Posted by: tatty elmir | April 3, 2017

Menghimpun Berkah Dari Hijrah ke Hijrah 1.

20161116_061959

 

Siang itu pesawat Air New Zealand yang membawa saya dan Retno dari Christchurch ke Invercargill mendarat mulus di bandara Otatara. Invercargill adalah kota paling selatan di South Island New Zealand yang dalam Bahasa Maori disebut Waihopai.

Meski melalui perjalanan panjang yang cukup melelahkan dari tanah air karena memakan waktu  sekitar 36 jam di perjalanan akibat transit 12 jam di Sydney dan delay selama 6 jam di kota Christchurch, tak membuat semangat kami melemah.

Terbayang dulu bagaimana semangatnya orang-orang Skotlandia di era 1850an membangun Invercargill, sebagai lahan gembalaan domba-domba penghasil wool mereka. Padahal mereka bermukim di Dunedin, yang berjarak 250an kilo meter dari kota yang dipenuhi rumah-rumah hunian warga yang sederhana, namun di sana-sini diselingi bangunan bersejarah ala Victoria hingga Art Deco.

Tak berapa lama berselang setelah urusan bagasi kelar, seorang perempuan berjilbab panjang datang menjemput dan menghamburkan senyum ramah dan  pelukan akrabnya kepada kami. Jilbab lebarnya itu ternyata tak menyembunyikan keelokan paras Melayu dan perawakan jangkungnya yang melebihi ukuran rata-rata perempuan Indonesia.

20161116_075649

 

Namanya Silvia Wardani Pamudji, putri salah seorang diplomat senior Indonesia Almarhum Tutur Pamudji yang pernah bertugas di berbagai negara, termasuk New Zealand.

Dari bandara Otatara Silvi membawa kami dengan mobil  4WD double cabinnya menyisir tepi kota yang sepi, hingga akhirnya melaju di jalanan lurus mulus daerah Mokotua menuju lahan peternakan yang sangat luas di daerah Anarua.

Padang rumput menghijau terhampar luas hingga terlihat seperti berbatas dengan ujung langit yang terlihat sangat dekat. Beberapa petak di antaranya terisi dengan gulungan-gulungan baleage, stok rumput untuk musim dingin yang mirip potongan-potongan marshmallow. Menjadikan paddock laksana lukisan berbingkai yang sangat artistik.

20161117_043514

 

Saat memasuki Marshall Road, lebih dari 30an kilometer dari kota Invercargill, Silvi mengatakan bahwa kami sudah dekat. Kami menebak-nebak sendiri, bahwa kiri kanan lahan luas yang sebagian dipenuhi sapi-sapi perah yang sangat montok,  yang  dadanya hampir tumpah ke tanah itu adalah miliknya.

20161128_101136

Dan ternyata dugaan kami tidak meleset. Tiba-tiba terbayang bagaimana bisa perempuan kelahiran Jakarta 27 April 1977 itu bersama suami tercintanya bisa menjadi tuan tanah dan petani peternak yang sukses di negeri orang.

Peristiwa apa, dan kekuatan ajaib apa yang membawanya kemari? Bagaimana kisah perjuangan anak rantau itu dan kegigihan mereka mengungguli persaingan ?  Berpuluh, beratus dan beribu pertanyaan menyeruak untuk dikuak.

 

 

20161202_070108.jpg

(Bersambung..)

 

Advertisements

Responses

  1. Reblogged this on W I L L KO M M E N and commented:
    Wait New Zealand

    • 😊👍❤

      • terimakasih Ibunda Taty Elmir

      • Terimakasih kembali Nak


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: