reza. Dan kepercayaan kepada si sulung buah hatinya itu bertambahlah.

Untitled-7

Sejak awal merantau di Auckland, Reza benar-benar sebatang kara. Tak ada sanak saudara yang ditumpangi. Hanya beruntung dapat Ibu kos yang baik hati.  Sama waktu di usia 14 tahun merantau di Singapura dan melanjutkan ke SMA  di  Jakarta.

Kedua orang tua tetap berdomisili di Pontianak. Hanya datang sekali-sekali menengok putra sulungnya itu. Kepercayaan besar yang diberikan kedua orang tuanya membuat Reza berlatih untuk bertanggung jawab. Apalagi setelah itu Reza dibelikan  rumah di daerah Kepala Gading.

“MasyaAllah anak itu…tetangga pada memuji, anak semuda itu sudah bisa hidup mandiri dan tau diuntung. Tidak pernah ada yang melaporkan Reza keluyuran padahal di rumahnya disediakan mobil. Dia lebih suka di rumah belajar bersama kawan-kawannya yang cerdas. Dia memang selalu memilih kawan yang baik dan pintar. Alhamdulillah waktu itu Reza ketularan dan berhasil menjadi juara umum”, kenang Ibunda Reza, Talaah Jabbar.

Untitled-6

Meski terlahir dari keluarga pengusaha yang cukup berada, namun Reza sejak kecil dilatih kedua orang tuanya untuk mandiri, bekerja keras dan kukuh dalam memperjuangkan keinginan dan memegang prinsip-prinsip  Islam.

Ayahnya yang kontraktor berbagai infrastruktur di Kalimantan Barat itu, membiasakan anaknya  sejak dini untuk berdialog, dengan memancing komentar Reza terhadap sesuatu masalah.

Reza kecil juga kerap dilibatkan Ayahandanya dalam berbagai obrolan orang-orang dewasa dengan tetamunya untuk membahas berbagai macam topik, terutama bisnis. Karena itu sejak kecil pula Reza tidak pernah berkeinginan menjadi pegawai, apalagi pegawai negeri.

Hijrah sendiri dalam pandangan Reza ada tiga persoalan. Pertama soal hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Kedua, hijrahnya orang-orang dari kekafiran ke dalam Islam. Ketiga, hijrahnya orang dari tempat yang susah ke tempat yang lebih baik.

“Jadi mungkin yang saya lakukan ini hijrah untuk mencari suatu kesempatan lebih baik. Hijrahnya seorang anak muda untuk menuntut ilmu. Ya pada awalnya kan begitu. Jadi Alhamdulillah Allah mudahkan urusan kami, di Indonesia pun Allah mudahkan. Dan seiring dengan kondisi menuntut ilmu itu, terjadi perubahan keadaan, kondisi dan cita-cita pun berubah”.

Reza mengakui, pada awal merantau ke New Zealand, tidak terpikir olehnya untuk menetap.  Jika kuliah selesai, Reza justru berniat untuk pulang. Namun seiring dengan perjalanan waktu, melihat kesempatan, peluang dan berbagai macam keadaan, setelah dipikir dan ditimbang masak-masak akhirnya barulah keputusan diambil untuk tetap lanjut di perantauan negeri Selatan .

2016-11-20 12.40.23.jpg

Menurut Reza dan Silvi, bumi Allah ini begitu luas, tidak dibatasi dengan bingkai teritorial. “Jadi kalau ada suatu kaum merasa susah, merasa tertindas, tidak bisa memberdayakan diri sendiri dalam banyak constrain maka dia harus berhijrah”.  Tukas mereka kompak.

Reza berpendapat hijrah ini perlu bekal. “Dan sebaik-baiknya bekal kata Allah adalah taqwa”, tegasnya. Reza menambahkan “Hijrah ini dengan harapan dapat kesempatan lebih baik kan? Nah lebih baik ini jangan sampai hanya secara duniawi saja, tapi hancur lebur secara aqidah. Dan ini banyak kita jumpai, demi Allah banyak kita jumpai”, ungkap Reza.

“Hijrah.. tapi anak-anak yang mereka lahirkan  tidak bisa baca Al Qur’an. Bahkan kadang-kadang orang tuanya sendiri tidak bisa baca Al Qur’an atau lupa. Nah kalau begini bukan hijrah, ini kemunduran”. Imbuhnya.

Reza dan Silvi senantiasa  berdoa kepada Allah semoga  keluarga mereka tidak menjadi bagian dari orang-orang yang mundur itu. Reza mengaku selalu mengingat baik-baik pesan beberapa gurunya, untuk bertanggung jawab terhadap diri dan keluarga. Jangan sampai di negeri yang mereka pilih untuk berhijrah justru menjauh dalam roh Islam.

“Jangan sampai anak-anak yang kami buatkan pilihan tersebut,  tidak terbentuk, tidak terjaga,  dan tidak bertambah imannya”.

Untuk itu Reza dan Silvi mengajarkan kepada anak-anak mereka bertauhid sampai mati. “Karena kalau belum sampai mati, belum kelar”. Karena itu Reza dan Silvi  senantiasa melibatkan seluruh anak-anaknya di berbagai kegiatan komunitas Islam yang dibangunnya bersama saudara Muslimin-Muslimatnya yang terdiri dari berbagai Bangsa itu di kota Invercargill.

“Kami semua merasa perlu melibatkan diri ke dalam runningnya the affairs of the Moslem, masjid, Islamic Center, Majelis-majelis ilmu, madrasah dan semuanya itu memang kita harus ceburkan diri kita sampai basah gitu lho”

Reza dan Silvi mengikhtiarkan seperti itu, dengan harapan akan  selalu ada tempat untuk mencari ilmu. Teman-teman biasa akan menjelma menjadi saudara, karena kaum mukminin dan mukminat sesama perantau sesungguhnya saudara yang paling dekat.

“Karena kalau kita menghindari atau memisahkan diri daripada kaum muslimin, yang terjadi malah kebalikan, mundur aqidah kita”. Imbuh Silvi pula.

Reza dan Silvi  bukan hanya mencoba meresapi baik-baik QS At-Taubah 9;20 yang artinya ; Hai orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”.  Namun mereka telah mencoba terus menerus berlatih mengamalkan 3 prinsip hidup dalam ajaran Islam tersebut. Yakni Iman, hijrah dan jihad.

Meski Silvia dan Reza lebih banyak menjalani kehidupan di rantau ketimbang di negeri sendiri, namun sepasang suami istri yang sangat kompak ini tidak pernah merasa kehilangan “Rasa” sebagai orang Indonesia.

Bagi Silvia, 34 tahun menjalani kehidupan di rantau dari 39 jumlah usianya, dan 25 tahun bagi Reza sepanjang usia hingga 41 tahun saat ini, tidak mencerabut rasa kebangsaannya.

Reza dan Silvi tak ada bedanya dengan masyarakat di tanah air sendiri. Walau hidup jauh di rantau, setiap hari mereka tak melewatkan berita terhangat dari tanah air lewat berbagai grup WA dan sosial media lainnya. Tak ada peristiwa di tanah air yang ia tak tahu, dan berusaha senantiasa terlibat dalam berbagai ikhtiar perbaikannya.

Reza juga senang hati mengulurkan tangan menjadi ‘konjen’ tak resmi di propinsi Southland NZ. Regional Southland Murihiku itu teritorialnya mencakup Invercargill City, Gore District, dan  Southland district. Setiap WNI  yang bermukim di ketiga tersebut, yang paspornya hampir kadaluarsa, tak perlu lagi harus jauh-jauh  mengurus perpanjangan paspornya ke KBRI di Wellington. Cukup mengantarkannya ke rumah Reza dan Silvi maka paspor barupun jadi lewat tanda-tangan di hadapan Reza.

Selain menjadi tempat tujuan orang-orang Indonesia mulai rakyat biasa hingga para pejabatnya untuk belajar peternakan hingga curhat pribadi, Reza juga mengulurkan tangan untuk berbagai kegiatan pendidikan dan sosial di tanah air. Dan di pundak Reza pulalah almanah sebagai komandan Diaspora Indonesia untuk New Zealand diembannya.

DSC01294_crop.jpg

Keras memegang prinsip agama tidak membuat Reza dan Silvi menutup diri terhadap pergaulan. Para petani  tetangga mengenalnya sebagai pasangan yang suka menolong. Bahkan mereka yang berbeda keyakinan kerap meminta Reza berdoa kepada Tuhan untuk nenurunkan hujan.

Reza dan Silvi juga bergaul dan berniaga tanpa membeda-bedakan orang.  Keteguhan agama baginya untuk diamalkan dan diteladankan. Tidak untuk menghakimi orang lain atau membuat orang lain merasa bersalah.

Menurut Reza dan Silvi, ekspresi dan bukti cinta tanah air, juga tidak harus dilakukan di tanah air. “Di manapun berada, kita bisa berkontribusi untuk Bangsa dan Negara Indonesia”, tegas Reza.

Hidup dari rantau ke rantau, dari satu fase kehidupan ke fase kehidupan yang lain, telah membentuk Reza dan Silvia menjadi pasangan yang tangguh, yang terbiasa bekerja keras, berjuang bersusah payah dulu sebelum bermimpi memetik hasil.

Dan konon menurut pegawai dan orang-orang dekat mereka, karakter perantau tangguh inilah yang menjadi kunci sukses mereka dalam berbisnis, berumah tangga, bermasyarakat, dan berdakwah.

 

 

Posted by: tatty elmir | April 3, 2017

Menghimpun Berkah Dari Hijrah ke Hijrah 1.

20161116_061959

 

Siang itu pesawat Air New Zealand yang membawa saya dan Retno dari Christchurch ke Invercargill mendarat mulus di bandara Otatara. Invercargill adalah kota paling selatan di South Island New Zealand yang dalam Bahasa Maori disebut Waihopai.

Meski melalui perjalanan panjang yang cukup melelahkan dari tanah air karena memakan waktu  sekitar 36 jam di perjalanan akibat transit 12 jam di Sydney dan delay selama 6 jam di kota Christchurch, tak membuat semangat kami melemah.

Terbayang dulu bagaimana semangatnya orang-orang Skotlandia di era 1850an membangun Invercargill, sebagai lahan gembalaan domba-domba penghasil wool mereka. Padahal mereka bermukim di Dunedin, yang berjarak 250an kilo meter dari kota yang dipenuhi rumah-rumah hunian warga yang sederhana, namun di sana-sini diselingi bangunan bersejarah ala Victoria hingga Art Deco.

Tak berapa lama berselang setelah urusan bagasi kelar, seorang perempuan berjilbab panjang datang menjemput dan menghamburkan senyum ramah dan  pelukan akrabnya kepada kami. Jilbab lebarnya itu ternyata tak menyembunyikan keelokan paras Melayu dan perawakan jangkungnya yang melebihi ukuran rata-rata perempuan Indonesia.

20161116_075649

 

Namanya Silvia Wardani Pamudji, putri salah seorang diplomat senior Indonesia Almarhum Tutur Pamudji yang pernah bertugas di berbagai negara, termasuk New Zealand.

Dari bandara Otatara Silvi membawa kami dengan mobil  4WD double cabinnya menyisir tepi kota yang sepi, hingga akhirnya melaju di jalanan lurus mulus daerah Mokotua menuju lahan peternakan yang sangat luas di daerah Anarua.

Padang rumput menghijau terhampar luas hingga terlihat seperti berbatas dengan ujung langit yang terlihat sangat dekat. Beberapa petak di antaranya terisi dengan gulungan-gulungan baleage, stok rumput untuk musim dingin yang mirip potongan-potongan marshmallow. Menjadikan paddock laksana lukisan berbingkai yang sangat artistik.

20161117_043514

 

Saat memasuki Marshall Road, lebih dari 30an kilometer dari kota Invercargill, Silvi mengatakan bahwa kami sudah dekat. Kami menebak-nebak sendiri, bahwa kiri kanan lahan luas yang sebagian dipenuhi sapi-sapi perah yang sangat montok,  yang  dadanya hampir tumpah ke tanah itu adalah miliknya.

20161128_101136

Dan ternyata dugaan kami tidak meleset. Tiba-tiba terbayang bagaimana bisa perempuan kelahiran Jakarta 27 April 1977 itu bersama suami tercintanya bisa menjadi tuan tanah dan petani peternak yang sukses di negeri orang.

Peristiwa apa, dan kekuatan ajaib apa yang membawanya kemari? Bagaimana kisah perjuangan anak rantau itu dan kegigihan mereka mengungguli persaingan ?  Berpuluh, beratus dan beribu pertanyaan menyeruak untuk dikuak.

 

 

20161202_070108.jpg

(Bersambung..)

 

Posted by: tatty elmir | April 16, 2016

Terusir Di Kampung Leluhur Sendiri.

IMG_20160416_083849

 

 

Rasanya begitu banyak yang ingin saya tulis malam ini perihal saudara-saudara kita di kampung Akuarium Pasar Ikan yang digusur dengan begitu kejam di tanah Nenek Moyangnya sendiri.

Siang itu saya melihat begitu banyak warga duduk bergerombol kehilangan akal tak tahu harus bagaimana. Dua orang anak laki-laki dan Ayahnya saya saksikan mengais-ngais sesuatu yang berguna di reruntuhan rumah mereka yang mirip bekas bencana gempa. Ya…mereka mencari adakah sesuatu yang kiranya masih berguna. Bukan berharga. Karena mereka tidak punya yang berharga.

Dari siang hingga tengah malam lalu saya dan relawan Forum Indonesia Muda dan berbagai lembaga lain yang membersamai mereka. Menemani mereka makan dengan lahap menu sederhana yang kami bawa. Mendengar cerita mereka. Meredakan kemarahan warga dan caci maki terhadap penguasa yang dilabel sebagai manusia yang tidak punya hati. Bahkan ada seorang tokoh masyarakatnya yang bilang, “Mba, selama hidup, dari kecil hingga ompong begini, baru ketemu gubernur yang demikian kejam. Kami persis warga Gaza yang terusir di tanah airnya sendiri”, ujarnya.

Dan malam ini saya baru saja dihubungi warga Akuarium yang tergusur, perihal keadaan mereka dan berbagai ancaman yang kini melanda.

Rasanya tak bisa lagi banyak berkata, karena begitu banyak yang menyesakkan dada. Malam ini, ketika kita tengah tidur nyenyak di kasur empuk di kamar sejuk, di Luar Batang sana, ada banyak anak-anak yang tidur di perahu bersama orang tuanya, juga bantalan dermaga dan di puing-puing reruntuhan rumah mereka.

 

Saya tak tahu sampai kapan derita mereka itu di akhiri.

Saya juga tak tahu, apakah upaya relawan memulihkan trauma pada anak-anak itu bisa berhasil. Yang saya tahu mereka begitu fasih memaki tokoh dan etnis yang telah membuat mereka menderita.

Semoga saja kehadiran para relawan kemanusiaan di sana dapat sejenak menghapus luka, atau sekedar menyeka air mata. Karena hati mereka telah remuk dalam luka dan kesakitan, dalam sebuah tragedi.

Warga negara asli dari sebuah Negara merdeka yang terusir dengan sangat kejam dari tanah tumpah darah dan leluhurnya sendiri.

 

 

 

 

 

 

Posted by: tatty elmir | April 8, 2016

Tolak Legalisasi Judi dan Prostitusi

Saya selalu gemetar setiap ada pejabat yang mewacanakan legalisasi judi dan prostitusi dengan berbagai alasan ‘rasional’.
Terbayang kasino dan pusat-pusat hiburan di luar negeri yang pernah saya kunjungi saat masih muda nan penuh rasa ingin tahu.

Suatu hari di TM kasino mewahnya Donald Trump di Atlantic City USA, saya melihat gadis muda cantik-cantik, berlalu-lalang hanya menggunakan cawat di malam sedingin apapun. Baik sebagai pemandu judi maupun hanya sebagai pramusaji. Di wajah yang penuh polesan kosmetik tebal itu saya menemukan lara. (Saya tak bisa membayangkan, seperti apa rupa pakaian mereka yang memang dipekerjakan sebagai budak seks sesungguhnya).
Baru setelah itu saya bisa memahami mengapa ada awan kelabu di wajah-wajah gemerlap itu, karena saya bertemu korban trafficking yang salah satunya menginspirasi Bab 16 novel Keydo ” Louisa De Ipanema”

Bukan rahasia lagi, hadirnya pusat judi dan prostitusi telah melambungkan kebutuhan akan PSK. Maka korban trafficking akan meruyak. Gadis-gadis ingusan dibodohi, dibujuk, ditipu, dipindahtangankan dengan cara-cara mengerikan. Setiap hari mereka diperkosa, dijadikan objek kejahatan pornografi, dibegundali dan ditindas dengan sangat…sangat sadis.
Celakanya masyarakat bahkan para penyelenggara Negara kerap memandang sebelah mata akan penderitaan mereka. Stempel mereka terlanjur berwarna “Gelap” dan “Tak Layak Dipercaya”.

Ketika membaca kisah duka Sandra Woworuntu yang dikirim anak saya Maghleb Yudinna Elmir ini, berkelabat kembali bayangan para PSK korban perdagangan yang pernah kami pulangkan dan juga kisah-kisah lara serupa yang pernah hadir di depan mata.

Karena itu saya mohon kawan-kawan yang membaca tulisan ini, untuk bersana kita menyuarakan TOLAK legalisasi judi dan prostitusi di NKRI. Karena akan melahirkan penindasan kemanusiaan dengan kerusakan yang jauh lebih besar dan luar biasa kejam.

Tak percaya? Mari kita simak kisah Sandra :”(

 

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160330_majalah_sandra_korban_perbudakan_seks?ocid=socialflow_facebook%3FSThisFB

 

 

Posted by: tatty elmir | March 19, 2016

Happy Lucky Traveler

Manusia adalah makhluk peziarah, traveller being.

Tapi hanya sedikit yang mau dan mampu menuliskannya secara reklektif dan inspiratif, sehingga orang lainpun memperoleh limpahan pencerahan dari ziarahnya.

Tatty Elmir adalah orang yang sedikit itu, yang lewat buku ini dia berbagi dengan kita bahwa hidup itu indah, mengasyikkan dan penuh makna.

(Prof. DR. Komaruddin Hidayat – Penulis Life’s Journey. Hidup Produktif dan Bermakna, Rektor UIN Jakarta 2006-2015 )

***

 

Alhamdulillah telah lahir baby  ke-8 yang ngegemesin dan prosesnya demikian panjang. Ditunggu ya ke “Aqiqahannya”, Minggu 20 Maret besok jam 12.30-15.00

IMG-20160316-WA0001

Comments
Mala Tris

Mala Tris Selamat ya, Bunda.

Tatty Elmir

Tatty Elmir Mala Tris : Terimakasih sayang

Toni Al-Munawwar

Toni Al-Munawwar Selamat.. Keren.. 

Toni Al-Munawwar

Toni Al-Munawwar Sama-sama  semoga saya bisa nyusul ya.. Mbak

Tatty Elmir

Tatty Elmir Tentulah bisa dan lebih baik lagi. InshaAllah

Tatty Elmir
Write a reply…
Mala Tris

Mala Tris Sama-sama, bunda.

Tatty Elmir
Write a reply…
Adiel Luckman

Adiel Luckman Asik, bundaaa ikutan ah. Minggu depan wikennya gak usah ke bandung lagi berarti. wink emoticon

Melati Octavia

Melati Octavia Mel share ya bunda 

Tatty Elmir

Tatty Elmir Hehehe mksh sayang

Tatty Elmir
Write a reply…
Tatty Elmir

Tatty Elmir Hahaha terimakasih Adiel Luckman ayooo nonton pasangan kocakMentari Rona dan Ario Bismoko Sandjoyo 

Tatty Elmir

Tatty Elmir Terimakasih Moli sayang. Yuk nulis 

Tatty Elmir
Write a reply…
Tatty Elmir

Tatty Elmir Mohon doakan apapun langkah kita agar senantiasa dlm ridho dan berkahnya ya Zak.

Tatty Elmir
Write a reply…
Dayu Rahma Fitri

Dayu Rahma Fitri Selamattt unii tati…kerenn unii…

Tatty Elmir

Tatty Elmir Aamiin. Mhn doakan lancar dan bermanfaat ya Yu. Ditungguuu

Tatty Elmir
Write a reply…
Tanti Danica

Tanti Danica Selamat ya Tante.. In shaa Allah hadir nanti.. 😀😀😀

Tatty Elmir

Tatty Elmir Tanti Danica: Asiiik. Makasih sayang

Tatty Elmir
Write a reply…
Konselor Zikra

Konselor Zikra Selamat ya Tatty…mantaaap Ty…

Tatty Elmir

Tatty Elmir Konselor Zikra: Aiiih… terimakasih ka Zikraku nan selalu di kalbu

Ya Asurandi A. Hamid

Ya Asurandi A. Hamid Selamat Bunda Tatty, keren bro Fahmi

Tatty Elmir
Tatty Elmir Hahaha TQ Andi. Iya Ndi..
Ini Si Bro Fahmi makin melejit tak terkendali. Apalagi program-program traventurenya

Tatty Elmir
Write a reply…
Kholik

Kholik Waaah selamat dan sukses ya bunda elmir atas peluncuran Bukunya semoga akan lahir karya karya terbaru lagi yang menginspirasi kita

Tatty Elmir

Tatty Elmir Aamiin Ya Rabb. Terimakasih Nak

Tatty Elmir
Write a reply…
Aisha Shaidra

Aisha Shaidra Idolaaaaa 😙 selamat ya bundaaaa

Yeti Yudiyanti

Yeti Yudiyanti Dari kemaren sejak bunda posting. Sbnernya ga sabar buat baca. Penasaran.hehe smga bisa langsung ketenu di tgl 20 maret bun. Selamat bunda Tatty Elmir

Tatty Elmir

Tatty Elmir Yeti Yudiyanti: Hehehe terimakasih Nak. Sampai ketemu tanggal 20 ya

Putri Siska

Putri Siska Waahh barakallah bunda

Tatty Elmir

Tatty Elmir Putri Siska: Terimakasih Nak

Iin Amrullah Aldjaisya

Iin Amrullah Aldjaisya Wah semoga bisa hadir kesana dan pengin segera punya buku tsb. Selamat ya bunda. Baarokillah fii aqiqah (launching bukunya)

Dzaky Fatih

Dzaky Fatih Selamat atas lahirannya Bunda, *_*

Tatty Elmir
Tatty Elmir Dzaky Fatih: Wah makasih Nak.
Ida apa kabar sayang? Lama sekali tak dengar ceritanya. Masih di Manado atau sudah pada kumpul di Manokwari ? Sun buat cucu Ima di sana

Feldha Fadhila
Feldha Fadhila Bunda Tatty Elmir keren bgt,..
Usia tdk muda (*maaf ), tp masih selalu produktif & berjiwa muda!
Saya makin ngefans sama bunda.
Saya teman Qadrjatsiah Elmir Deni Saputra, saya sudah kagum sama JtC dari awal sy kenal.
Kemudian lama2 sy sering baca tulisan bunda, lhaaa ya ga heran anaknya keren karna terlahir dari mamanya yg super keren
Semoga sy juga bisa jd mande yg “keren” bagi anak2 sy. Amin.Love U both.

Feldha Fadhila
Feldha Fadhila Hihihii.. ungkapan jujur & tulus ini JetC sayang,… kagumnya daku pada dirimu masih sampai skrg koq
Pasangan mama & anak yg produktif bgt
Titip sun sayang utk Keikha yaa JtC.

Tatty Elmir
Write a reply…
Retno Junita Dewi

Retno Junita Dewi MasyaAllah bunda Tatty keyyyeen,,, waktu itu Keydo launching 2011 bukan sih bund? Berarti HLT ini 5 tahun dalam ‘alam kandungan’ ya? Hihihi alhamdulillah lahir dg selamat. Sukses yaa bunda Tatty. Semoga bs hadir ke ‘aqiqahannya’. Aamiin. InsyaAllah.

Tatty Elmir
Tatty Elmir Wuaehehee usia memang ga pernah berdusta Feldha Fadhila… Tapi tetap berasa muda karena banyak gaul sama anak muda hehehe. JetC ,Maghleb Yudinna Elmir adik-adiknya dan semua anak FIM itu tidak hanya anak, tapi juga sahabat. Kami main, nyanyi, dan beraktifitas lain bersama-sama. Jadi tertular deh semangat mudanya.
Dan Feldha tentu juga bisa. Lebih baik malah.
Makasih sayang.Love you tooo

Feldha Fadhila

Feldha Fadhila Amin ya Allah. Makasih bunda.

Feldha Fadhila

Feldha Fadhila Jd penasaran pgn ikutan FIM.

Tatty Elmir

Tatty Elmir Hehehe ayooo Nak

Tatty Elmir
Write a reply…
Tatty Elmir
Tatty Elmir Retno Junita Dewi: Waaah Retno hebat. Terimakasih sayang sudah mengingat kelahiran Keydo. Hehehe. Iya nih si HLT terlalu lama dalam kandungan. Apa emaknya masih kurang gerak ya? Hahaha.
Ditunggu ya Retnooo

Afifah Makhirliana
Afifah Makhirliana Wihhhhhh. Alhamdulillah barakallah bundaaaaaaa. Semoga launchingnya sukses menggelegar.
Ditunggu launching keduanya d ranah minang bund *eh

Tatty Elmir

Tatty Elmir Afifah Makhirliana: Hehee terimakasih sayang. Sudah berangkat ke sana Nak?

Afifah Makhirliana

Afifah Makhirliana samasama bundaaa. insyaAllah mei ini bunda. Mohon doa bun kiss emoticon

Tatty Elmir
Write a reply…
Endang Wrestiati

Endang Wrestiati Sudah ada di gramed mbak?

Tatty Elmir

Tatty Elmir Mungkin minggu depan ya Mba. Suwun smile 

Ghaza Yusof
Ghaza Yusof TAHNIAH adik kami Ibu Tatty Elmir
Kami iringi dengan doa , semoga MAJU Dan BERJAYA.
See translation

Tatty Elmir

Tatty Elmir Aamiin Ya Rabb. Terimakasih Bang Zhaly dan seluruh keluarga di seberang, yang senantiasa mengobarkan semangat smile emoticon

Tatty Elmir
Write a reply…
Rin Nina

Rin Nina Selamat datang baby HLT, kehidupan adalah perjalanan, semoga barokah 

Soraya Roshanty

Soraya Roshanty In sya Allah Cinta aku bs hadir

Anindya Rizqi Fauziyyah

Anindya Rizqi Fauziyyah Waaah.. barakallah ya bunda Tatty Elmir 

Tatty Elmir
Write a reply…
Dhian Nurma Wijayanti
Dhian Nurma Wijayanti Ada grand launching di Medan ga, Bun?
Posted by: tatty elmir | March 19, 2016

LGBT, Di Mata Saya

Di tengah gonjang ganjing LGBT, saya pikir, masyarakat jangan mau dihasut, diprovokasi kelompok propaganda seks bebas untuk terpancing membenci semua kaum yang bermasalah dengan orientasi seksualitas.
Saya punya banyak kenalan, sahabat, kerabat, laki-laki gemulai, perempuan macho hingga transgender. Bahkan ada beliau yang kini sudah sepuh, jauh lebih senior dari pada Vivian Rubianti dan Dorce.
Saya lihat mereka tidak pernah bermasalah dengan lingkungan. Bahkan dihormati karena menoreh prestasi.
Mereka beraktivitas, berkarya, beribadah tanpa ada yang mempermasalahkan identitasnya. Mereka hidup normal. Tidak melacurkan diri, tidak membentuk komunitas, tidak gembar-gembor di media tentang kebebasan mengekspresikan orientasi seks dan menuntut ini itu. Pun tidak pernah memaksa orang-orang beragama untuk melawan ajaran agamanya. Mereka bahkan bilang ke saya bahwa mereka serem dengan keadaan sekarang, ikut khawatir melihat orang-orang berpropaganda LG, homoseksual keberbagai kalangan, termasuk menyasar anak-anak.

Jadi sebetulnya bangsa kita adalah sekumpulan masyarakat yang penuh kasih sayang dan pengertian. Bahkan teramat toleran terhadap perbedaan.
Tapi jangan keterlaluan, jangan rusak anak-anak, jangan paksa mereka mendurhakai hukum Tuhan. Pasti mereka akan melawan.

Untuk saudara-saudaraku yang gundah dengan identitas seksualitas, yakinlah akan pertolongan Allah.
Allah tidak pernah menghukum manusia atas KEADAAN, melainkan PERBUATAN.
Begitu juga pandangan masyarakat saya kira.

Tatty Elmir.

 

Comments
Tatty Elmir
Tatty Elmir Silakan Nak. Tak perlu minta ijin.
Semoga bermanfaat.

Moh Tofan Saputra Lasapa
Moh Tofan Saputra Lasapa Amiin bunda…
Mohon juga doanya

Tatty Elmir
Tatty Elmir Mangga Teteh sayang.

Tanya Alwi
Tanya Alwi Kelainan ini ada yang biologis juga. Dianugerahi Allah!

Tatty Elmir
Tatty Elmir Hi Tanya…
Duh kita belum jadi juga ngeriung bareng. Japrian yo Sis

Tanya Alwi
Tanya Alwi sip…nomer hp ku aku message entar atau sms …

Tatty Elmir
Tatty Elmir Emang udah ganti no say?

Tanya Alwi
Tanya Alwi saya masih ada nomer tatty…saya sms ntar

Tatty Elmir
Write a reply…
Ninna Ramayenda
Ninna Ramayenda Betul sekali uni……setuju dengan yg uni ungkapkan…

Tatty Elmir
Write a reply…
Yeni Sahnaz
Yeni Sahnaz Suara hati yg indah dan sangat menyejukan…trims smile emoticon

Tatty Elmir
Tatty Elmir Aduh. Semoga jadi doa yang diijabah Allah. Tq mba Yen.

Tatty Elmir
Write a reply…
Ramaditya Adikara
Ramaditya Adikara Setuju bunda. smile emoticon

Tatty Elmir
Write a reply…
Qadrjatsiah Elmir Deni Saputra
Qadrjatsiah Elmir Deni Saputra sungguh menyejukan. lop yu ailulu kiss emoticon

Tatty Elmir
Tatty Elmir Love you ailulu toooo Buddy

Tatty Elmir
Write a reply…
Tatty Elmir
Write a reply…
Alie Alhabsyi
Alie Alhabsyi Lelaki gemulai,wanita macho bahkan transgender mmg dr dulu tdk prh bermasalah dmasyarakat..contoh plng nyata dorce,beliau bs beraktivitas,berkarya n ttp dhormati oleh byk org..srng tampil dtivi..tdk hy dorce,byk sekali contoh nyata dmasyarakat,bahkan sebetulnya masyarakat jg tdk terlalu perduli dgn orientasi sex menyimpang,ketika hal hy mjdi urusan pribadinya dgn tuhan,dan mjdi privacy bagi dirinya sendiri..sama sperti org berzina(sex bebas),org mau jajan tiap hr pun org lain g akan perduli,bermasalah ketika kemudian hal itu mulai dgembar-gemborkan,mjdi alat kampanye mengajak org lain n mjdi pembenaran atas semua prilaku itu sehingga dianggap sebuah perbuatan yg wajar,syah,legal hrs dterima masyarakat..klu sdh mencapai titik yg ini tentu hrs n wajib dlawan..

Tatty Elmir
Tatty Elmir Iya Pak. Saya rasa seperti itulah rata-rata pendapat masyarakat kita.

Tatty Elmir
Write a reply…
Dewi Utama Fayza
Dewi Utama Fayza Ada kisah “anak Jawi” dalam perjalanan perempuan yg hormon laki2nya begitu kuat di kampung kami. Dia tak berhasrat pada laki2. Hebatnya ia putihkan dan tundukkan hasrat seksualnya menjadi platonik kpd perempuan yg ia kasihi. Ia ikuti perempuan itu yg menikah dg polisi kemana saja sbg kakak, pengasuh anak dan pembantu yg hebat dan soleh. Sy terharu mendengar kisah hidup mereka. Gangguan hormon tak mesti menjadi penjahat kelamin dan penebar huru-hara di masyarakat.See translation

Tatty Elmir
Write a reply…
Dhanur GMmengajar
Dhanur GMmengajar mari kita doakan juga. smoga dapat kembali ke jalan yang benar yg Allah ridhai. aamiin.

Himawan Eka Putra
Himawan Eka Putra Ijin Share ya Tante smile emoticon

Posted by: tatty elmir | February 2, 2016

Pernikahan Sesama Jenis Mengikis Hak Fundamental

Iwan Yuliyanto

Same Sex Marriage| Bagian Pertama

Bismillah …

Pelegalan pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat pada Juni 2015 yang lalu disambut euforia oleh para pelaku LGBT dan para aktivis pendukungnya di seluruh dunia. Mereka beranggapan pelarangan pernikahan sesama jenis merupakan bentuk dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM) karena mencintai dan hidup bersama dalam bingkai pernikahan, meskipun sesama jenis, adalah hak.

Belajar dari pengalaman berbagai negara yang sudah melegalkannya, bagaimana kondisi tatanan masyarakatnya kini? Apakah menjadi lebih baik karena dianggap tidak ada lagi pelanggaran HAM?
Nyatanya, masyarakatnya justru terkikis hak-hak fundamental mereka. Seperti halnya fenomena sebuah gunung es, yang tampak adalah indahnya pelangi di atas permukaan laut, namun sebenarnya banyak permasalahan yang tidak tampak di dalamnya.

Pada bagian pertama ini, mari melihat bagaimana kondisi nyata di Inggris, Kanada, dan skenarionya di Indonesia.

View original post 2,623 more words

Posted by: tatty elmir | February 1, 2016

Antara Alle dan Rio.

 

Pagi itu datang juga.

Kendaraan yang dikemudikan Domi menepi di pasar Maubesi di jalan trans Timor selepas Kefamenanu Nusa Tenggara Timur. Saya meloncat dengan sigap diiringi teriakan Domi yang menasehati saya agar hati-hati.  Saya tak lagi hirau lagi dengan  teriakan Domi yang lain di antara senyumnya yang selalu menampakkan  gigi merah  bekas sirih pinang yang kerap menemaninya itu. Saya lebih suka Domi makan sirih pinang, karena bisa melupakan kebiasaan buruknya mengisap racun tembakau yang paling saya benci.

Ah tapi saya tak hendak membahas kebiasaan saudara-saudara Timor saya tersebut. Pagi ini agenda utama saya mencari seorang anak. Meski saya tidak melahirkannya sendiri, tapi saya  sangat menyayangi Alle. Sebut saja namanya begitu.. Ya mencari Alle.

Alle? Alle siapa yang hilang?

Alle adalah adik asuh Mandira,  anak saya semasa dia KKN di Atambua.

Menjelang KKN usai, Mandira berkali-kali meminta kami mendorongnya membawa Alle ke Jakarta.

Bocah seusia adik bungsunya itu telah mencuri simpati dan rasa kemanusiaannya. Awalnya Alle hanya dikenal sebatas murid di SMP Rinbesihat tempatnya berbagi ilmu mengisi bakti selama Kuliah Kerja Nyata. Ceritanya Alle adalah salah seorang anak yang rajin mendatangi kediaman Mandira sore hari untuk belajar. Jika waktu belajar selesai  larut malam, biasanya anak-anak desa tidak ada yang berani pulang ke rumah masing-masing. Semua menginap di kediaman kakak-kakak KKN-nya. Tapi beda dengan Alle. Semalam apapun pelajaran tambahan itu selesai, dia tetap bersikeras lari pulang.

Nah pada suatu hari Mandira tidak tega membiarkan Alle pulang sendiri sudah terlalu larut malam. Bocah yang berbadan paling kecil di kelas dan sudah masuk SD pada saat berusia belum 5 tahun itu diantar Mandira ditemani  beberapa orang kawannya. Saat itu terkejutlah Mandira, karena Alle ternyata tidak bertempat tinggal di desa yang sama. Tapi cukup jauh berkilo-kilo meter.

Malam itu pula barulah Mandira paham,  mengapa Alle yang kesadaran belajar dan rasa ingin tahu luar biasa itu selalu memaksa pulang setiap habis belajar kemalaman. Karena pagi buta  dia harus bangun mencari air dan lain-lain, membantu Ibunya yang janda berjualan pisang goreng dan berbagai makanan sederhana di pinggir jalan.

Sejak saat itu Alle menjadi buah bibir dalam keluarga kami. Karena  Mandira hendak membawanya ke Jakarta, agar anak cerdas itu beroleh pendidikan yang layak setelah dia menamatkan SMP. Namun niat Mandira itu tidak jadi terlaksana, karena salah seorang paman Alle melarangnya sekolah jauh-jauh, dengan alasan tidak ada lagi yang menjaga nenek dan Ibunya yang punya anak kecil segambreng.

Apa mesti dikata, walau kami sudah mendaftarkan Alle di sebuah SMA boarding yang sangat layak mengembangkan bakatnya, dan menyiapkan segala sesuatu untuk masa depan Alle, rencana itu gagal. Tapi berkat desakan Mandira, Alle akhirnya tetap bisa menyambung ke sebuah SMA  di Kefamenanu. Saya sendiri pernah menyempatkan menengok Alle ke Kefa dan berupaya mencukupi kebutuhannya. Baik saat itu, maupun beberapa bulan ke depan. Meski uang sekolah gratis, tapi tentu Alle tetap punya kebutuhan yang Ibunya mungkin tidak sanggup mengupayakan sendiri.

Yang bikin saya sedih beberapa saat setelah itu Alle lenyap menghilang bagai ditelan bumi. Padahal sebelumnya Alle begitu rajin menghubungi entah lewat HP siapa.  Sahabat saya di Kefa yang juga turut membantu mencarikan pendidikan tambahan sesuai keyakinan Alle akhirnya mendapat info, bahwa Alle yang mengidolakan Bung Hatta itu sudah berhenti sekolah, sekarang dia berjualan. Hah, jual apa? Di mana ? tak seorangpun tahu. Meski saya sudah berusaha minta tolong sana sini untuk menemukan Alle, namun belum berhasil. Dan sayapun menurut, ketika ada yang berbisik bahwa Alle berjualan di Maubesi.

Pagi ini rasanya saya hendak ‘mengubek-ubek’ Maubesi. Hari ini Kamis, adalah hari pasar. Semua orang akan tumplek di Maubesi. Dengan mata berlinang penuh harap saya memperhatikan satu persatu orang yang berdagang. Di setiap lorong, di setiap lapak, saya berharap menemukan wajah Alle, si anak kecil yang tangannya berotot karena terlatih bekerja keras itu. Dan bertanya kepada banyak orang, di mana Alle? Alle kamu di mana naaaaak 😥

Kekecewaan saya memuncak. Wajah Alle tak kunjung tampak.

Perasaan saya makin tercabik-cabik, sepulang dari Maubesi, saya melihat anak-anak sepantaran Alle berlarian saling adu jotos menyeruak tempat billiard  yang dipenuhi remaja-remaja mabok, dan sebagian lagi tidak peduli, karena sedang asyik menonton film porno atau main judi. Saya langsung memahami mengapa adegan seperti ini ditayangkan Mira Lesmana berulang-ulang dalam film Atambua 39.o celcius.

Dan perasaan tercabik-cabik itu kini kembali datang ketika beberapa hari yang lalu saya beroleh berita ini;

http://www.bola.com/balap/read/2347660/polemik-rio-haryanto-ini-alasan-ke-f1-butuh-dana-besar

Wajah Alle dan Rio menari-nari di pelupuk mata silih berganti. Mungkin mereka sebaya, mungkin pula mereka sama cerdasnya. Tapi nasib dan perlakuan negara mengapa berbeda?

Itulah mengapa kali ini saya protes keras, padahal saya baru saja bertekad untuk tidak ingin lagi banyak-banyak protes karena menghabiskan energi, dan tidak lebih baik ketimbang bekerja semampu saya untuk negeri ini.

Ah mengapa membelenggu nafas sendiri.

Saya akan berteriak kembali.

Permisiiii.

*******************************

Astaghfirullah…
Sungguh tidak adil.
Di saat masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak sekolah, tidak bisa mandi tiap hari karena sulit mengakses air bersih, terlantar dan kelaparan, pemerintah mati-matian menghimpun dana 227,4 M hanya untuk seorang Rio yang mau balapan?

Jika Menpora jadi mendanai 100 M artinya hampir sepersepuluh alokasi anggaran di Kemenegpora terkuras untuk sebuah gengsi?

Apakah tidak ada lagi program yang lebih bermanfaat yang biayanya masih MANUSIAWI untuk mengharumkan nama Bangsa ?

http://m.cnnindonesia.com/…/ambil-opsi-terakhir-kemenpora-…/

Comments
Tatty Elmir

Tatty Elmir Sementara begitu banyak program yang jauh lebih bermanfaat untuk menyelamatkan generasi muda begitu sulit mencari pembiayaan

Syafri Ilyas
Syafri Ilyas Bunda Tatty..Pitih yang ratusan milyaran rupiah itu untuk si Rio F2/F1, berupa uang yaa..?
eeei..Rio, bagi bagi dong duitnya buat aku, untuk beli baju, potong kuku dan merawat rambut panjangku bagai mayang terurai….
+(Sabaaar bunda keydo, nanti aku kirimkan batubaro untuak masak soto)
Tatty Elmir
Tatty Elmir Rakyat Indonesia itu manis-manis jo elok hati ya Da Syaf.
Lagi dizolimi aja tak kehilangan selera humor, melipur lara sendiri
Tatty Elmir
Write a reply…
Rohmat Hidayatuloh

Rohmat Hidayatuloh bisa buat nyekolahin ribuan anak2 di perbatasan

Tatty Elmir
Write a reply…
Tatty Elmir

Tatty Elmir Rohmat Hidayatuloh: Bener bangeet Mat. Langsung terbayang anak-anak NTT , Papua, dan berbagai tempat di pelosok tanah air. Jangankan bisa sekolah dan berpakaian yang layak, mencari air buat minum dan masak saja mereka harus berjalan berkilo-kilo meter. Duh apa kabar suara hati

Putri Monalisa
Putri Monalisa Bun 227,4 M itu bisa menghidupi kembali mimpi mimpi anak Indonesia untuk bisa sekolah. Kok mudah banget yaa menggelontorkan dana sebanyak itu untuk satu orang.
Demi menghidupkan satu mimpi anak Indonesia di medan balap, menelantarkan ribuan mimpi penerus bangsa di perbatasan cry emoticon

Alyati Fitri

Alyati Fitri Hanya bisa geleng2 kepala….. negeriku di awang2…

Aveliansyah Bengkulu

Aveliansyah Bengkulu Utk bisa jd pebalap F1, seorang pebalap harus menempuh total jarak 300 km diatas mobil F1 dan mengantongi minimal 40 poin..

Tp ada jalan short cut utk lgsg ke F1, yaitu dg jalan mjd “pay driver” dg jalan membayar sejumlah uang yg sgt besar.. Ini yg sdg dijalanani Rio.

Setuju banget bunda Tatty Elmir, terlalu besar dana yg harus dikeluarkan kemenpora utk Rio seorang, tdk adil utk cabang olahraga lain, tidak adil jg utk anak2 indonesia yg tdk sekolah..

Sebaiknya memang tdk memaksakan, mungkin utk skrg “pay driver” bukan jalan yg tepat utk ditempuh rio mjd pebalap F1

Dimas Muharam

Dimas Muharam bisa buat modal bisnis dan membuka lapangan kerja untuk banyakorang bun.

Tatty Elmir

Tatty Elmir Betul Dim

Belum lagi banyaknya pelajar dan mahasiswa yang mau bertarung adu isi kepala di mancanegara. Terpaksa ngemis sana-sini hingga patungan orangtua. Setelah menang dalam kontes di luar negeri, baru para pejabat berbangga-bangga diwawancara media. See More

Dimas Muharam

Dimas Muharam Negara ini juga aneh sih bunda. di sektor olahraga, kan sudah jelas2 bangsa kita punya comparative advatage di cabang2 seperti atletik atau bulu tangkis, yang sudah terbukti selama ini jadi penyumbang medali. tapi malah tidak diprioritaskan pengembangannya. Terus ini olahraga otomotif, yang jelas2 bukan olahraga rakyat. Hanya anak2 dari kalangan super kaya saja yang mampu masuk ke sana.

Tatty Elmir

Tatty Elmir “Otomotif bukan olah raga rakyat” Kalimat yang sangat pas, untuk menyadarkan para penyandang amanah

Tatty Elmir
Write a reply…
Afifuddin Warta
Afifuddin Warta Seharusnya seperti kereta cepat juga bun…disponsori oleh pihak lain…pemerintah sebagai mediator saja…
Semoga tulisan bunda ini didengar sama pejabat terkait.

Tatty Elmir

Tatty Elmir Waduh nak. Itu juga kurleb sama. BUMN bukankah juga pemerintah? Terus kapan dong rakyat muda dibebaskan menjadi pewaris utang ?

Afifuddin Warta

Afifuddin Warta bukan bumn bun, tapi pihak swastanya…

Tatty Elmir

Tatty Elmir Afifuddin Warta setahu bunda yang dibebankan utang utk membangun kereta cepat oleh Cina itu perusahaan milik BUMN. Bukan swasta murni.

Afifuddin Warta
Afifuddin Warta Iya bun, presiden sendiri yang menyatakan bahwa ini murni B to B, tidak ada resiko negara.
Yg penting kita setuju bun, bahwa masih banyak hal lain yang bisa kita bantu dengan dana tersebut…

Ida Fitrirayami

Ida Fitrirayami Yang jelas untung besar ya panitia balapan beserta jejaringnya… Rio sendiri justru harus siap bertarung nyawa demi balapan konyol F1 ini…

Tatty Elmir

Tatty Elmir Pebisnis memang selalu mau untung. Tapi yang tidak peka tetaplah pejabatnya. Padahal yang digelontorkan uang rakyat. Rakyat yg sebagian besar sekarang tengah prihatin dan menderita.

Ida Fitrirayami

Ida Fitrirayami Benar, Uni… Sedihnya kita mendapat penguasa yg pandir… frown emoticon

M Iqbal Fajar

M Iqbal Fajar izin share bun..

Tatty Elmir

Tatty Elmir @ Putri Monalisa: Pemerintah lupa bahwa uang yang mereka kelola merupakan MILIK rakyat. Termasuk rakyat miskin dan tidak berpendidikan.

Tatty Elmir

Tatty Elmir @Seperti mimpi ya say. Kebijakan mengawang-awang. Tidak berpijak di bumi

Tatty Elmir
Tatty Elmir Aveliansyah Bengkulu: Makasih infonya ya Vel. Bunda ini rakyat bodoh yang ga ngerti aturan F1 dan sebagainya itu. Jadi tahu pula sekarang bahwa uang segitu banyak untuk bayar pay driver “Short cut” itu. Mestinya pemerintah bertindak sebagai orang tua dalam mendidik rakyatnya. Harus berpikir jangka panjang. Semua harus dilatih berdarah-darah melewati proses. Semua syarat jarak tempuh 300 km dan poin minimal 40 itu HARUS dirasakan Rio agar dia menghargai yang dinamakan prestasi. Tidak ada jalan pintas untuk sebuah prestise.
Prestise secara alamiah pasti lahir dari sebuah prestasi.
Jangan dipaksa karbitan. Agar tidak cepat busuk.

Andi Farid Fausan Bate

Andi Farid Fausan Bate Setuju banget Bun. Memangnya F1 satu satunya jalan untuk mengharumkan Indonesia ? Masih banyak atlet berprestasi tapi tidak mampu bergerak karena kondisi finansial. Menurut saya, ini adalah suatu tindakan gegabah yang dilakukan pemerintah. Semoga tulisan Bunda dilihat oleh penguasa

Tatty Elmir

Tatty Elmir Andi Farid Fausan Bate: Bener bangeet Andi. Tuh anak SMP seperti Andi aja paham.

Erita Erita

Erita Erita Sudah banyak mata Ikan asin bunda….

Erita Erita
Erita Erita Mata melotot tapi tak mampu melihat.
Tapi masih banyak harapan karna yg punya tidak pernah tidur….
Zaman sekarang org bener di fitnah habis2san…. yg jelas2 salah tapi banyak orang tak mampu berkata, hanya do’a saja….padahal ini jelas menandakan sSee More

Soraya Roshanty

Soraya Roshanty Do’a n harapan agar Allah mencuci otak yg mau mengeluarkn dana rakyat untuk 1 rakyat … paling yg bangga Rio n kel serta menpora…aku enggak tu…

Muhammad Hamim II

Muhammad Hamim II Kasihan Rio dijadikan olok-olokan .. padahal itu bukan hanya untuk dia bun, saya yakin ada anggaran pendamping, dll yg nonton F1 nanti dll .. malah kebanyakan angka hotel dll .. buat ajak F1 rio tidak akan sebesar itu .. coba kalau bunda ada angka tsb kita laporkan ke KPK .. biar diciduk orang2 yg mau Korupsi ..

Muhammad Hamim II

Muhammad Hamim II Iya bunda .. saya yakin ajak rio F1 itu murah .. yg mahal itu biaya pengikutannya ..

Tatty Elmir
Write a reply…
Syauqi Robbani

Syauqi Robbani 100 juta dolar bisa menghidupi ratusan pemain bola lokal, yg artinya menghidupkan ekonomi ketika sepakbola dimulai lagi.

Tatty Elmir

Tatty Elmir Iya banget Qi.

Tatty Elmir
Write a reply…
Ahwallia Ananda Putri

Ahwallia Ananda Putri bagusan buat program kerja KKP tuh uangnya ya bunnTatty Elmir

Abdul Azis SocMed

Abdul Azis SocMed 100 M bisa buat ratusan sekolah gratis Untuk Indonesia

Syauqi Robbani

Syauqi Robbani Sekolah kayaknya bukan dibawah kemenpora

Tatty Elmir
Write a reply…
Wahyu Wibowo

Wahyu Wibowo Dilema pemerintah bunda….

 

Older Posts »

Categories